MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 29 Mei 2018 15:35
Seniman Clay Dari Banjarmasin

Dian Stanley, , Terima Pesanan dari Amerika dan Inggris

Dian Stanley

PROKAL.CO, Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian Stanley menyulapnya menjadi karya. Ribuan karakter sudah diproduksinya. Beberapa diantaranya pesanan warga Amerika.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Tinggal di perumahan Pondok Metro Indah, blok H1, Jalan H Hasan Basri, Dian menjalankan bisnisnya. Di sebuah ruang berukuran 2,5x3 meter persegi. Di ruang kerja Dian tertata rapi berbagai keperluan kerajinannya.

Ada peti plastik yang menampung puluhan adonan clay. Kemudian meja dengan beberapa barang di atasnya. Seperti alas cetak (cutter mate), penggaris, alat pembuat titik (dotting tools), gunting, lem kayu, penggiling (roll pin) dan baby oil. Di situ Dian menghabiskan waktu. Terutama ketika suami dan anak-anak sedang di luar rumah.

Kemarin (28/5), saya berkesempatan melihat langsung pembuatan kerajinan clay Dian. Tanpa panjang lebar, dia pun memperagakan langkah pembuatannya.

Kerajinan tangan clay ala Dian khas dengan karakter imut alias chibi. Beberapa bagian tubuh sengaja dibuat terlebih dahulu. Ketika ada pesanan, Dian hanya tinggal menyesuaikan warna dan bentuk pakaian yang dikenakan si karakter.

Mula-mula Dian mengambil bagian tubuh, kaki, dan tangan. Diletakkan di atas cutter mate. Alas khusus ini anti lengket. Clay basah diambil untuk membuat pakaian. Jarinya gesit. Membentuk baju mini, kemudian dipasangkan di bagian tubuh tadi. Menghabiskan waktu tak lebih dari semenit.

Kemudian lanjut menata bagian kepala. Khususnya di bagian rambut, Dian mengambil clay dengan tone warna gelap. Hitam atau cokelat, misalnya. Dipelintir agak memanjang, kemudian dipipihkan dan digaris menggunakan penggaris. "Tujuannya untuk membuat detail rambut si karakter," jelas Dian.

Kemudian barulah ditempel di bagian kepala yang sudah jadi. Langkah terakhir adalah finishing. Yakni menambahkan ornamen tambahan sebagai penghias. Contohnya pita di bagian kepala.?

Untuk satu karakter, Dian membutuhkan waktu 5-10 menit. sedangkan pengeringan membutuhkan waktu 2-3 hari. Makin kecil justru makin sulit. Sebab membuat detail garisnya akan lebih rumit. "Dulunya aku bikin satu karakter sehari," ujar Dian.

Setelah 5 tahun berjalan, Dian makin lihai memainkan tangan. Dalam sehari memproduksi 12-16 karakter clay. Jadi, ada 500-an karya yang dihasilkan perbulan.

Dia tidak pernah menyangka akan jadi pegiat clay. Dulunya hanya tertarik untuk membeli. Kala itu memesan jepitan rambut dari clay untuk anak pertamanya. Sering full order, akhirnya selalu tidak kebagian.?ia pun berencana membuat sendiri.

Bermodal tutorial di YouTube dan Pinterest, ibu dua orang anak ini kemudian memesan bahan clay. Setiap hari mencoba, hingga akhirnya berani menerima pesanan. "Pemesan pertama waktu itu dari Tangerang. Dari testimoni, akhirnya makin banyak yang tahu," kenang Dian.

Kerajinan clay itu punya berbagai fungsi. Antara lain untuk aksesori anak-anak, hiasan bingkai foto, gantungan kunci, suvenir, dan masih banyak lagi. Pelanggan terbanyaknya adalah kalangan ibu-ibu muda.

Dian terinspirasi dari clayer dunia, Danielle. Karya-karyanya sudah pasti memesona. Karya Dian kental dengan nuansa imutnya. Tak lupa juga permainan warna.

Soal kualitas, Dian memilih bahan di atas rata-rata. Oleh sebab itu, karyanya akan tahan bertahun-tahun. Syaratnya tidak terkena air. Dalam sebulan, Dian memerlukan setidaknya 15 kilogram adonan clay. "Kuat, lebih mudah ditempel, warnanya variatif. Per satu jenis warna seharga Rp40 ribu per 250 gram," jelasnya.

Adonan clay sebenarnya bisa dibuat sendiri. Memang agak sedikit repot dan hasilnya tidak sehalus yang sudah jadi. Bahan dasarnya seperti tepung tapioka, maizena, lem kayu, dan pengawet benzoat.

Dari karya mini itu, Dian meraup keuntungan besar. Pendapatan kotor perbulannya mencapai Rp15 juta. Sebab, animo masyarakat terhadap clay makin meningkat. "Potong harga bahan, omzet bersihnya kira-kira Rp10 jutaan," ujar perempuan kelahiran Malang, 20 September 1990 itu.

Tidak hanya dari Banjarmasin, pemesannya juga dari Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan juga menerima ratusan pesanan dari warga Amerika dan Inggris. Rabu (30/5), pesanan atas nama Mariam Martinez akan dikirimkan ke USA.

Menurut Dian, peluang usaha ini sangat besar. Waktu dan tempat pengerjaannya pun sangat fleksibel. Jadi, sangat cocok digeluti oleh para ibu-ibu rumah tangga. Di Banjarmasin, Dian belum menemukan saingan clayer.

Meraih keuntungan besar lewat karyanya, dia justru tidak pelit ilmu. Keinginan terbesarnya adalah membuat kelas khusus pembuatan clay. Namun sampai sekarang belum kesampaian. "Pengin sih suatu saat punya kelas khusus pembuatan clay di SD," harapnya.

Tidak takut karyanya dijiplak, Dian yakin tiap seniman clayer punya ciri khas sendiri.?ia juga tergabung dalam Komunitas Seni Clay Indonesia. Lewat komunitas itulah, Dian dan sesama pegiat clay saling bertukar informasi dan pikiran. "Aku juga ingin suatu saat bisa bangun komunitas clay di Banjarmasin. Kemudian bagi-bagi pengetahuan seputar ini," ujarnya.

Sejauh ini karyanya direspons positif oleh para kerabatnya. Namun ada pula yang menganggapnya terlalu mahal. Menanggapi hal itu, Dian hanya bisa memberi pengertian. Clay buatannya murni handmade. Yakni karya asli dari tangannya sendiri.

Karya itu juga membutuhkan ketelatenan, ide dan kreativitas. Jadi, akan sebanding dengan harganya. "Satu karakter dijual Rp20 ribu. Sedangkan untuk gantungan kunci, figura, dan bentuk lainnya bisa ditanyakan langsung lewat direct message Instagram atau Facebook Dian Stanley," tuntasnya.(mr-150/at/dye


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*