MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 29 Mei 2018 15:35
Seniman Clay Dari Banjarmasin

Dian Stanley, , Terima Pesanan dari Amerika dan Inggris

Dian Stanley

PROKAL.CO, Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian Stanley menyulapnya menjadi karya. Ribuan karakter sudah diproduksinya. Beberapa diantaranya pesanan warga Amerika.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Tinggal di perumahan Pondok Metro Indah, blok H1, Jalan H Hasan Basri, Dian menjalankan bisnisnya. Di sebuah ruang berukuran 2,5x3 meter persegi. Di ruang kerja Dian tertata rapi berbagai keperluan kerajinannya.

Ada peti plastik yang menampung puluhan adonan clay. Kemudian meja dengan beberapa barang di atasnya. Seperti alas cetak (cutter mate), penggaris, alat pembuat titik (dotting tools), gunting, lem kayu, penggiling (roll pin) dan baby oil. Di situ Dian menghabiskan waktu. Terutama ketika suami dan anak-anak sedang di luar rumah.

Kemarin (28/5), saya berkesempatan melihat langsung pembuatan kerajinan clay Dian. Tanpa panjang lebar, dia pun memperagakan langkah pembuatannya.

Kerajinan tangan clay ala Dian khas dengan karakter imut alias chibi. Beberapa bagian tubuh sengaja dibuat terlebih dahulu. Ketika ada pesanan, Dian hanya tinggal menyesuaikan warna dan bentuk pakaian yang dikenakan si karakter.

Mula-mula Dian mengambil bagian tubuh, kaki, dan tangan. Diletakkan di atas cutter mate. Alas khusus ini anti lengket. Clay basah diambil untuk membuat pakaian. Jarinya gesit. Membentuk baju mini, kemudian dipasangkan di bagian tubuh tadi. Menghabiskan waktu tak lebih dari semenit.

Kemudian lanjut menata bagian kepala. Khususnya di bagian rambut, Dian mengambil clay dengan tone warna gelap. Hitam atau cokelat, misalnya. Dipelintir agak memanjang, kemudian dipipihkan dan digaris menggunakan penggaris. "Tujuannya untuk membuat detail rambut si karakter," jelas Dian.

Kemudian barulah ditempel di bagian kepala yang sudah jadi. Langkah terakhir adalah finishing. Yakni menambahkan ornamen tambahan sebagai penghias. Contohnya pita di bagian kepala.?

Untuk satu karakter, Dian membutuhkan waktu 5-10 menit. sedangkan pengeringan membutuhkan waktu 2-3 hari. Makin kecil justru makin sulit. Sebab membuat detail garisnya akan lebih rumit. "Dulunya aku bikin satu karakter sehari," ujar Dian.

Setelah 5 tahun berjalan, Dian makin lihai memainkan tangan. Dalam sehari memproduksi 12-16 karakter clay. Jadi, ada 500-an karya yang dihasilkan perbulan.

Dia tidak pernah menyangka akan jadi pegiat clay. Dulunya hanya tertarik untuk membeli. Kala itu memesan jepitan rambut dari clay untuk anak pertamanya. Sering full order, akhirnya selalu tidak kebagian.?ia pun berencana membuat sendiri.

Bermodal tutorial di YouTube dan Pinterest, ibu dua orang anak ini kemudian memesan bahan clay. Setiap hari mencoba, hingga akhirnya berani menerima pesanan. "Pemesan pertama waktu itu dari Tangerang. Dari testimoni, akhirnya makin banyak yang tahu," kenang Dian.

Kerajinan clay itu punya berbagai fungsi. Antara lain untuk aksesori anak-anak, hiasan bingkai foto, gantungan kunci, suvenir, dan masih banyak lagi. Pelanggan terbanyaknya adalah kalangan ibu-ibu muda.

Dian terinspirasi dari clayer dunia, Danielle. Karya-karyanya sudah pasti memesona. Karya Dian kental dengan nuansa imutnya. Tak lupa juga permainan warna.

Soal kualitas, Dian memilih bahan di atas rata-rata. Oleh sebab itu, karyanya akan tahan bertahun-tahun. Syaratnya tidak terkena air. Dalam sebulan, Dian memerlukan setidaknya 15 kilogram adonan clay. "Kuat, lebih mudah ditempel, warnanya variatif. Per satu jenis warna seharga Rp40 ribu per 250 gram," jelasnya.

Adonan clay sebenarnya bisa dibuat sendiri. Memang agak sedikit repot dan hasilnya tidak sehalus yang sudah jadi. Bahan dasarnya seperti tepung tapioka, maizena, lem kayu, dan pengawet benzoat.

Dari karya mini itu, Dian meraup keuntungan besar. Pendapatan kotor perbulannya mencapai Rp15 juta. Sebab, animo masyarakat terhadap clay makin meningkat. "Potong harga bahan, omzet bersihnya kira-kira Rp10 jutaan," ujar perempuan kelahiran Malang, 20 September 1990 itu.

Tidak hanya dari Banjarmasin, pemesannya juga dari Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan juga menerima ratusan pesanan dari warga Amerika dan Inggris. Rabu (30/5), pesanan atas nama Mariam Martinez akan dikirimkan ke USA.

Menurut Dian, peluang usaha ini sangat besar. Waktu dan tempat pengerjaannya pun sangat fleksibel. Jadi, sangat cocok digeluti oleh para ibu-ibu rumah tangga. Di Banjarmasin, Dian belum menemukan saingan clayer.

Meraih keuntungan besar lewat karyanya, dia justru tidak pelit ilmu. Keinginan terbesarnya adalah membuat kelas khusus pembuatan clay. Namun sampai sekarang belum kesampaian. "Pengin sih suatu saat punya kelas khusus pembuatan clay di SD," harapnya.

Tidak takut karyanya dijiplak, Dian yakin tiap seniman clayer punya ciri khas sendiri.?ia juga tergabung dalam Komunitas Seni Clay Indonesia. Lewat komunitas itulah, Dian dan sesama pegiat clay saling bertukar informasi dan pikiran. "Aku juga ingin suatu saat bisa bangun komunitas clay di Banjarmasin. Kemudian bagi-bagi pengetahuan seputar ini," ujarnya.

Sejauh ini karyanya direspons positif oleh para kerabatnya. Namun ada pula yang menganggapnya terlalu mahal. Menanggapi hal itu, Dian hanya bisa memberi pengertian. Clay buatannya murni handmade. Yakni karya asli dari tangannya sendiri.

Karya itu juga membutuhkan ketelatenan, ide dan kreativitas. Jadi, akan sebanding dengan harganya. "Satu karakter dijual Rp20 ribu. Sedangkan untuk gantungan kunci, figura, dan bentuk lainnya bisa ditanyakan langsung lewat direct message Instagram atau Facebook Dian Stanley," tuntasnya.(mr-150/at/dye


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 12:10

Serunya Lomba Bakisah Bahasa Banjar di Siring Pierre Tendean

Lomba Bakisah Bahasa Banjar dari Ombudsman Kalsel mengundang gelak tawa sekaligus ironi. Memperlihatkan…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:24

Di Belakang Layar Seorang Dalang: Hidupnya Tak Sekocak Wayangnya

Orang Kalimantan hanya mengenal satu Wayang Kulit. Namanya Wayang Kulit Banjar. Di pedesaan Hulu Sungai,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Selasa, 31 Juli 2018 15:03

Mengenang Jasa Transportasi Getek, Berawal dari Lima Puluh Perak

Jasa transportasi jukung getek dilindas zaman. Hasan memilih jalan sunyi. Bertahan dengan sampan tua,…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .