MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 27 Mei 2018 17:37
Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L
BOBROK: Kondisi Mes L yang bobrok, penuh coretan cat semprot, gelap dan diselimuti tumbuhan jalar. Tahun ini, Pemko berencana merehabnya setelah walikota menandatangani MoU pinjam pakai bersama Mabes TNI, kemarin. | Foto: Sutrisno / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes TNI. Kini, Dinas PUPR Banjarbaru mulai melakukan persiapan untuk merehab bangunan terletak di pertigaan Jalan Garuda dan Jalan Merpati, Kelurahan Komet itu.

Kepala Dinas PUPR Banjarbaru Jaya Kreshna mengatakan, pengerjaan rehab Mes L bakal dilaksanakan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp3 miliar. "Sekarang kami masih membuat perencanaannya. Kemungkinan bulan Juli baru dilakukan lelang," katanya.

Dia menambahkan, usai pemenang lelang ditetapkan, pengerjaan fisik kemungkinan mulai dilakukan pada bulan Agustus. "Paling cepat Agustus mulai pengerjaan fisik. Kami targetkan akhir tahun sudah selesai," tambahnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Jaya ini mengungkapkan, bangunan yang berada persis di belakang Museum Lambung Mangkurat itu akan direhab seperti bentuknya semula. Jadi, ada beberapa bagian yang masih digunakan. "Kita punya fotonya zaman dulu, kami usahakan direhab sama seperti dulu," ungkapnya.

Mes L juga bakal dilengkapi panggung untuk kegiatan kesenian. Sehingga, barak peninggalan pekerja Uni Soviet (sekarang Rusia) itu nantinya dapat dijadikan tempat kongkow seniman dan budayawan sebagai alternatif dari Minggu Raya.

Bangunan dikenal angker itu sendiri disebut mes L, karena membentuk huruf L. Mes L dibangun tak lama setelah kemerdekaan Indonesia.

Bangunan di atas tanah seluas 1,3 hektare itu dulunya penginapan pekerja Uni Soviet. Kala itu, Presiden Soekarno memang sedang mesra-mesranya dengan negara komunis seperti Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok.

Ketika tragedi 30 September 1965 pecah, kerja sama dengan Soviet pun bubar. Mes L akhirnya ditinggalkan penghuninya. (ris/ij/ram)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 14:07

Ketiga Kalinya, Bupati Balangan Raih Penghargaan Peduli HAM

PARINGIN - Bupati Balangan H Ansharuddin, Selasa (11/12) kemarin menerima…

Kamis, 13 Desember 2018 14:00

Hanya 36 Km, Lebih Pendek Dari Tahun Sebelumnya

BANJARMASIN – Hanya ada 36 kilometer ruas jalan yang diperbaiki…

Kamis, 13 Desember 2018 13:38

Warga Temukan Bekantan di Pematang Sawah

AMUNTAI – Warga Desa Rantau Karau Hulu, Sungai Pandan menemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:30

Ibu Bekerja, Anak Penderita Hydrocepalus Diletakan di Pinggir Jalan

PELAIHARI-Pengendara motor dan mobil di Jalanan Jorong, Tanah Laut dihebohkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:36

Resmi Disumpah, Anggota KAI kalsel Bertambah Tujuh Orang

BANJARMASIN – Bertambah lagi advokat di Kalsel. Tujuh anggota Kongres…

Kamis, 13 Desember 2018 11:04

600 Calon Siswa Sekolah Inspektur Polisi Jalani Cek Kesehatan

BANJARMASIN - Ratusan calon peserta seleksi pendidikan pengembangan Polri menjalani…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Hasan Basri Membantah Bila Pemko Mengabaikan Penghuni Kolong Jembatan (2)

KELUHAN penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari bahwa mereka diabaikan pemko…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Mereka Hanya Bisa Pasrah Ketika Tempat Tinggalnya Dipagari Petugas (1)

Pemagaran kolong Jembatan Pangeran Antasari menyedot perhatian masyarakat. Ada delapan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:28

Pemko Banjarmasin Terima 465 Aduan Online Sepanjang Tahun 2018

SEPANJANG tahun 2018, pemko telah menerima 465 aduan online. Keluhan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:20

Penggodokan Perda Lingkungan Hidup Tuntas, Begini Isinya

BANJARMASIN - Penggodokan Raperda tentang Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .