MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Mei 2018 15:45
Menelusuri Cara Bakal Calon DPD Bergerilya untuk KTP Dukungan
PESONA KURSI SENATOR: Ketua DPD Oesman Sapta Odang bersama Wakil Ketua DPD Damayanti Lubis dan Nono Sampono, saat memimpin Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPD saat rapat Paripurna, (11/4). Kursi senator menjadi primadona dalam Pemilu mendatang. | Foto: Charlie/Indopos

PROKAL.CO, Satu per satu bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpental persaingan menuju kursi senantor. 2.000 KTP jelas bukan masalah mudah bagi mereka. Seberapa susah mengumpulkan KTP untuk dukungan di era sekarang?

Tahapan perbaikan berkas dukungan bakal calon anggota DPD RI asal Kalsel selesai diverifikasi administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel. Hasilnya, tiga orang kembali tereliminir. Jumlah syarat dukungan berupa KTP yang diserahkan tak mencukupi batas minimal, yakni 2.000 lembar kopi KTP dukungan.

Tiga orang tersebut adalah Abdussani yang hanya membawa 1.444 KTP dukungan, Faturrachman Bahasyim dengan 1.899 KTP dan Syamsul Daulah yang hanya memiliki 1.894 lembar copy E-KTP.

Ya, persoalan KTP memang relatif sulit khususnya jika dilakukan para "pemain baru" dalam dunia politik. Mengumpulkan ribuan kopi dukungan KTP bukan perkara mudah. Apalagi sesuai yang disyaratkan dari PKPU, dukungan tersebut 50 persennya harus tersebar di 13 kabupaten dan kota se Kalsel.

Berbagai cara dilakukan bakal calon dalam mengumpulkan syarat dukungan tersebut untuk mendapat tiket agar bisa berlaga. Dari memanfaatkan jaringan pertemanan, hingga membentuk tim sukses yang disebar ke seluruh desa. Semuanya demi selembar kopian KTP.

Hesly Junianto, salah seorang bakal calon DPD RI asal Kalsel mengungkapkan bagaimana dirinya mengumpulkan syarat dukungan KTP. Bermodal statusnya sebagai mantan pejabat teras di Pemkot Banjarmasin, dia memanfaatkan jaringan -jaringan pertemanan dan kenalannya di masyarakat dan organisasi. Beberapa rekannya yang juga sudah purna tugas, bahkan dihubunginya secara langsung, agar mau memberikan dukungan.

Hesly mengakui, mengumpulkan jumlah syarat dukungan tersebut tak mudah. Perlu upaya ekstra untuk memastikan warga memberikan dukungan. “ Jaringan keluarga juga dimaksimalkan,” bebernya.

Pada tahap pertama penyerahan berkas dukungan, Hesly menyerahkan sebanyak 2.116 lembar dukungan. Namun, setelah dilakukan verifikasi administrasi, hanya 1.607 yang dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Kalsel.

Dia pun harus menyerahkan kembali pada tahapan perbaikan sebanyak 393 syarat dukungan untuk melengkapi 2.000 minimal dukungan. Berkat jaringannya yang luas, dia kembali menambahkan 794 KTP.

Apakah ada harga untuk semua KTP yang dihimpun ini?

Hesly menggeleng. Dia mengatakan tak membayar untukmeminta syarat dukunga kepada masyarakat. Masyarakat yang telah mengenalnya sebagai pejabat memberi dukungan secara "cuma-cuma". "Mereka ikhlas menyerahkan dukungan,” klaim Hesly.

Jika Hesly memanfaatkan jaringan pertemanan dalam mengumpulkan berkas syarat dukungan, berbeda dengan Adhariani. Calon petahana ini membentuk tim sukses yang tersebar di tiap kabupaten dan kota. Tim inilah yang menggalang dukungan KTP untuk pencalonannya.

Berbeda dengan Hesly, Adhariani mengakui bahwa ada harga untuk penggalangan ini. Tetapi, buru-buru dia menyebut tak banyak. "Ya, hanya ongkos makan dan minum di warung," senyumnya.

Adhariani sendiri pada tahapan awal penyerahan dokumen dinyatakan masih belum memenuhi syarat. Jumlah dukungan yang diserahkanya ketika itu 2.366 KTP, namun setelah dilakukan verifikasi administrasi, jumlah itu menciut menjadi 1.918 lembar KTP.

