MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Mei 2018 14:15
Bulan Puasa, Penyakit Masyarakat di Banjarmasin Malah Terus Bertambah
MAKIN RAMAI: Razia Pekat yang digelar Satpol PP Banjarmasin, Minggu (27/5) dini hari panen tangkapan. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Benarkah pekerja seks komersial, anak jalanan dan waria tak keluyuran selama Ramadan? Operasi penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Banjarmasin menunjukkan fakta sebaliknya. Semakin ramai.

Selama Ramadan, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menginstrusikan Satpol PP agar getol memerangi penyakit masyarakat. Ini merupakan jaminan pemko untuk memberikan rasa khusyuk. Kepada warga kota yang sedang menjalani ibadah puasa.

Razia pekat pun gencar digelar. Sebelum memasuki bulan suci, Jum'at, 4 Mei lalu, Satpol PP menggelar operasi penangkapan. Belasan anak jalanan, pengemis serta orang-orang telantar diangkut menuju Rumah Singgah Baiman, Jalan Gubernur Soebarjo, Banjarmasin Selatan.

Minggu (27/5) dini hari, razia kembali digelar. Total ada 40 personil Satpol PP yang diturunkan. Menyisir Jalan Pangeran Samudera, Pelabuhan Martapura Lama, Pasar Sudimampir, Harum Manis dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dimulai pukul 00.00 hingga 03.00 WITA menjelang sahur.

Ironis. Bukannya menciut selama bulan Ramadan, Pol PP malah mengangkut 25 tangkapan. 17 pekerja seks komersial, tujuh anak jalanan dan satu waria.

"Malah bertambah ramai bulan Ramadan. Padahal, personil yang turun bisa dibilang sedikit," kata Kabid Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum) Satpol PP Banjarmasin, Dani Matera, kemarin.

Rata-rata, lokasi penangkapan PSK serta anak jalanan berada di Jalan Pangeran Samudera dan Pasar Sudimampir. Sementara, untuk waria diangkut dari Lambung Mangkurat. Tepatnya, di samping Kantor DPRD Kalsel. "PSK rata-rata orang baru. Kira-kira ada 14 orang wajah asing yang menawarkan transaksi seksual. Sisanya wajah lama," kata Dani.

Mereka yang terjaring razia pekat langsung digiring menuju Rumah Singgah Baiman. Agar dibina oleh para pekerja sosial. "Pukul 03.00 WITA kami antar ke sana seluruhnya," tuntasnya.

Pelaksana rumah singgah, Syafrudin membenarkan bahwa 25 tangkapan sudah diterima. Namun, mereka tidak ditahan lama. Namanya juga persinggahan, hanya satu hari dimalamkan.

Setelah menginap, mereka boleh dijemput pulang. Tetapi, ada syaratnya. "Harus ada kerabat atau keluarga. Membawa kartu identitas, kartu keluarga, dan materai 6000," tandasnya.

Radar Banjarmasin kemudian menemui salah satu PSK yang terjaring. Berinisial NL. Dia masih berada di balik jeruji besi Rumah Singgah Baiman. Dirinya tertangkap di Pasar Sudimampir.

NL tak bisa menahan tangis. Sudah dua belas jam lebih ia belum dijemput anak pertamanya untuk pulang. "Sesibuk-sibuknya, harusnya ingat sama orang tua lagi susah begini," ucapnya tersedu-sedu.

Ia diangkut personil pamong praja dari Losmen Swarga Sudimampir. "Niatnya mau nyari teman aja di sana. Tapi, pas mau pulang sudah ada pasukan yang mengadang," kata dia. Meski demikian, NL mengaku sudah dua kali diangkut menuju rumah singgah. "Ini yang kedua," lanjutnya.

Selain NL, sepasang ibu dan anak gelandangan, Susan (27) dan GM (8) juga belum juga dipulangkan. "Tidak ada yang menjemput. Kami tinggal luntang-lantung di Banjarmasin. Asal dari Banjarbaru," ungkapnya.

Meski tak melakukan aksi negatif, mereka tetap ditangkap lantaran luntang-lantung tidak punya kediaman tetap. "Pas kami menyantap dua mangkuk mie instan dari warung di sekitar kawasan Pasar Lima, pasukan sudah ramai. Itu rencananya mau tidur," ucap Susan. Mereka tinggal di depan bangunan Kelas Khusus Filial SDN Mawar 2 yang berada di lingkungan pasar.

Sempat bergidik, Susan langsung membawa GM berlari menuju ke luar pasar. Namun, mereka kalah kuat. Personil Satpol PP berhasil mengangkut mereka menuju rumah singgah. "Ya karena diberi tahu kalau ditangkap cuma satu malam, kami ikut saja. Ternyata pas mau keluar, eh ada syaratnya," ujarnya sambil terkekeh. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…

Minggu, 21 Oktober 2018 09:21

Hermansyah: Dewan Harus Ngebut

BANJARMASIN -Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menuntut DPRD Banjarmasin untuk tancap gas. Mengingat…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02

Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul

BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:52

Usulan Juru Sembelih Halal Mencuat di DPRD

BANJARMASIN - Dewan sedang menggodok raperda untuk melindungi masyarakat dari wabah penyakit yang ditularkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:39

BK Bersidang, Terlapor Malah ke Bali

Kasus dugaan pelanggaran kode etik DPRD Banjarmasin berlanjut. Kemarin (19/10), Badan Kehormatan (BK)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:33

Khawatir Anak Autis Dikeluarkan

BANJARMASIN – Orang tua yang memiliki anak penyandang autis jangan bersedih. Biasanya dikaruniai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:31

Tak Bakal Sia-Sia, Lokasi HPS di Batola Jadi Wisata Edukasi

BATOLA - Lahan persawahan di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) bukan hanya sebagai program pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:13

BPK Tarsan 2 Dibentuk Amankan Pasar Sentra Antasari

BANJARMASIN – Pasar Sentra Antasari menjadi ikon pusat kawasan perekonomian wilayah Kalimantan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:41

Hebat! Kontingen Tanbu Raih Prestasi Kalsel

BATULICIN - Kontingen Kabupaten Tanah Bumbu meraih prestasi sebagai juara umum IV pada Pekan Keterampilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:39

Senam Sehat Bersama Radar Banjarmasin Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria kembali akan digelar Minggu (21/10) pagi di Ruang Terbuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .