MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Mei 2018 14:15
Bulan Puasa, Penyakit Masyarakat di Banjarmasin Malah Terus Bertambah
MAKIN RAMAI: Razia Pekat yang digelar Satpol PP Banjarmasin, Minggu (27/5) dini hari panen tangkapan. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Benarkah pekerja seks komersial, anak jalanan dan waria tak keluyuran selama Ramadan? Operasi penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Banjarmasin menunjukkan fakta sebaliknya. Semakin ramai.

Selama Ramadan, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menginstrusikan Satpol PP agar getol memerangi penyakit masyarakat. Ini merupakan jaminan pemko untuk memberikan rasa khusyuk. Kepada warga kota yang sedang menjalani ibadah puasa.

Razia pekat pun gencar digelar. Sebelum memasuki bulan suci, Jum'at, 4 Mei lalu, Satpol PP menggelar operasi penangkapan. Belasan anak jalanan, pengemis serta orang-orang telantar diangkut menuju Rumah Singgah Baiman, Jalan Gubernur Soebarjo, Banjarmasin Selatan.

Minggu (27/5) dini hari, razia kembali digelar. Total ada 40 personil Satpol PP yang diturunkan. Menyisir Jalan Pangeran Samudera, Pelabuhan Martapura Lama, Pasar Sudimampir, Harum Manis dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dimulai pukul 00.00 hingga 03.00 WITA menjelang sahur.

Ironis. Bukannya menciut selama bulan Ramadan, Pol PP malah mengangkut 25 tangkapan. 17 pekerja seks komersial, tujuh anak jalanan dan satu waria.

"Malah bertambah ramai bulan Ramadan. Padahal, personil yang turun bisa dibilang sedikit," kata Kabid Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum) Satpol PP Banjarmasin, Dani Matera, kemarin.

Rata-rata, lokasi penangkapan PSK serta anak jalanan berada di Jalan Pangeran Samudera dan Pasar Sudimampir. Sementara, untuk waria diangkut dari Lambung Mangkurat. Tepatnya, di samping Kantor DPRD Kalsel. "PSK rata-rata orang baru. Kira-kira ada 14 orang wajah asing yang menawarkan transaksi seksual. Sisanya wajah lama," kata Dani.

Mereka yang terjaring razia pekat langsung digiring menuju Rumah Singgah Baiman. Agar dibina oleh para pekerja sosial. "Pukul 03.00 WITA kami antar ke sana seluruhnya," tuntasnya.

Pelaksana rumah singgah, Syafrudin membenarkan bahwa 25 tangkapan sudah diterima. Namun, mereka tidak ditahan lama. Namanya juga persinggahan, hanya satu hari dimalamkan.

Setelah menginap, mereka boleh dijemput pulang. Tetapi, ada syaratnya. "Harus ada kerabat atau keluarga. Membawa kartu identitas, kartu keluarga, dan materai 6000," tandasnya.

Radar Banjarmasin kemudian menemui salah satu PSK yang terjaring. Berinisial NL. Dia masih berada di balik jeruji besi Rumah Singgah Baiman. Dirinya tertangkap di Pasar Sudimampir.

NL tak bisa menahan tangis. Sudah dua belas jam lebih ia belum dijemput anak pertamanya untuk pulang. "Sesibuk-sibuknya, harusnya ingat sama orang tua lagi susah begini," ucapnya tersedu-sedu.

Ia diangkut personil pamong praja dari Losmen Swarga Sudimampir. "Niatnya mau nyari teman aja di sana. Tapi, pas mau pulang sudah ada pasukan yang mengadang," kata dia. Meski demikian, NL mengaku sudah dua kali diangkut menuju rumah singgah. "Ini yang kedua," lanjutnya.

Selain NL, sepasang ibu dan anak gelandangan, Susan (27) dan GM (8) juga belum juga dipulangkan. "Tidak ada yang menjemput. Kami tinggal luntang-lantung di Banjarmasin. Asal dari Banjarbaru," ungkapnya.

Meski tak melakukan aksi negatif, mereka tetap ditangkap lantaran luntang-lantung tidak punya kediaman tetap. "Pas kami menyantap dua mangkuk mie instan dari warung di sekitar kawasan Pasar Lima, pasukan sudah ramai. Itu rencananya mau tidur," ucap Susan. Mereka tinggal di depan bangunan Kelas Khusus Filial SDN Mawar 2 yang berada di lingkungan pasar.

Sempat bergidik, Susan langsung membawa GM berlari menuju ke luar pasar. Namun, mereka kalah kuat. Personil Satpol PP berhasil mengangkut mereka menuju rumah singgah. "Ya karena diberi tahu kalau ditangkap cuma satu malam, kami ikut saja. Ternyata pas mau keluar, eh ada syaratnya," ujarnya sambil terkekeh. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 18:33

Bagi Bupati ini, Radar Banjarmasin Penyemangat Pengelolaan Lingkungan  

TANJUNG -- Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani tersenyum ketika melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 13:16

Spanduk dan Baliho Dimana-Mana, Pemandangan Kota Makin Semrawut

BANJARMASIN - Musim kampanye tiba, pemandangan kota pun semrawut. Spanduk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:08

DBD Capai Dua Ribu Kasus di Tahun 2018

BANJARMASIN - Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah…

Kamis, 17 Januari 2019 12:59

Berita Duka, Mukhtar Sarman Tutup Usia

BANJARBARU - Dunia pendidikan Banua sedang berduka. Dosen Fakultas Ilmu…

Kamis, 17 Januari 2019 12:55

Pergantian Komandan Korem 101/Antasari

Komandan Korem 101/Antasari kini dijabat Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.…

Kamis, 17 Januari 2019 11:25

Penyandang Disabilitas Daftarkan Diri Sebagai Relawan Demokrasi KPU

BANJARBARU - Sejak dibuka dari tanggal 11 Januari lalu. Pendaftaran…

Kamis, 17 Januari 2019 11:20

Hati-Hati!! DLH Akan Mulai Terapkan Sanksi Perda Sampah

BANJARBARU - Sukses meraih Penghargaan Adipura tahun 2018. Pemko Banjarbaru…

Kamis, 17 Januari 2019 11:14

Pihak Ketiga Tidak Lagi Dilibatkan

BANJARBARU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Perparkiran yang…

Kamis, 17 Januari 2019 10:25

Polemik Pajak Tempat Hiburan Malam

Pada sidak ke THM beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 10:15

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang Tahun 2018

BANJARMASIN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*