Di tahapan perbaikan, dia menyerahkan sebanyak 470 syarat dukungan tambahan untuk melengkapi 2.000. Namun, dari jumlah itu hanya 436 yang dinyatakan memenuhi syarat. “Mengumpulkan KTP sebanyak itu, selain saya yang langsung turun. Tim sukses tadi yang juga turut serta menjangkau daerah lain,” terangnya.

Ali, salah seorang "agen" yang membantu para calon dalam mendapatkan KTP dukungan mengatakan biasanya dia masuk ke masyarakat melalui RT dan kepala desa.

“Seingat saya waktu membantu salah satu calon, mendapatkan KTP bisa lewat mereka,” kata Ali, pendukung salah satu calon DPD di Martapura kemarin.

Cara lain, ucapnya, adalah langsung mendapatkannya ke masyarakat atau rekan jaringan yang sejak kuliah aktif di dunia pergerakan. Karena banyaknya "gerakan" juga dari calon lainnya, dia mewanti-wanti jangan sampai KTP yang didapatkan dobel.
"KPU biasanya sangat ketat,” ucapnya.

Lantas berapa jumlah dana yang harus disiapkan untuk mendapat KTP, Ali enggan menyebutkan nominal. Dalam pengalamannya, Menurutnya, si calon yang didukung adalah kawan lama juga karib senior di organisasi pergerakan. Selama ini, calon yang didukungnya cukup komunikatif serta menjaga rangkaian jaringan kendati terpilih berkali-kali.

“Gerakan politik seperti ini masih tradisional tapi bukan berbasis jual beli KTP. Masyarakat yang mendukung harus dirawat. Tidak boleh putus jarigan sampai terpilih, ini modal jangka panjang,” pungkasnya.(mof/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 17:29

Hanya Satu Orang yang Mendaftar

BANJARMASIN – Setelah setahun lebih kursi pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjarmasin…

Senin, 20 Agustus 2018 17:24

Gaji PNS Naik, Ombudsman: Kebijakan ini Rawan Bermuatan Politik

Rancangan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah diputuskan bahwa gaji pokok Aparatur…

Senin, 20 Agustus 2018 17:22

Panjat Pinang Massal di Alalak, Begini Keseruannya

BATOLA – Panjat pinang massal digelar di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu…

Senin, 20 Agustus 2018 12:41

Smk PP Banjarbaru Gelar Pelatihan Untuk Operator Alsin di BP3K Tambarangan Tapin

Setelah selesai dan sukses menyelenggarakan kegiatan opsin di Desa Telaga Langsat, Kab.Hulu Sungai Selatan,…

Senin, 20 Agustus 2018 12:31

Ajang Melukis Bernafas Nasionalisme di Menara Pandang Berlangsung Ramai

BANJARMASIN - Memperingati kemerdekaan RI ke-73, Kodim 1007/Banjarmasin menggelar lomba nyentrik. Mengundang…

Senin, 20 Agustus 2018 12:07

Lama Terbengkalai, Meriam Kuno Akhirnya Bakal Dipindah ke Siring

BANJARMASIN - Terbengkalai lebih dari satu tahun di Halaman Kantor BPBD Kota Banjarmasin. Nasib meriam…

Senin, 20 Agustus 2018 11:53

Halaman Masjid Sultan Suriansyah Retak Diduga Karena Pembangunan Dermaga

BANJARMASIN - Proyek pengerjaan Dermaga Masjid Sultan Suriansyah diduga membuat ruas jalan Kuin Utara…

Senin, 20 Agustus 2018 11:42

Unik, Pegawai Imigrasi Upacara dengan Baju Adat

BANJARBARU - Pelaksanaan upacara 17 Agustus dengan Tema Kerja Kita, Prestasi Bangsa yang bertempat di…

Senin, 20 Agustus 2018 11:17
Pemkab Balangan

Balangan Borong Piala di Festival Borneo

PARINGIN – Kabupaten Balangan membawa pulang enam piala dari perhelatan Festival Borneo II se…

Senin, 20 Agustus 2018 11:17
Pemkab Balangan

Siswi SMPLB Balangan Juara Satu Menari

PARINGIN – Para pelajar Kabupaten Balangan terus unjuk diri di tingkat Provinsi Kalsel, tak terkecuali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .