MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 23 Mei 2018 15:01
Rumah Kuno di Teluk Kelayan ini Bakal Jadi Museum Kota
CALON MUSEUM: Rumah kuno di Teluk Kelayan yang digadang-gadang pemko untuk menjadi museum kota. Foto diambil kemarin. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pemko Banjarmasin berencana membuat museum kota. Sebagai bentuk perhatian terhadap perkembangan peradaban. Maklum, nyarus berusia 5 abad, kota ini memang belum memiliki tempat khusus yang menampung warisan budaya dan zaman.

Proyek pembuatan siring di sepanjang Sungai Martapura Banjarmasin akhirnya sampai di tepian Jalan Teluk Kelayan. Mentok di ujung jalan itu, ada sebuah bangunan tua. Dengan luas 8x15 meter persegi, bangunan autentik inilah yang nantinya akan dijadikan Museum Kota Banjarmasin.

Rumah itu ditinggali Syarifudin Noor bersama istri dan seorang anaknya. Sejak lahir, lelaki yang akrab disapa Syarif itu tinggal di sana. Tidak hanya dari tampilan eksterior. Namun interiornya pun khas bangunan kuno Banjar. Daun pintunya dua. Begitu juga dengan jendelanya. Ditambah dengan palang kayu menyerupai jeruji.

Sejuk? Sudah pasti. Rumah kayu itu punya sirkulasi udara yang baik. Ventilasinya lebar. Dengan ornamen besi yang katanya ada sejak tahun 1800-an. Ruang tamu menghadap sungai. Di seberangnya ada Pasar Lima. Kelotok hilir mudik mengantarkan pasokan jualan pasar tersebut.

Di bagian belakang, ada ruang khusus. Menampung lebih dari 700 barang-barang kuno. Mulai dari tombak, mandau, parang, guci, sanggam kuningan, bak keramik besar, sepasang kursi jati, meja dengan figura foto seorang lelaki tua di atasnya. Itulah almarhum Basirudin, ayah Syarif.

Rumah dan ratusan koleksi itu diwariskan sang ayah kepada Syarif. Dengan mandat untuk tetap merawat dan tidak diperjualbelikan. Koleksi juga ditambah dengan titipan keluarga-keluarga lainnya. “Banyak juga barang titipan keluarga. Mereka minta kami yang merawatnya,” ujar Syarif, kemarin (22/5)

Tahun 2017 lalu, bangunan itu dijual kepada Pemko Banjarmasin. Dengan mengantongi izin Saudara-saudaranya dan pertimbangan matang. Ia pun merelakannya. Syaratnya, asalkan tidak diruntuhkan.

Sementara itu, ratusan koleksi kuno tidak diperjualbelikan. Syarif menyebut Pemko berniat ikut merawat artefak tersebut. Dengan memajangnya di museum kota itu nantinya. “Asalkan jangan pindah tangan, saya setuju jika pemerintah punya ikhtikad ikut merawat koleksi abah,” ucap lelaki 47 tahun itu.

Bangunan itu memang sengaja dibeli pemko. Lantaran bagian depan rumah kuno itu terkena jalur pembangunan siring.

Pemko kemudian menimbang, bentuk rumah tersebut begitu khas. Di dalamnya juga banyak menyimpan benda atau artefak kuno. Letaknya juga starategis. Layak untuk dikajikan museum. "Kami berkomitmen agar bangunan itu tetap berdiri," kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Bersama Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, pemko berjanji akan merehab bangunan itu. Memperbaiki bagian yang mulai rapuh. “Melihat nilai sejarah dan letaknya, tempat itu sangat pas dijadikan museum,” ujar Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin.

Perbaikan itu akan diupayakan tahun ini. Ibnu menyebut proyek ini sedang dalam pembicaraan. Pastinya lewat koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin.
“Dinas PUPR akan menganggarkan kebutuhan dana dengan menimbang sejauh mana kelayakan fisik rumah tersebut. Ini masih dalam proses,” pungkas Ibnu. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .