MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 24 Mei 2018 12:57
Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Sering Kena Marah, Suka Tantangan

KREATIF: Andra Fathur Rahman sudah menyukai dunia fesyen sejak kecil. Dia gemar menggambar berbagai macam baju saat masih TK. Sekarang cita-citanya sudah tercapai, menjadi seorang desainer spesial gaun. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona. Dari tangan ajaib Andra Fathur Rahman, yang minimalis hingga ball gown berhasil tercipta.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Andra mengawali karirnya sejak 2015 lalu. Menjadi desainer memang dicita-citakannya sejak TK. Almarhum ayahnya bahkan sering marah. Lantaran lembar buku tulisnya penuh coretan gambar baju perempuan.

Bakatnya semakin terasah ketika ia mengikuti kursus menjahit. Andra juga sering membuatkan adiknya gaun. Hingga kemudian, ia menetapkan dirinya sebagai desainer spesialis gaun.

Bisnisnya dijalankan di rumah beralamat Kompleks Indah Permai 2, No 54, Banjarmasin Selatan. Bermacam bentuk gaun dibuatnya. Dari yang simpel hingga glamour.

Yang paling menarik perhatian; ball gown. Berbentuk merak. Sebab dilapisi kain tile kaku. Diameter bagian bawah roknya sekitar 1.5 meter.

Kenapa mesti membuat gaun? Jawabnya; menantang. Menurut Andra, gaun punya tren mode yang singkat. Dalam beberapa bulan saja, mode terbaru akan bermunculan. Selain itu, tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Hasilnya? Sudah pasti beda dari kebanyakan. Tampilannya elegan dan seksi. "Tapi tetap utamakan kesopanan berpakaian," ujar pemilik Instagram @diandra_busana itu.

Soal bahan, Andra lebih mengandalkan bridal strich. Jenis kain yang satu ini memang terkenal lebih mahal. Kuaklitasnya, oke punya.

"Efek kainnya lebih jatuh dan mudah membentuk siluet tubuh. Sehingga ketika dipakai jadi terlihat bagus," jelas Andra.

Ada harga, ada rupa. Untuk membuat gaun, perlu modal yang besar. Harga jualnya pun tidak sembarangan. Apalagi jika desainnya itu rumit.

Andra mematok gaunnya dari Rp1 juta hingga RP7 juta. Itu sudah termasuk bahan dan ongkos jahit. "Balik lagi, tergantung kerumitannya," ujar Andra.

Pelanggannya tidak cuma dari Banjarmasin. Melainkan dari Batulicin, hingga kota-kota di provinsi tetangga. Andra juga menyewakan puluhan koleksinya. Paling sering untuk acara kelulusan sekolah. Biaya sewanya dari Rp300 ribu sampai Rp800 ribu.

"Pas musim graduation day kemarin, anak-anak SMA beramain-ramai menyewa koleksi saya," ujarnya.

Adapula yang datang untuk keperluan kompetisi. Terutama penentuan duta.

Ide membuat gaun bisa datang dari mana saja. Bahkan ketika Andra berkendara. Saat ini yang sedang ngetren adalah gaun span dengan tambahan layer bongkar pasang. "Gaun ini multifungsi. Bisa dengan memakai gaun spannya saja ataupun lengkap dengan layernya," jelas Andra.

Andra terinspirasi dari Anaz Khairunnas. Desainer kondang Indonesia, langganan para para kontestas ratu sejagat. Meski begitu, dia tetap mengutamakan ciri khasnya. Yakni dengan tambahan batu menyerupai swarovski. "Biar kesan gaun itu jadi hidup kalau di bawa ke panggung," ujarnya.

Agar bisa bersaing dengan desainer lain, Andra mengunggulkan segi pelayanan. Tepat waktu jadi modalnya mencari pelanggan. Ia bahkan berani menolak tawaran jahitan. Ketika itu dirasa terlalu mepet dengan deadline ataupun orderan penuh. Dalam sebulan, dirinya cuma menerima 15 pesanan gaun.

"Saya takut dianggap membohongi pelanggan karena bajunya ngaret tidak sesuai janji. Makanya kami beri batasan," pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .