MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 24 Mei 2018 13:29
MSAM Komitmen Bangun Ekonomi dan Mental-Spritual

Kontribusi, Tak Sekadar Investasi

KAMPUNG AGAMIS: Pelajar putri keluar dari masjid yang berdampingan dengan rumah tahfidz di Desa Sungai Pasir, Pulau Laut tengah. | Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Muhammad Akbar terbata berkisah. Beberapa tahun silam dia menamatkan SMP. "Maunya jadi tentara tapi tidak ada biaya," tuturnya kepada Radar Banjarmasin, Rabu (23/5) kemarin.

Sama seperti pemuda di Desa Selino Kecamatan Pulau Laut Tengah lainnya, putus sekolah artinya menganggur. Kerja serabutan, kadang ikut panen padi, kadang masuk hutan mencari kayu. Apa saja asal halal.

Luntang-lantung anak nelayan ini. Ingin bekerja di perusahaan atau pemerintahan ijazahnya hanya SMP. Akbar berperawakan sedang, badannya tegap, sehat. Sinar matanya bersemangat.

Di pertengahan 2017, Multi Sarana Agro Mandiri, perusahaan perkebunan kelapa sawit masuk ke Pulau Laut Tengah. Penerimaan pekerja besar-besaran. Syaratnya tidak neko-neko. Cukup KTP, KK dan nomor rekening bank.

Akbar ikut, dan diterima. Dia bersama ratusan warga lainnya bekerja di MSAM. Gaji awal di atas Upah Minimum Provinsi. Meski kerja di lapangan, tapi punya penghasilan tetap membuat Akbar mampu menata hidup.

Belum lama tadi dia bahkan sudah punya kendaraan motor laki. Motor yang lama dia idam-idamkan. Bukan cuma Akbar, banyak pemuda di Pulau Laut Tengah sekarang punya sepeda motor baru, ada kontan dan sebagian besar kredit.

Penghasilan di MSAM yang lumayan bahkan membuat Syahrul peraih titel sarjana agama di STIT Darul Ulum Kotabaru pindah kerja. Dulu dia kerja kantoran di desa. Sekarang di lapangan bersama-sama Akbar.

Sebenarnya Syahrul ditawari kerja di kantor MSAM. Namun pemuda itu memilih di lapangan. Alasannya, lebih suka di lapangan. Bosan di kantor. Toh gaji karyawan lapangan dan kantor kata dia tidak beda jauh.

Supiyono warga Desa Selino melihat masuknya MSAM menjadi peluang usaha. Dulu katanya, pemuda pengangguran alias kerja serabutan banyak. Sekarang sudah punya gaji tetap. Supiyono pun memutuskan buka usaha diler motor tepatnya lima bulan lalu.

Setahunan ini kata Supiyono, beberapa desa sekitar banyak masuk kendaraan baru. Dia perkirakan jumlahnya lebih seratus buah. Beberapa adalah model kendaraan laki terbaru.

Bukan cuma roda dua. Hape juga. "Bagus-bagus sekarang hape anak-anak itu," kata pria Jawa yang beristri wanita Bugis di Selino itu.

Beny Sutanto, Arjuna dan beberapa warga lainnya membenarkan. Hanya mereka berharap, MSAM perusahaan milik pengusaha lokal itu bisa memberikan jaminan bagi masa depan. Tidak ada PHK dan sejenisnya.

Sementara itu, para orang tua di kampung mendengar jika MSAM akan membangun pesantren dan memperbaiki masjid. "Di sini anak-anak banyak yang belajar agama di rumah tahfidz," kata Badri tokoh tua di Selino.

Dari pantauan wartawan di lapangan, rumah tahfidz ada Selino dan Sungai Pasir. Kata Badri lagi, warga di sana masih agamis. Banyak anak-anak yang diminta orang tuanya masuk pesantren. Sehingga kabar MSAM akan bangun pesantren disambut baik.

Camat Pulau Laut Tengah Melinda Agustina dihubungi via seluler membenarkan, masuknya investasi di Pulau Laut Tengah memberikan efek domino bagi masyarakat lokal. "Saya dengar ATM di sini sering kehabisan uang. Juga mesinnya sering rusak, mungkin keseringan dipakai warga," ujarnya.

Pun begitu, dia meminta investasi yang masuk di Pulau Laut Tengah tidak melulu berbicara serapan tenaga kerja. Tapi juga mampu memberikan dampak positif dalam artian luas. Misalnya program CD CSR yang menunjang potensi Pulau Laut Tengah di bidang wisata dan agrobisnis.

Untuk agrobisnis dan wisata kata dia, MSM sudah membuka komunikasi. "Mereka ada bilang akan menanam kebun durian. Tinggal nanti diresmikan."

Konsep wisata dan agrobisnis kata dia memang harus dikembangkan di Pulau Laut Tengah. Mengapa? Jika jembatan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan jadi, maka kata Melinda Pulau Laut Tengah yang jadi lokasi pembangunan jembatan mesti mampu menarik warga tetangga datang.

"Kan kalau di Batulicin ada mall misalnya, maka warga di sini akan nyeberang ke sana. Makanya Pulau Laut Tengah mesti punya ikon yang mampu menarik wisatawan," kata Camat yang sedang membangun wisata hutan dan kebun tepat di samping kantornya itu.

Melinda melanjutkan, mengenai anggapan masyarakat di Selino yang religius dia membenarkan. "Bukan cuma Selino. Merata sih kalau di sini. Di Pantai Baru juga bagus."

Apa itu MSAM? Dalam siaran pers-nya, perusahaan ini merupakan grup dari Eshan Agro Sentosa (EAS). MSAM memiliki izin perkebunan di Pulau Laut Tengah. Perusahaan ini dimiliki pengusaha lokal H Andi Syamsudin Arsyad akrab disapa Haji Isam.
Total lahan yang sudah ditanam sawit lebih dari lima ribu hektare, dengan jumlah pekerja sekarang mencapai 1.119 karyawan, yang 90 persennya adalah warga lokal.

Jumlah pekerja akan meningkat dua kali lipat jika semua lahan sudah ditanam dan dibangunnya pabrik CPO dengan kapasitas 60 ton per jam. Dana investasi kebun inti MSAM sekitar Rp810 Miliar, dan lahan plasma Rp110 Miliar.

EAS sendiri sekarang memiliki land bank sekitar 200.000 hektare. Berada di Kalsel, Kalteng dan Kaltim. Yang sudah ditanam mencapai 48.166 hektare. Perusahaan sudah memiliki dua pabrik CPO. Kapasitas 105 ton per jam di Kalsel, dan sedang dibangun kapasitas 60 ton per jam di Kaltim.

Dirut EAS Kusdi Sastro Kidjan kepada Radar Banjarmasin mengatakan, sebagai perusahaan yang dimiliki pengusaha lokal, pihaknya akan memaksimalkan program-program pemberdayaan untuk menunjang kesejahteraan warga. Tidak terkecuali dalam bidang agama dan pendidikan.

Rencana pesantren di Selino kata dia berawal dari permintaan masyarakat di sana. Pesantren nanti kata dia bukan hanya membangun fisik. Juga peningkatan kualitas pengajarnya melalui program-program peningkatan mutu pendidikan agama.

Kusdi menekankan, kehadiran MSAM di Pulau Laut nanti bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi lokal dan nasional, dari sektor usaha perkebunan atau wisata dan agrobisnis seperti pembukaan lahan untuk tanaman buah unggul di Pulau Laut Tengah. Juga berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental warga dalam artian luas. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 18:33

Bagi Bupati ini, Radar Banjarmasin Penyemangat Pengelolaan Lingkungan  

TANJUNG -- Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani tersenyum ketika melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 13:16

Spanduk dan Baliho Dimana-Mana, Pemandangan Kota Makin Semrawut

BANJARMASIN - Musim kampanye tiba, pemandangan kota pun semrawut. Spanduk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:08

DBD Capai Dua Ribu Kasus di Tahun 2018

BANJARMASIN - Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah…

Kamis, 17 Januari 2019 12:59

Berita Duka, Mukhtar Sarman Tutup Usia

BANJARBARU - Dunia pendidikan Banua sedang berduka. Dosen Fakultas Ilmu…

Kamis, 17 Januari 2019 12:55

Pergantian Komandan Korem 101/Antasari

Komandan Korem 101/Antasari kini dijabat Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.…

Kamis, 17 Januari 2019 11:25

Penyandang Disabilitas Daftarkan Diri Sebagai Relawan Demokrasi KPU

BANJARBARU - Sejak dibuka dari tanggal 11 Januari lalu. Pendaftaran…

Kamis, 17 Januari 2019 11:20

Hati-Hati!! DLH Akan Mulai Terapkan Sanksi Perda Sampah

BANJARBARU - Sukses meraih Penghargaan Adipura tahun 2018. Pemko Banjarbaru…

Kamis, 17 Januari 2019 11:14

Pihak Ketiga Tidak Lagi Dilibatkan

BANJARBARU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Perparkiran yang…

Kamis, 17 Januari 2019 10:25

Polemik Pajak Tempat Hiburan Malam

Pada sidak ke THM beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 10:15

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang Tahun 2018

BANJARMASIN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*