MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Mei 2018 15:45
Menelusuri Cara Bakal Calon DPD Bergerilya untuk KTP Dukungan
PESONA KURSI SENATOR: Ketua DPD Oesman Sapta Odang bersama Wakil Ketua DPD Damayanti Lubis dan Nono Sampono, saat memimpin Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPD saat rapat Paripurna, (11/4). Kursi senator menjadi primadona dalam Pemilu mendatang. | Foto: Charlie/Indopos

PROKAL.CO, Satu per satu bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpental persaingan menuju kursi senantor. 2.000 KTP jelas bukan masalah mudah bagi mereka. Seberapa susah mengumpulkan KTP untuk dukungan di era sekarang?

Tahapan perbaikan berkas dukungan bakal calon anggota DPD RI asal Kalsel selesai diverifikasi administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel. Hasilnya, tiga orang kembali tereliminir. Jumlah syarat dukungan berupa KTP yang diserahkan tak mencukupi batas minimal, yakni 2.000 lembar kopi KTP dukungan.

Tiga orang tersebut adalah Abdussani yang hanya membawa 1.444 KTP dukungan, Faturrachman Bahasyim dengan 1.899 KTP dan Syamsul Daulah yang hanya memiliki 1.894 lembar copy E-KTP.

Ya, persoalan KTP memang relatif sulit khususnya jika dilakukan para "pemain baru" dalam dunia politik. Mengumpulkan ribuan kopi dukungan KTP bukan perkara mudah. Apalagi sesuai yang disyaratkan dari PKPU, dukungan tersebut 50 persennya harus tersebar di 13 kabupaten dan kota se Kalsel.

Berbagai cara dilakukan bakal calon dalam mengumpulkan syarat dukungan tersebut untuk mendapat tiket agar bisa berlaga. Dari memanfaatkan jaringan pertemanan, hingga membentuk tim sukses yang disebar ke seluruh desa. Semuanya demi selembar kopian KTP.

Hesly Junianto, salah seorang bakal calon DPD RI asal Kalsel mengungkapkan bagaimana dirinya mengumpulkan syarat dukungan KTP. Bermodal statusnya sebagai mantan pejabat teras di Pemkot Banjarmasin, dia memanfaatkan jaringan -jaringan pertemanan dan kenalannya di masyarakat dan organisasi. Beberapa rekannya yang juga sudah purna tugas, bahkan dihubunginya secara langsung, agar mau memberikan dukungan.

Hesly mengakui, mengumpulkan jumlah syarat dukungan tersebut tak mudah. Perlu upaya ekstra untuk memastikan warga memberikan dukungan. “ Jaringan keluarga juga dimaksimalkan,” bebernya.

Pada tahap pertama penyerahan berkas dukungan, Hesly menyerahkan sebanyak 2.116 lembar dukungan. Namun, setelah dilakukan verifikasi administrasi, hanya 1.607 yang dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Kalsel.

Dia pun harus menyerahkan kembali pada tahapan perbaikan sebanyak 393 syarat dukungan untuk melengkapi 2.000 minimal dukungan. Berkat jaringannya yang luas, dia kembali menambahkan 794 KTP.

Apakah ada harga untuk semua KTP yang dihimpun ini?

Hesly menggeleng. Dia mengatakan tak membayar untukmeminta syarat dukunga kepada masyarakat. Masyarakat yang telah mengenalnya sebagai pejabat memberi dukungan secara "cuma-cuma". "Mereka ikhlas menyerahkan dukungan,” klaim Hesly.

Jika Hesly memanfaatkan jaringan pertemanan dalam mengumpulkan berkas syarat dukungan, berbeda dengan Adhariani. Calon petahana ini membentuk tim sukses yang tersebar di tiap kabupaten dan kota. Tim inilah yang menggalang dukungan KTP untuk pencalonannya.

Berbeda dengan Hesly, Adhariani mengakui bahwa ada harga untuk penggalangan ini. Tetapi, buru-buru dia menyebut tak banyak. "Ya, hanya ongkos makan dan minum di warung," senyumnya.

Adhariani sendiri pada tahapan awal penyerahan dokumen dinyatakan masih belum memenuhi syarat. Jumlah dukungan yang diserahkanya ketika itu 2.366 KTP, namun setelah dilakukan verifikasi administrasi, jumlah itu menciut menjadi 1.918 lembar KTP.

Di tahapan perbaikan, dia menyerahkan sebanyak 470 syarat dukungan tambahan untuk melengkapi 2.000. Namun, dari jumlah itu hanya 436 yang dinyatakan memenuhi syarat. “Mengumpulkan KTP sebanyak itu, selain saya yang langsung turun. Tim sukses tadi yang juga turut serta menjangkau daerah lain,” terangnya.

Ali, salah seorang "agen" yang membantu para calon dalam mendapatkan KTP dukungan mengatakan biasanya dia masuk ke masyarakat melalui RT dan kepala desa.

“Seingat saya waktu membantu salah satu calon, mendapatkan KTP bisa lewat mereka,” kata Ali, pendukung salah satu calon DPD di Martapura kemarin.

Cara lain, ucapnya, adalah langsung mendapatkannya ke masyarakat atau rekan jaringan yang sejak kuliah aktif di dunia pergerakan. Karena banyaknya "gerakan" juga dari calon lainnya, dia mewanti-wanti jangan sampai KTP yang didapatkan dobel.
"KPU biasanya sangat ketat,” ucapnya.

Lantas berapa jumlah dana yang harus disiapkan untuk mendapat KTP, Ali enggan menyebutkan nominal. Dalam pengalamannya, Menurutnya, si calon yang didukung adalah kawan lama juga karib senior di organisasi pergerakan. Selama ini, calon yang didukungnya cukup komunikatif serta menjaga rangkaian jaringan kendati terpilih berkali-kali.

“Gerakan politik seperti ini masih tradisional tapi bukan berbasis jual beli KTP. Masyarakat yang mendukung harus dirawat. Tidak boleh putus jarigan sampai terpilih, ini modal jangka panjang,” pungkasnya.(mof/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .