MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 25 Mei 2018 15:36
1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan
Gus Jam

PROKAL.CO, Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan Ponpes Raudhatut Thalibin di Kecamatan Pulau Laut Timur, sekitar 60 kilometer dari pusat kota.

Sore jelang Ramadan, Radar Banjarmasin menyempatkan diri mengunjungi Ponpes yang berada di tengah hamparan kebun kelapa sawit itu. Tidak ada pagar pesantrennya, asrama santri dan santriwati hanya dibatasi masjid dan rumah Gus Jam.

Usai salat Ashar beberapa santri muda menyetor hapalan ayat Quran di hadapan Gus Jam. Tidak lama, rutinitas itu usai. Gus Jam masuk ke rumah. Dua orang santri dewasa asyik merokok. "Ini rokok dari Bapak," kata Santri ditanya darimana dapat rokok.

Bapak yang dia maksud adalah Gus Jam. Baru ini Radar Banjarmasin mendengar santri manggil bapak ke pimpinan Ponpes.

Rohim santri senior kemudian bercerita banyak. Dia sudah tahunan di sana. Raudhatut Thalibin baru berusia sekitar 10 tahun. Tapi perkembangannya cukup pesat. Selain masjid dan asrama, sekarang Ponpes sudah memiliki beberapa hektare kebun kelapa sawit.

Gus Jam kata dia tidak ribet. Rokok dibagi, makanan dibagi, dipanggil Bapak pun tak jadi soal. "Santai. Kalau libur kami biasa diajak naik pikap, mancing ke laut atau sungai. Itu berkesan sekali," ujarnya seraya mengebulkan asap rokok.
"Rokok untuk santri yang merokok saja. Itu juga kalau ada rokoknya, kalau gak ada, ya sama-sama gak merokok," ujarnya tersenyum. Cangkir kopi menemani Gus Jam dan Radar Banjarmasin.

Penasaran soal panggilan bapak, Radar Banjarmasin menanyakannya. "Gimana ya? Saya memang tidak ada instruksikan santri manggil saya apa. Ada yang panggil bapak, ayah, suka-suka mereka."

Bagi Gus Jam, dia dan santri hanya sebatas guru dan murid. "Di sini cuma mengenalkan agama. Belajar mengaji. Itu saja."

Dia mengaku tidak banyak aturan. Santri dibiarkan berkembang sesuai usia mereka. Tidak banyak larangan ini itu. Tapi kata dia, justru para santri hampir tidak pernah buat masalah. "Kalau nakal ya namanya anak-anak ya nakal. Biasa itu."

Gus Jam menyebut, suasana keluarga memang diutamakan di sana. Senioritas dalam bentuk simbol ditiadakan atau diminimalisir. "Mancing cuma hiburan sama mereka. Lagian di ujung kampung begini, kemana lagi kami kalau hiburan," ucapnya tertawa.

Meski tidak berpagar, tapi bukan berarti Gus Jam tidak menerapkan aturan untuk meniadakan gangguan keamanan. Salah satunya adalah dengan menyimpan hape para santri. Santri bisa ambil hape sekali dalam seminggu, untuk kontak keluarga.

Sejauh ini katanya meski tidak berpagar, kehidupan santri aman saja. Hubungan antara santri dan santriwati juga berjalan normal. Seperti keluarga besar.

Fitri santriwati yang tinggal tidak jauh dari Ponpes, mengaku kerasan. Dia mondok sembari sekolah. Pagi ke sekolah, pulang sekolah ke pondok. Orang tua menitipkannya, supaya bisa belajar agama lebih baik.

Sore itu, bersama beberapa santriwati lainnya, Fitri menyiram sayur di ladang Ponpes. Dia juga mengaku paling suka jika berangkat ramai-ramai memancing. "Bisa dapat pepuyu, haruan juga," ucapnya nyaring.

Ikan-ikan tangkapan, malamnya mereka masak. Makan sama-sama. Amelia, santriwati usia taman kanak-kanak yang memanggil Gus Jam dengan panggilan ayah, mengaku pernah ketulangan pepuyu goreng.

Melihat Ponpes yang begitu sederhana, tanpa banyak aturan ketat yang membuat santri terkungkung, Radar Banjarmasin sempat menanyakan motivasi Gus Jam. "Tidak ada. Semua mengalir saja. Saya waktu pertama ke sini, yang saya bangun pertama masjid." (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:24
Berita Tabalong

PKK Tabalong Dapat 13 Piala di Jambore PKK Kalsel

TANJUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong sukses besar…

Kamis, 20 September 2018 09:07

HARUS TEGAS..! Aturan Kawasan Tanpa Rokok Masih Longgar

BANJARMASIN - Penerapan perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) banyak pengecualian. Diketuk sejak tahun…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan…

Kamis, 20 September 2018 08:58

Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum

Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Festival Pasar Rakyat Angkat Derajat Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Sayang sekali, keberadaannya…

Kamis, 20 September 2018 08:50

Tak Cuma Jadi Bandar, Asbullah Juga Sediakan Tempat Hisab Sabu

BANJARMASIN - Bisnis terlarang Asbullah (45) terendus polisi. Pria ini selain menjadi pengedar, juga…

Kamis, 20 September 2018 08:46

WADUH..!! Sambil Gituan, PSK ini Sempat Curi Uang Pelanggannya

BANJARMASIN - Putri Ayu Rahimah alias Putri (18),  warga Jalan Kelayan A Gang 12 Banjarmasin Selatan,…

Kamis, 20 September 2018 08:41

Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Disita

BANJARMASIN - Puluhan kardus berisikan rokok tanpa dilekati pita cukai disita personel Polsek Kawasan…

Kamis, 20 September 2018 08:29
Pemko Banjarbaru

30 Balita di Posyandu Bunga Tanjung Divaksin MR

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Camat Liang Anggang M Subli dan…

Kamis, 20 September 2018 08:22
Parlementaria

Deklarasi Damai Jangan Hanya Jadi Seremonial

BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru dengan berbagai instansi terkait lainnya baru saja melaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .