MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 24 Mei 2018 12:57
Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Sering Kena Marah, Suka Tantangan

KREATIF: Andra Fathur Rahman sudah menyukai dunia fesyen sejak kecil. Dia gemar menggambar berbagai macam baju saat masih TK. Sekarang cita-citanya sudah tercapai, menjadi seorang desainer spesial gaun. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona. Dari tangan ajaib Andra Fathur Rahman, yang minimalis hingga ball gown berhasil tercipta.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Andra mengawali karirnya sejak 2015 lalu. Menjadi desainer memang dicita-citakannya sejak TK. Almarhum ayahnya bahkan sering marah. Lantaran lembar buku tulisnya penuh coretan gambar baju perempuan.

Bakatnya semakin terasah ketika ia mengikuti kursus menjahit. Andra juga sering membuatkan adiknya gaun. Hingga kemudian, ia menetapkan dirinya sebagai desainer spesialis gaun.

Bisnisnya dijalankan di rumah beralamat Kompleks Indah Permai 2, No 54, Banjarmasin Selatan. Bermacam bentuk gaun dibuatnya. Dari yang simpel hingga glamour.

Yang paling menarik perhatian; ball gown. Berbentuk merak. Sebab dilapisi kain tile kaku. Diameter bagian bawah roknya sekitar 1.5 meter.

Kenapa mesti membuat gaun? Jawabnya; menantang. Menurut Andra, gaun punya tren mode yang singkat. Dalam beberapa bulan saja, mode terbaru akan bermunculan. Selain itu, tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Hasilnya? Sudah pasti beda dari kebanyakan. Tampilannya elegan dan seksi. "Tapi tetap utamakan kesopanan berpakaian," ujar pemilik Instagram @diandra_busana itu.

Soal bahan, Andra lebih mengandalkan bridal strich. Jenis kain yang satu ini memang terkenal lebih mahal. Kuaklitasnya, oke punya.

"Efek kainnya lebih jatuh dan mudah membentuk siluet tubuh. Sehingga ketika dipakai jadi terlihat bagus," jelas Andra.

Ada harga, ada rupa. Untuk membuat gaun, perlu modal yang besar. Harga jualnya pun tidak sembarangan. Apalagi jika desainnya itu rumit.

Andra mematok gaunnya dari Rp1 juta hingga RP7 juta. Itu sudah termasuk bahan dan ongkos jahit. "Balik lagi, tergantung kerumitannya," ujar Andra.

Pelanggannya tidak cuma dari Banjarmasin. Melainkan dari Batulicin, hingga kota-kota di provinsi tetangga. Andra juga menyewakan puluhan koleksinya. Paling sering untuk acara kelulusan sekolah. Biaya sewanya dari Rp300 ribu sampai Rp800 ribu.

"Pas musim graduation day kemarin, anak-anak SMA beramain-ramai menyewa koleksi saya," ujarnya.

Adapula yang datang untuk keperluan kompetisi. Terutama penentuan duta.

Ide membuat gaun bisa datang dari mana saja. Bahkan ketika Andra berkendara. Saat ini yang sedang ngetren adalah gaun span dengan tambahan layer bongkar pasang. "Gaun ini multifungsi. Bisa dengan memakai gaun spannya saja ataupun lengkap dengan layernya," jelas Andra.

Andra terinspirasi dari Anaz Khairunnas. Desainer kondang Indonesia, langganan para para kontestas ratu sejagat. Meski begitu, dia tetap mengutamakan ciri khasnya. Yakni dengan tambahan batu menyerupai swarovski. "Biar kesan gaun itu jadi hidup kalau di bawa ke panggung," ujarnya.

Agar bisa bersaing dengan desainer lain, Andra mengunggulkan segi pelayanan. Tepat waktu jadi modalnya mencari pelanggan. Ia bahkan berani menolak tawaran jahitan. Ketika itu dirasa terlalu mepet dengan deadline ataupun orderan penuh. Dalam sebulan, dirinya cuma menerima 15 pesanan gaun.

"Saya takut dianggap membohongi pelanggan karena bajunya ngaret tidak sesuai janji. Makanya kami beri batasan," pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 12:10

Serunya Lomba Bakisah Bahasa Banjar di Siring Pierre Tendean

Lomba Bakisah Bahasa Banjar dari Ombudsman Kalsel mengundang gelak tawa sekaligus ironi. Memperlihatkan…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:24

Di Belakang Layar Seorang Dalang: Hidupnya Tak Sekocak Wayangnya

Orang Kalimantan hanya mengenal satu Wayang Kulit. Namanya Wayang Kulit Banjar. Di pedesaan Hulu Sungai,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .