MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42
Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara
PENGACARA: Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra dalam salah satu kesempatan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi yang dihadirkan Pemprov Kalsel dalam sidang lanjutan gugatan PT Sebuku Group terhadap SK Gubernur Kalsel, Jumat (25/5) malam.

Saksi ahli yang dihadirkan Pemprov adalah Prof Zudan Arif Fakrulloh, dia adalah mantan Kepala Kepala Biro Hukum Sekjen Kemendagri dan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI. Perdebatan mereka sempat membuat gaduh persidangan, karena teriakan dari pengunjung sidang.

Dalam keterangannya kepada majelis hakim, Zudan menjelaskan, bahwa Gubernur Kalsel sudah tepat dan sah menerbitkan SK pencabutan izin usaha pertambangan tiga anak perusahaan di bawah PT Sebuku Group itu.
“ Apalagi jika sudah ada analisa yang bakal merugikan dampak lingkungan,” terang Zudan yang mengatakan selama tak menentang aturan di atasnya maka pencabutan bisa dilakukan.

Zudan sempat diseret kepada pertanyaan di luar materi oleh Yusril. Namun Zudan bersikukuh menyatakan tak bersedia menjawab karena sudah melebar dari substansi. Bahkan, Yusril sendiri sempat menanyakan kepada Zudan, kompetensinya sebagai saksi ahli pada pembuatan izin amdal ditinjau dari hukum administrasi negara.

Menanggapi hal itu, Zudan yang juga dosen di Universitas Wijaya Kusuma, Untag Surabaya dan Universitas Borobudur itu menjawab keterangan yang diberikan tak ingin masuk ke substansi perkara. "Saya bukan saksi fakta, saya hanya saksi ahli yang akan menerangkan sesuai keahlian,” sebutnya.

Yusril bahkan sampai naik pitam hingga menyatakan dirinya adalah mantan Menteri yang berurusan dengan hukum. “Kami menilai saksi ini tak berkompeten, karena tak memahami soal hukum di bidang pertambangan,” ujar Yusril.

Kuasa hukum tergugat, Andi M Asrun mengapresiasi keterangan saksi ahli hukum administrasi negara yang telah dihadirkan pihaknya dalam persidangan kali ini. “Dia (saksi) sudah menjelaskan secara rinci, jika itu diskresi dan untuk kepentingan rakyat banyak, bahkan sudah ada kajiannya, pencabutan IUP OP maka sudah sesuai,” sebut Asrun.

Asrun menyayangkan sikap kuasa hukum penggugat yang berlebihan, menurutnya, saksi ahli hanya menjelaskan keterangan yang dia ketahui sesuai keilmuan yang dimiliki. “Penilaian ada di hakim, tak perlu bersikap sampai membuat persidangan gaduh,” tuturnya.

Selain menghadirkan saksi ahli dari tergugat, sidang juga menghadirkan saksi ahli dari penggugat. Penggugat menghadirkan sosiolog, Musni Umar yang menjabat Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Musni memaparkan soal maraknya demo bayaran, termasuk menuding demo yang dilakukan oleh warga Kotabaru yang menolak tambang di Pulau Laut juga ditunggangi massa bayaran. “Masyarakat yang menolak aktifitas tambang di Pulau Laut berdasarkan untuk kepentingan dalam bidang ekonomi untuk menunjang kehidupan mereka sehari hari,” sebut Musni.

Dia mengatakan, mereka ini sangat mudah terbawa dengan kepentingan-kepentingan yang tergantung dengan uang karena tak diberi kesejahteraan. “Jadi bisa saja, mereka hari ini mendukung ini, tetapi besok bisa mendukung orang lain, tergantung kepentingan-kepentingan yang menghampiri mereka,” ucapnya.

Sejak digelar 15 Maret lalu, sidang gugatan Sebuku Group atas SK pencabutan izin usaha pertambangan tiga anak perusahaan mereka di Pulau Laut Tengah dipadati banyak peminat. Sidang kesimpulan atas gugatan ini sendiri akan dihelat pada 31 Mei mendatang.(mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 16:14

Hadir di Banua, UAS: Saya Mencari Ijazah ke Banjar

BANJARBARU - Baru berdiri memulai ceramah,  Ustaz Abdul Shomad (UAS) sudah disambut histeris jemaah.…

Kamis, 16 Agustus 2018 16:10

Menelisik Dugaan Permainan Tender Proyek di Kotabaru

Bertahun menanti geliat pembangunan yang dijanjikan, tapi yang dialami rakyat Kotabaru malah kisruh…

Kamis, 16 Agustus 2018 16:03

Bikin Keder Tahanan Lain, Jagal Bararawa Disel Khusus

AMUNTAI - Lahmudin alias Udin (26) warga Bararawa kini menjelma jadi sosok 'menakutkan' di dalam ruang…

Kamis, 16 Agustus 2018 15:26
Pemkab Balangan

Ribuan Anak di Paringin Sambut Hari Kemerdekaan

PARINGIN – Setidaknya ada 5000 anak melakukan karnaval dengan berbagai seragam profesi, Rabu (15/8).…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:05

Desember, Air Mancur Menari Kamboja Bakal Rampung

BANJARMASIN - Kontrak proyek Air Mancur Menari di Taman Kamboja diteken kemarin (15/8). Ditargetkan,…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

Tua dan Muda Menjaga Marwah Musik Melayu Banjar

SEPEKAN penuh, Taman Budaya Kalsel riuh oleh Festival Karasminan Banua Seribu Sungai. Banua Raya Symphony…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:52

Habitat Terakhir Bekantan di Ibu Kota, Terancam Tinggal Patung

Pada Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), 10 Agustus tadi. Kami mengunjungi pojok Kelurahan Mantuil,…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:42

Tampil Beda, Rapat Paripurna DPRD Kalsel Semua Berbusana Adat Banjar

BANJARMASIN - Rapat paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, Selasa (14/8) pagi…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:51

Siswa Al-Azhar 37 Banjarbaru Belajar Bertani ke SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU - Sekolah Menengah Kejuruan - Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Banjarbaru, sebagai…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:47

Ratusan ASN Pemkab Tabalong Puluhan Tahun Tak Pernah Disanksi Disiplin

TANJUNG – Sebanyak 202 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tabalong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .