MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 24 Mei 2018 12:57
Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Sering Kena Marah, Suka Tantangan

KREATIF: Andra Fathur Rahman sudah menyukai dunia fesyen sejak kecil. Dia gemar menggambar berbagai macam baju saat masih TK. Sekarang cita-citanya sudah tercapai, menjadi seorang desainer spesial gaun. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona. Dari tangan ajaib Andra Fathur Rahman, yang minimalis hingga ball gown berhasil tercipta.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Andra mengawali karirnya sejak 2015 lalu. Menjadi desainer memang dicita-citakannya sejak TK. Almarhum ayahnya bahkan sering marah. Lantaran lembar buku tulisnya penuh coretan gambar baju perempuan.

Bakatnya semakin terasah ketika ia mengikuti kursus menjahit. Andra juga sering membuatkan adiknya gaun. Hingga kemudian, ia menetapkan dirinya sebagai desainer spesialis gaun.

Bisnisnya dijalankan di rumah beralamat Kompleks Indah Permai 2, No 54, Banjarmasin Selatan. Bermacam bentuk gaun dibuatnya. Dari yang simpel hingga glamour.

Yang paling menarik perhatian; ball gown. Berbentuk merak. Sebab dilapisi kain tile kaku. Diameter bagian bawah roknya sekitar 1.5 meter.

Kenapa mesti membuat gaun? Jawabnya; menantang. Menurut Andra, gaun punya tren mode yang singkat. Dalam beberapa bulan saja, mode terbaru akan bermunculan. Selain itu, tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Hasilnya? Sudah pasti beda dari kebanyakan. Tampilannya elegan dan seksi. "Tapi tetap utamakan kesopanan berpakaian," ujar pemilik Instagram @diandra_busana itu.

Soal bahan, Andra lebih mengandalkan bridal strich. Jenis kain yang satu ini memang terkenal lebih mahal. Kuaklitasnya, oke punya.

"Efek kainnya lebih jatuh dan mudah membentuk siluet tubuh. Sehingga ketika dipakai jadi terlihat bagus," jelas Andra.

Ada harga, ada rupa. Untuk membuat gaun, perlu modal yang besar. Harga jualnya pun tidak sembarangan. Apalagi jika desainnya itu rumit.

Andra mematok gaunnya dari Rp1 juta hingga RP7 juta. Itu sudah termasuk bahan dan ongkos jahit. "Balik lagi, tergantung kerumitannya," ujar Andra.

Pelanggannya tidak cuma dari Banjarmasin. Melainkan dari Batulicin, hingga kota-kota di provinsi tetangga. Andra juga menyewakan puluhan koleksinya. Paling sering untuk acara kelulusan sekolah. Biaya sewanya dari Rp300 ribu sampai Rp800 ribu.

"Pas musim graduation day kemarin, anak-anak SMA beramain-ramai menyewa koleksi saya," ujarnya.

Adapula yang datang untuk keperluan kompetisi. Terutama penentuan duta.

Ide membuat gaun bisa datang dari mana saja. Bahkan ketika Andra berkendara. Saat ini yang sedang ngetren adalah gaun span dengan tambahan layer bongkar pasang. "Gaun ini multifungsi. Bisa dengan memakai gaun spannya saja ataupun lengkap dengan layernya," jelas Andra.

Andra terinspirasi dari Anaz Khairunnas. Desainer kondang Indonesia, langganan para para kontestas ratu sejagat. Meski begitu, dia tetap mengutamakan ciri khasnya. Yakni dengan tambahan batu menyerupai swarovski. "Biar kesan gaun itu jadi hidup kalau di bawa ke panggung," ujarnya.

Agar bisa bersaing dengan desainer lain, Andra mengunggulkan segi pelayanan. Tepat waktu jadi modalnya mencari pelanggan. Ia bahkan berani menolak tawaran jahitan. Ketika itu dirasa terlalu mepet dengan deadline ataupun orderan penuh. Dalam sebulan, dirinya cuma menerima 15 pesanan gaun.

"Saya takut dianggap membohongi pelanggan karena bajunya ngaret tidak sesuai janji. Makanya kami beri batasan," pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .