MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42
Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara
PENGACARA: Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra dalam salah satu kesempatan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi yang dihadirkan Pemprov Kalsel dalam sidang lanjutan gugatan PT Sebuku Group terhadap SK Gubernur Kalsel, Jumat (25/5) malam.

Saksi ahli yang dihadirkan Pemprov adalah Prof Zudan Arif Fakrulloh, dia adalah mantan Kepala Kepala Biro Hukum Sekjen Kemendagri dan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI. Perdebatan mereka sempat membuat gaduh persidangan, karena teriakan dari pengunjung sidang.

Dalam keterangannya kepada majelis hakim, Zudan menjelaskan, bahwa Gubernur Kalsel sudah tepat dan sah menerbitkan SK pencabutan izin usaha pertambangan tiga anak perusahaan di bawah PT Sebuku Group itu.
“ Apalagi jika sudah ada analisa yang bakal merugikan dampak lingkungan,” terang Zudan yang mengatakan selama tak menentang aturan di atasnya maka pencabutan bisa dilakukan.

Zudan sempat diseret kepada pertanyaan di luar materi oleh Yusril. Namun Zudan bersikukuh menyatakan tak bersedia menjawab karena sudah melebar dari substansi. Bahkan, Yusril sendiri sempat menanyakan kepada Zudan, kompetensinya sebagai saksi ahli pada pembuatan izin amdal ditinjau dari hukum administrasi negara.

Menanggapi hal itu, Zudan yang juga dosen di Universitas Wijaya Kusuma, Untag Surabaya dan Universitas Borobudur itu menjawab keterangan yang diberikan tak ingin masuk ke substansi perkara. "Saya bukan saksi fakta, saya hanya saksi ahli yang akan menerangkan sesuai keahlian,” sebutnya.

Yusril bahkan sampai naik pitam hingga menyatakan dirinya adalah mantan Menteri yang berurusan dengan hukum. “Kami menilai saksi ini tak berkompeten, karena tak memahami soal hukum di bidang pertambangan,” ujar Yusril.

Kuasa hukum tergugat, Andi M Asrun mengapresiasi keterangan saksi ahli hukum administrasi negara yang telah dihadirkan pihaknya dalam persidangan kali ini. “Dia (saksi) sudah menjelaskan secara rinci, jika itu diskresi dan untuk kepentingan rakyat banyak, bahkan sudah ada kajiannya, pencabutan IUP OP maka sudah sesuai,” sebut Asrun.

Asrun menyayangkan sikap kuasa hukum penggugat yang berlebihan, menurutnya, saksi ahli hanya menjelaskan keterangan yang dia ketahui sesuai keilmuan yang dimiliki. “Penilaian ada di hakim, tak perlu bersikap sampai membuat persidangan gaduh,” tuturnya.

Selain menghadirkan saksi ahli dari tergugat, sidang juga menghadirkan saksi ahli dari penggugat. Penggugat menghadirkan sosiolog, Musni Umar yang menjabat Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Musni memaparkan soal maraknya demo bayaran, termasuk menuding demo yang dilakukan oleh warga Kotabaru yang menolak tambang di Pulau Laut juga ditunggangi massa bayaran. “Masyarakat yang menolak aktifitas tambang di Pulau Laut berdasarkan untuk kepentingan dalam bidang ekonomi untuk menunjang kehidupan mereka sehari hari,” sebut Musni.

Dia mengatakan, mereka ini sangat mudah terbawa dengan kepentingan-kepentingan yang tergantung dengan uang karena tak diberi kesejahteraan. “Jadi bisa saja, mereka hari ini mendukung ini, tetapi besok bisa mendukung orang lain, tergantung kepentingan-kepentingan yang menghampiri mereka,” ucapnya.

Sejak digelar 15 Maret lalu, sidang gugatan Sebuku Group atas SK pencabutan izin usaha pertambangan tiga anak perusahaan mereka di Pulau Laut Tengah dipadati banyak peminat. Sidang kesimpulan atas gugatan ini sendiri akan dihelat pada 31 Mei mendatang.(mof/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…

Minggu, 21 Oktober 2018 09:21

Hermansyah: Dewan Harus Ngebut

BANJARMASIN -Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menuntut DPRD Banjarmasin untuk tancap gas. Mengingat…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02

Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul

BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:52

Usulan Juru Sembelih Halal Mencuat di DPRD

BANJARMASIN - Dewan sedang menggodok raperda untuk melindungi masyarakat dari wabah penyakit yang ditularkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:39

BK Bersidang, Terlapor Malah ke Bali

Kasus dugaan pelanggaran kode etik DPRD Banjarmasin berlanjut. Kemarin (19/10), Badan Kehormatan (BK)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:33

Khawatir Anak Autis Dikeluarkan

BANJARMASIN – Orang tua yang memiliki anak penyandang autis jangan bersedih. Biasanya dikaruniai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:31

Tak Bakal Sia-Sia, Lokasi HPS di Batola Jadi Wisata Edukasi

BATOLA - Lahan persawahan di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) bukan hanya sebagai program pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:13

BPK Tarsan 2 Dibentuk Amankan Pasar Sentra Antasari

BANJARMASIN – Pasar Sentra Antasari menjadi ikon pusat kawasan perekonomian wilayah Kalimantan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:41

Hebat! Kontingen Tanbu Raih Prestasi Kalsel

BATULICIN - Kontingen Kabupaten Tanah Bumbu meraih prestasi sebagai juara umum IV pada Pekan Keterampilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:39

Senam Sehat Bersama Radar Banjarmasin Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria kembali akan digelar Minggu (21/10) pagi di Ruang Terbuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .