MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 25 Mei 2018 15:36
1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan
Gus Jam

PROKAL.CO, Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan Ponpes Raudhatut Thalibin di Kecamatan Pulau Laut Timur, sekitar 60 kilometer dari pusat kota.

Sore jelang Ramadan, Radar Banjarmasin menyempatkan diri mengunjungi Ponpes yang berada di tengah hamparan kebun kelapa sawit itu. Tidak ada pagar pesantrennya, asrama santri dan santriwati hanya dibatasi masjid dan rumah Gus Jam.

Usai salat Ashar beberapa santri muda menyetor hapalan ayat Quran di hadapan Gus Jam. Tidak lama, rutinitas itu usai. Gus Jam masuk ke rumah. Dua orang santri dewasa asyik merokok. "Ini rokok dari Bapak," kata Santri ditanya darimana dapat rokok.

Bapak yang dia maksud adalah Gus Jam. Baru ini Radar Banjarmasin mendengar santri manggil bapak ke pimpinan Ponpes.

Rohim santri senior kemudian bercerita banyak. Dia sudah tahunan di sana. Raudhatut Thalibin baru berusia sekitar 10 tahun. Tapi perkembangannya cukup pesat. Selain masjid dan asrama, sekarang Ponpes sudah memiliki beberapa hektare kebun kelapa sawit.

Gus Jam kata dia tidak ribet. Rokok dibagi, makanan dibagi, dipanggil Bapak pun tak jadi soal. "Santai. Kalau libur kami biasa diajak naik pikap, mancing ke laut atau sungai. Itu berkesan sekali," ujarnya seraya mengebulkan asap rokok.
"Rokok untuk santri yang merokok saja. Itu juga kalau ada rokoknya, kalau gak ada, ya sama-sama gak merokok," ujarnya tersenyum. Cangkir kopi menemani Gus Jam dan Radar Banjarmasin.

Penasaran soal panggilan bapak, Radar Banjarmasin menanyakannya. "Gimana ya? Saya memang tidak ada instruksikan santri manggil saya apa. Ada yang panggil bapak, ayah, suka-suka mereka."

Bagi Gus Jam, dia dan santri hanya sebatas guru dan murid. "Di sini cuma mengenalkan agama. Belajar mengaji. Itu saja."

Dia mengaku tidak banyak aturan. Santri dibiarkan berkembang sesuai usia mereka. Tidak banyak larangan ini itu. Tapi kata dia, justru para santri hampir tidak pernah buat masalah. "Kalau nakal ya namanya anak-anak ya nakal. Biasa itu."

Gus Jam menyebut, suasana keluarga memang diutamakan di sana. Senioritas dalam bentuk simbol ditiadakan atau diminimalisir. "Mancing cuma hiburan sama mereka. Lagian di ujung kampung begini, kemana lagi kami kalau hiburan," ucapnya tertawa.

Meski tidak berpagar, tapi bukan berarti Gus Jam tidak menerapkan aturan untuk meniadakan gangguan keamanan. Salah satunya adalah dengan menyimpan hape para santri. Santri bisa ambil hape sekali dalam seminggu, untuk kontak keluarga.

Sejauh ini katanya meski tidak berpagar, kehidupan santri aman saja. Hubungan antara santri dan santriwati juga berjalan normal. Seperti keluarga besar.

Fitri santriwati yang tinggal tidak jauh dari Ponpes, mengaku kerasan. Dia mondok sembari sekolah. Pagi ke sekolah, pulang sekolah ke pondok. Orang tua menitipkannya, supaya bisa belajar agama lebih baik.

Sore itu, bersama beberapa santriwati lainnya, Fitri menyiram sayur di ladang Ponpes. Dia juga mengaku paling suka jika berangkat ramai-ramai memancing. "Bisa dapat pepuyu, haruan juga," ucapnya nyaring.

Ikan-ikan tangkapan, malamnya mereka masak. Makan sama-sama. Amelia, santriwati usia taman kanak-kanak yang memanggil Gus Jam dengan panggilan ayah, mengaku pernah ketulangan pepuyu goreng.

Melihat Ponpes yang begitu sederhana, tanpa banyak aturan ketat yang membuat santri terkungkung, Radar Banjarmasin sempat menanyakan motivasi Gus Jam. "Tidak ada. Semua mengalir saja. Saya waktu pertama ke sini, yang saya bangun pertama masjid." (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 14:24

Wabup Hadiri Rakornas Kemendesa PDTT

PARINGIN --- Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa), melalui…

Kamis, 15 November 2018 14:22

Batumandi Menuju Kecamatan Sayang Ibu

PARINGIN --- - Tim pembinaan dan monitoring Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Provinsi Kalsel tahun 2018, Selasa,…

Kamis, 15 November 2018 14:16

Desa Baramban Wakili Balangan di P2WKSS

PARINGIN --- //KUNJUNGAN : Ketua TP PKK Balangan Nursidah Ansharuddin (empat dari kanan) memperkenalkan…

Kamis, 15 November 2018 11:50

Mimpikan Sudimampir Seperti Tanah Abang

WAKIL Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah memimpin rapat tertutup di ruang Sekdako Banjarmasin, Balai…

Kamis, 15 November 2018 11:43

Gagal Uji Emisi Tak Ada Sanksi, Ini Kata Wahyu Hadi Cahyono

BANJARMASIN – Puluhan kendaraan roda empat gagal melewati uji emisi. Artinya, para pemilik mobil…

Kamis, 15 November 2018 11:30

AWAS Jangan Merokok Ditempat Umum, Ini Alasannya

LIMA tahun silam, Pemko Banjarmasin menerbitkan Perda No 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).…

Kamis, 15 November 2018 11:20

AKUR...! Beda Pilihan, Tetap Bersaudara

BANJARMASIN - 2019 akan menjadi tahun politik di Indonesia. Ada perhelatan pemilu legislatif dan pemilihan…

Kamis, 15 November 2018 10:26

Ini Alasan Bupati Tanbu Minta Wanita untuk Berinovasi

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menerima kunjungan tim evaluasi Penilai Lomba Program Terpadu…

Kamis, 15 November 2018 10:19

APKASI Perjuangkan Tuntutan Tenaga Honorer

BATULICIN - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (APKASI) Mardani H Maming, memberikan arahan…

Kamis, 15 November 2018 10:13

Wariskan Nilai Perjuangan Dan Patriotisme

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan upacara gabungan dalam rangka memperingati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .