MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Mei 2018 14:15
Bulan Puasa, Penyakit Masyarakat di Banjarmasin Malah Terus Bertambah
MAKIN RAMAI: Razia Pekat yang digelar Satpol PP Banjarmasin, Minggu (27/5) dini hari panen tangkapan. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Benarkah pekerja seks komersial, anak jalanan dan waria tak keluyuran selama Ramadan? Operasi penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Banjarmasin menunjukkan fakta sebaliknya. Semakin ramai.

Selama Ramadan, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menginstrusikan Satpol PP agar getol memerangi penyakit masyarakat. Ini merupakan jaminan pemko untuk memberikan rasa khusyuk. Kepada warga kota yang sedang menjalani ibadah puasa.

Razia pekat pun gencar digelar. Sebelum memasuki bulan suci, Jum'at, 4 Mei lalu, Satpol PP menggelar operasi penangkapan. Belasan anak jalanan, pengemis serta orang-orang telantar diangkut menuju Rumah Singgah Baiman, Jalan Gubernur Soebarjo, Banjarmasin Selatan.

Minggu (27/5) dini hari, razia kembali digelar. Total ada 40 personil Satpol PP yang diturunkan. Menyisir Jalan Pangeran Samudera, Pelabuhan Martapura Lama, Pasar Sudimampir, Harum Manis dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dimulai pukul 00.00 hingga 03.00 WITA menjelang sahur.

Ironis. Bukannya menciut selama bulan Ramadan, Pol PP malah mengangkut 25 tangkapan. 17 pekerja seks komersial, tujuh anak jalanan dan satu waria.

"Malah bertambah ramai bulan Ramadan. Padahal, personil yang turun bisa dibilang sedikit," kata Kabid Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum) Satpol PP Banjarmasin, Dani Matera, kemarin.

Rata-rata, lokasi penangkapan PSK serta anak jalanan berada di Jalan Pangeran Samudera dan Pasar Sudimampir. Sementara, untuk waria diangkut dari Lambung Mangkurat. Tepatnya, di samping Kantor DPRD Kalsel. "PSK rata-rata orang baru. Kira-kira ada 14 orang wajah asing yang menawarkan transaksi seksual. Sisanya wajah lama," kata Dani.

Mereka yang terjaring razia pekat langsung digiring menuju Rumah Singgah Baiman. Agar dibina oleh para pekerja sosial. "Pukul 03.00 WITA kami antar ke sana seluruhnya," tuntasnya.

Pelaksana rumah singgah, Syafrudin membenarkan bahwa 25 tangkapan sudah diterima. Namun, mereka tidak ditahan lama. Namanya juga persinggahan, hanya satu hari dimalamkan.

Setelah menginap, mereka boleh dijemput pulang. Tetapi, ada syaratnya. "Harus ada kerabat atau keluarga. Membawa kartu identitas, kartu keluarga, dan materai 6000," tandasnya.

Radar Banjarmasin kemudian menemui salah satu PSK yang terjaring. Berinisial NL. Dia masih berada di balik jeruji besi Rumah Singgah Baiman. Dirinya tertangkap di Pasar Sudimampir.

NL tak bisa menahan tangis. Sudah dua belas jam lebih ia belum dijemput anak pertamanya untuk pulang. "Sesibuk-sibuknya, harusnya ingat sama orang tua lagi susah begini," ucapnya tersedu-sedu.

Ia diangkut personil pamong praja dari Losmen Swarga Sudimampir. "Niatnya mau nyari teman aja di sana. Tapi, pas mau pulang sudah ada pasukan yang mengadang," kata dia. Meski demikian, NL mengaku sudah dua kali diangkut menuju rumah singgah. "Ini yang kedua," lanjutnya.

Selain NL, sepasang ibu dan anak gelandangan, Susan (27) dan GM (8) juga belum juga dipulangkan. "Tidak ada yang menjemput. Kami tinggal luntang-lantung di Banjarmasin. Asal dari Banjarbaru," ungkapnya.

Meski tak melakukan aksi negatif, mereka tetap ditangkap lantaran luntang-lantung tidak punya kediaman tetap. "Pas kami menyantap dua mangkuk mie instan dari warung di sekitar kawasan Pasar Lima, pasukan sudah ramai. Itu rencananya mau tidur," ucap Susan. Mereka tinggal di depan bangunan Kelas Khusus Filial SDN Mawar 2 yang berada di lingkungan pasar.

Sempat bergidik, Susan langsung membawa GM berlari menuju ke luar pasar. Namun, mereka kalah kuat. Personil Satpol PP berhasil mengangkut mereka menuju rumah singgah. "Ya karena diberi tahu kalau ditangkap cuma satu malam, kami ikut saja. Ternyata pas mau keluar, eh ada syaratnya," ujarnya sambil terkekeh. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:25

Karnaval Kemerdekaan, Kapolres Kotabaru Kayuh Becak

KOTABARU - Warga Kotabaru mendadak heboh. Kepala Polisi di pesisir ujung tenggara Kalsel mengayuh becak,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:21

16 Menit yang Bikin Merinding

  Naskah Demang Lehman ditulis Adjim Arijadi pada tahun 1964 di Yogyakarta. 54 tahun berselang,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:10

Veteran Masih Menumpang di Pasar

BANJARMASIN - Keadaan Legiun Veteran Banjarmasin semakin membaik. Dari APBD 2018, kini disisihkan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:58

Butuh Perda Lindungi Kontraktor Lokal

BANJARMASIN – Kontraktor lokal di Banua berharap Pemprov dan DPRD Kalsel segera menggodok Raperda…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:54

Lomba Berhubungan dengan Ikan

BANJARMASIN – Ada lomba unik yang digelar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya, Banjarmasin…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:40

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Marabahan tampak tak seperti biasa, Jumat…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10
Pemkab Balangan

Momen HUT RI, Pemkab Balangan Terima dan Beri Bantuan

  PARINGIN – Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada puncak Hari Kemerdekaan Republik…

Jumat, 17 Agustus 2018 16:05

Minim Museum, Peninggalan-Peninggalan Sejarah Berdebu di Banua

Memiliki sejarah yang kaya, Kalimantan Selatan tak punya museum untuk menyimpannya. Bahkan jika punya,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

POSBINDU PTM Sumber Sehat Dinilai

BANJARBARU — Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:40

Sampah Medis Rawan Menumpuk, Dewan Dorong Pemko Miliki Incinerator Sendiri

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin menggelar inspeksi mendadak ke Puskesmas Teluk Tiram, kemarin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .