MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 23 Mei 2018 14:23
Warung Sakadup Digrebek Satpol PP, Eh Pelanggan Kabur Belum Bayar Lagi
TUTUP MUKA: Dua pembeli dari sebuah warung sakadup di Jalan Veteran saat ditanyai petugas. Para pemilik warung dijatuhi sanksi berupa tipiring. Penegakan Perda Ramadan ini menjadi agenda rutin setiap bulan puasa. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pengunjung warung sakadup di belakang Terminal Induk Banjarmasin sontak berhamburan saat melihat iring-iringan mobil Satpol PP. Razia penegakan Perda Ramadan itu digelar kemarin (22/5) pagi.

Tubuh Miranti pun lunglai. Bukan karena menyadari bakal ditangkap petugas. Melainkan belum satu pun pembelinya yang sempat membayar makanan sebelum beranjak kabur. "Taruhlah seporsi Rp15 ribu, sepuluh saja yang lari, berapa coba saya merugi hari ini," kata si pemilik warung.

Perempuan berbadan sintal itu sebenarnya sudah paham betul larangan membuka warung pada siang hari selama bulan puasa. Ini juga bukan pengalaman perdana baginya untuk kucing-kucingan dengan Satpol PP. Ramadan tahun lalu dia juga terjaring razia serupa.

Dia mengakui, keuntungan yang diperolehnya selama bulan puasa, memang lebih besar ketimbang berjualan pada bulan-bulan biasa. "Karena warung-warung saingan kan sudah pada tutup," imbuhnya.

Pemilik warung lainnya di Jalan Pramuka itu adalah Saman. Dia mengaku baru tiga hari membuka warung sakadup. Pagi hari biasanya dia melayani penumpang yang turun di terminal. Siangnya lebih banyak para sopir taksi. Sekalipun orang luar terminal juga banyak yang singgah untuk makan.

Razia besar-besaran ini diikuti personel gabungan dari Satpol PP, Linmas dan Polresta Banjarmasin. Yang merupakan operasi yustisi perdana pada Ramadan ini.

Sebelum menuju Jalan Pramuka, razia lebih dulu mengincar dua warung sakadup di Jalan Ahmad Yani. Persisnya di kilometer empat dan lima. Tapi saat disambangi petugas, keduanya sudah tutup. Sasaran kemudian beralih ke Jalan Veteran.

Di sini ada empat warung sakadup digerebek. Semua pemilik warung dibawa petugas. Ditambah dua pembeli yang kedapatan sedang menyantap makan siang. Razia kemudian diakhiri di Jalan Pangeran Samudera. Dari Gang Penatu, kedapatan warung kecil buka-bukaan berjualan makanan dan minuman.

Meski sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan pembeli atau pemilik warung, secara keseluruhan, razia berjalan aman dari kericuhan.

Kepala Seksi Penegakan Perda Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Mulyadi menyebutkan, total ada delapan warung sakadup yang terjaring. Di Mako Satpol PP, sepuluh orang yang terdiri atas pemilik warung dan pembeli diinterogasi. Mereka diamankan beserta barang bukti berupa piring berisi makanan.

"Tindakan selanjutnya kami buatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Guna dibawa ke pengadilan. Pelanggar perda dikenai sanksi tipiring (tindak pidana ringan)," jelasnya.

Selama razia, petugas berkali-kali didebat pemilik atau pengunjung warung. Perihal pengecualian untuk anak kecil, non muslim, dan yang membeli makanan bungkusan untuk dibawa pulang. Mulyadi buru-buru menampiknya. Dia menekankan, Perda No 4 Tahun 2005 tentang Larangan Kegiatan Selama Bulan Ramadan tak pernah membeda-bedakan pelanggar perda.

"Dalam perda, memang tidak ada pemilahan soal muslim atau non muslim. Simpel saja, siapa yang membuka warung pada siang hari bakal ditindak. Termasuk pembelinya, apalagi makan di tempat. Tidak ada diskriminasi," tegasnya.

Pemko hanya mengatur batasan jam membuka warung. Perlakuan khusus hanya diperoleh pedagang Pasar Wadai. Mereka boleh membuka lapak sejak jam tiga siang. Sedangkan untuk warung biasa, baru boleh melayani pembeli mendekati waktu berbuka puasa. Tepatnya pada jam lima sore. Itu pun hanya untuk pembelian bungkusan, bukan makan di tempat.

Lantas, bagaimana dengan warung yang langganan terciduk razia setiap Ramadan dalam beberapa tahun terakhir? Seperti hasil razia di Jalan Veteran, yang tertangkap merupakan pemain lama.

Mulyadi berjanji akan menyampaikan fakta itu sebagai masukan bagi hakim dalam persidangan. "Kami akan tekankan itu pada hakim. Agar sanksi yang dijatuhkan bisa lebih berat. Supaya bikin jera," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:33

Astaga..! Terbakarnya Ponpes Ummul Qura HSU Karena Ulah Iseng Santri

AMUNTAl - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa…

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU --  Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:44

Geger!! Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Didalam WC

BANJARMASIN-Warga Kelayan A Gang Papadaan Banjarmasin Selatan geger. Dikabarkan seseorang…

Sabtu, 16 Februari 2019 16:30

Asap Duta Mall Bukan Karena Apar, Tapi Karena ini

BANJARMASIN --  Pihak management Duta Mall Banjarmasin, angkat bicara terkait…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:00
Breaking News

Ini Penyebab Kepulan Asap di Duta Mall Banjarmasin

BANJARMASIN - Telah terjadi konsleting listrik di ruang AHU mall…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

Kepergok Warga, Spesialis Curanmor Banjarbaru Digaruk Polisi

BANJARBARU - Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkapkan kasus pencurian kendaraan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:34

Panik dan Terdesak, Napi Coba Membuang Barang Bukti

BANJARBARU - Kondisi terdesak. Berbagai cara dihalalkan beberapa Napi untuk…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:11

Ditinggal Makan, Pikup Najib Raib Dibawa Pria Misterius

BANJARMASIN - Ditinggal makan, sebuah pikup berplat KH 8595 NP…

Jumat, 15 Februari 2019 14:51

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Tren Perceraian di Batola Meningkat

MARABAHAN - Memasuki tahun 2019, tren perceraian di Kabupaten Barito…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*