MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 24 Mei 2018 12:59
Menolak Lupa, Bukan Mengungkit Luka
TERKAPAR: Lelaki dan perempuan dengan tubuh coreng-moreng rebah di depan Pasar Wadai Banjarmasin dalam puncak aksi teatrikal memperingati Jumat Kelabu. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, SANGGAR Titian Barantai dari Universitas Islam Kalimantan layak mendapat acungan jempol. Sejak tahun 2001, setiap 23 Mei tiba, mereka menggelar aksi teatrikal untuk memperingati Jumat Kelabu. Tradisi yang tak pernah putus sepanjang 17 tahun terakhir.

Seperti kemarin (23/5), aksi yang memadukan antara teater jalanan, orasi dan puisi itu kembali digelar. Dimulai pada jam empat sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Bedanya, jika tahun sebelumnya digelar dari perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan berakhir di halaman Mitra Plaza di Jalan Pangeran Antasari. Kali ini, peserta aksi memilih Pasar Wadai Ramadan di Jalan RE Martadinata.

Ketua Sanggar Titian Barantai, Liko Anshari menilai aksi mereka selama ini acapkali disalahpahami. "Bukan maksud kami untuk mengungkit luka lama. Sama sekali bukan. Kami ingin menegaskan sikap menolak lupa," ujarnya.

Sebagian dari mahasiswa dan mahasiswi ini mungkin belum lahir saat Jumat Kelabu meletus pada tahun 1997. Sebagian lagi mungkin baru saja lahir. Mereka tak memiliki pengalaman nyata atas tragedi itu. Hanya mengetahuinya dari bahan bacaan dan arsip foto.

Namun, angka dan data sudah lebih dari cukup. Tercatat 123 tewas dan 179 dinyatakan hilang. Belum terhitung gereja, kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, bioskop, rumah warga, dan kendaraan bermotor yang dibakar.

"Kerusuhan itu sudah berlalu 21 tahun lalu. Tapi gara-gara kerusuhan itu, Banjarmasin seolah-olah mundur 20 tahun ke belakang. Sulit sekali untuk pulih," jelas Liko.

Mereka berharap lewat aksi sederhana ini masyarakat tidak akan melupakan Jumat Kelabu. Dijadikan pelajaran berharga untuk masa depan. Bahwa dalam situasi sepanas dan setegang apapun, semuanya menyadari kerusuhan hanya akan mendatangkan penderitaan.

"Kami tidak sanggup mengawal pengusutan tuntas atas kasus pelanggaran HAM sebesar ini. Setidak-tidaknya, kami bisa mengingatkan agar jangan sampai terulang," tegasnya.

Aksi ini jelas menyedot perhatian pengendara dan pengunjung Pasar Wadai. Banyak yang singgah untuk menonton dan menjepretnya dengan kamera ponsel.

Dalam aksi ini, lelaki dan perempuan yang tubuhnya coreng-moreng dengan cat hitam dan merah, saling mengejar dan bergumul. Hingga akhirnya semua rebah ke jalan. Diselubungi oleh kain hitam besar. Tirai ini merupakan simbol pemakaman atas ratusan korban yang ditelan tragedi tersebut. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 14:07

Ketiga Kalinya, Bupati Balangan Raih Penghargaan Peduli HAM

PARINGIN - Bupati Balangan H Ansharuddin, Selasa (11/12) kemarin menerima…

Kamis, 13 Desember 2018 14:00

Hanya 36 Km, Lebih Pendek Dari Tahun Sebelumnya

BANJARMASIN – Hanya ada 36 kilometer ruas jalan yang diperbaiki…

Kamis, 13 Desember 2018 13:38

Warga Temukan Bekantan di Pematang Sawah

AMUNTAI – Warga Desa Rantau Karau Hulu, Sungai Pandan menemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:30

Ibu Bekerja, Anak Penderita Hydrocepalus Diletakan di Pinggir Jalan

PELAIHARI-Pengendara motor dan mobil di Jalanan Jorong, Tanah Laut dihebohkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:36

Resmi Disumpah, Anggota KAI kalsel Bertambah Tujuh Orang

BANJARMASIN – Bertambah lagi advokat di Kalsel. Tujuh anggota Kongres…

Kamis, 13 Desember 2018 11:04

600 Calon Siswa Sekolah Inspektur Polisi Jalani Cek Kesehatan

BANJARMASIN - Ratusan calon peserta seleksi pendidikan pengembangan Polri menjalani…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Hasan Basri Membantah Bila Pemko Mengabaikan Penghuni Kolong Jembatan (2)

KELUHAN penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari bahwa mereka diabaikan pemko…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Mereka Hanya Bisa Pasrah Ketika Tempat Tinggalnya Dipagari Petugas (1)

Pemagaran kolong Jembatan Pangeran Antasari menyedot perhatian masyarakat. Ada delapan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:28

Pemko Banjarmasin Terima 465 Aduan Online Sepanjang Tahun 2018

SEPANJANG tahun 2018, pemko telah menerima 465 aduan online. Keluhan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:20

Penggodokan Perda Lingkungan Hidup Tuntas, Begini Isinya

BANJARMASIN - Penggodokan Raperda tentang Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .