MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54
Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai
ROBOHKAN: Satpol PP saat membongkar bangunan di Jalan Teluk Kelayan, sebelum Ramadan. Dari 175 persil bangunan yang dibebaskan, rupanya masih ada satu persil yang bermasalah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan yang dibebaskan sepanjang tahun 2015 sampai 2017, satu warga mengklaim belum menerima uang ganti rugi secara penuh.

Merasa haknya sudah dizalimi pemko, dibantu sejumlah pengunjuk rasa, Kamis (24/5) tadi Balai Kota diserbu. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kemudian menugaskan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifudin untuk membereskan masalah tersebut.

Ditemui kemarin (25/5), Fanani tampak santai. Dia bergeming dari tuntutan warga. "Dokumen yang dipegang pemko lengkap. Makanya saya terlihat tenang-tenang saja menghadapi tuntutan tersebut," ujarnya.

Pemilik tanah atas nama Djainuddin, warga Jalan Kelayan B RT 26. Dia sudah menerima uang ganti rugi sebesar Rp216 juta untuk tanah seluas 120 meter persegi. Ditambah Rp80 juta untuk bangunan rumah di atasnya.

Djainuddin kemudian menagih sisa sebesar Rp66 juta untuk tanah seluas 37 meter persegi. Sisa lahan yang disebutnya luput dari perhitungan pemko.

Fanani kemudian coba merunut kronologi masalah. Pada awal pembebasan dimulai, tiga tahun lalu, pemko dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) menggelar pengukuran. Karena sesuatu hal, Djainuddin belum bisa menunjukkan dokumen kepemilikan tanah.

Pengukuran kemudian dilakukan hanya berdasar keterangan lisan Djainuddin. "Beliau menunjuk-nunjuk dengan tangan, dimana saja patok tanahnya berada. Lalu keluar hasil pengukuran seluas 157 meter persegi," ujarnya.

Belakangan, saat negosiasi harga ganti rugi, Djainuddin menyerahkan dokumen kepemilikan tanah. Berupa surat sporadik tertanggal 3 Mei 2010 yang diteken oleh Lurah Kelayan Barat. Surat dengan Nomor 70/pem/KBT/BS/V/2010 ini juga melampirkan peta posisi tanah. Yang berada persis di persimpangan Jalan Teluk Kelayan dengan Gang Sejarah Bakti.

"Nah, dalam dokumen ini rupanya tercantum keterangan luas tanah. Luasnya 120 meter persegi. Secara logis, tim pengadaan lahan jelas lebih memilih menjadikan dokumen itu sebagai acuan ganti rugi," imbuhnya.

Djainuddin rupanya kecewa. Dia tetap ngotot berpegang pada hasil pengukuran awal. Fanani menegaskan, pemko siap membayarkan tuntutan Djainuddin. Dengan syarat ada bukti baru yang bisa menjadi penguat keterangannya. Sehingga pembayaran bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Seusai unjuk rasa, Fanani dan Djainuddin bertatap muka dalam ruangan tertutup. Dalam kesempatan ini, belum juga ada dokumen baru yang bisa meyakinkan Fanani.

"Pemko tidak mau membayar bukan karena tidak punya duit atau pelit. Melainkan karena tidak ada bukti yang menjadi dasar penggunaan anggaran," tegasnya.

Namun, Fanani masih berbaik hati. Pemko belum mengambil putusan akhir. Dia menyatakan akan menelusuri kasus ini jauh ke belakang. Mencari pengukur, pembuat surat sporadik, dan lurah yang menandatangani surat tersebut pada tahun 2010. "Semuanya akan duduk satu meja. Saya ingin menyimak cerita di balik surat sporadik ini. Setelahnya baru masalah ini diputuskan," pungkasnya.

Pembebasan permukiman di bantaran Sungai Martapura itu guna dua keperluan proyek. Untuk lanjutan pembangunan siring dan pembangunan rusunawa (rumah susun sewa). Perkembangan terakhir, sebelum Ramadan tadi, Satpol PP membongkar dan merobohkan sejumlah bangunan warga di Jalan Teluk Kelayan yang masih tegak berdiri. (fud/at/fud)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 14:25

Ini Calon Kuat Penjabat Bupati HSS

KANDANGAN – Masa jabatan bupati dan wakil bupati periode 2013-2018 Achmad Fikry-Ardiansyah resmi…

Selasa, 19 Juni 2018 14:06

Siap-siap, Puncak Arus Balik Akan Terjadi Pada Tanggal ini

BANJARMASIN - Memasuki H+3 Idul Fitri, lonjakan penumpang di Terminal Pal Enam belum seberapa. Puncak…

Selasa, 19 Juni 2018 13:56

Mobil Perpustakaan Keliling Menyapa Kota Banjarbaru

BANJARBARU - Jika sederet aparatur Sipil Negara (ASN) sibuk menikmati cuti panjang, pasukan layanan…

Selasa, 19 Juni 2018 13:11

Duarrr..!! Gini Nih Serunya Perang Meriam Karbit di Barabai

BARABAI - Berbagai cara dilakukan umat muslim untuk merayakan kegembiraan di Hari Raya Idulfitri. Seperti…

Selasa, 19 Juni 2018 11:33
Parlementaria

Lebaran, Momentum Kembali pada Fitrah Manusia

BANJARBARU - Menjalani perayaan Idulfitri 1439 Hijriah, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, AR Iwansyah mewanti-wanti…

Selasa, 19 Juni 2018 11:28
Pemko Banjarbaru

Lensa Foto Pemko Banjarbaru Sepekan

BERPRESTASI: Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya memberikan hadiah Umrah kepada Pegawai PDAM Intan…

Selasa, 19 Juni 2018 10:18

Bupati dan Wabup Tanbu Hadiri Open House Gubernur

BATULICIN – Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Wabup Tanbu H Sudian Noor menghadiri acara open…

Selasa, 19 Juni 2018 10:02

Pencinta Salawat Tanbu Gelar Lomba Indahnya Ramadan

BATULICIN - Komunitas Pencinta Salawat Tanah Bumbu menggelar Event Indahnya Ramadan Festival Anak Saleh.…

Senin, 18 Juni 2018 16:29
Parlementaria Balangan

Unsur Pimpinan DPRD Balangan Gelar Open House

PARINGIN - Unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, menggelar open…

Senin, 18 Juni 2018 14:17

Siring dan Menara Pandang Jadi Pilihan Warga Kota Menikmati Liburan

BANJARMASIN - Dua hari pasca lebaran, sejumlah kawasan wisata di Banjarmasin ramai diserbu wisatawan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .