MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin
Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri
RITUAL: Bhiku Saddhaviro Mahathera (kiri) bersama sang murid, diikuti umat Buddha saat melakukan ritual Pradaksina menjelang detik-detik puncak Waisak di Vihara Dhammasoka Selasa (29/5) malam. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara Dhamasoka Banjarmasin, Selasa (29/5) kemarin.

Tradisi ini adalah Pindapatta yang merupakan salah satu tradisi penting rangkaian peringatan hari Waisak.

Tradisi Pindapatta ini diharapkannya menjadi keberkahan bagi semua sekaligus membawa kedamaian diantara keragaman umat. “Kalau biasanya datang untuk menerima, sekarang untuk memberi. Sangat luar biasa perayaan tahun ini. Semoga mendapat keberkahan dan memberi kedamaian bagi semua,” tuturnya.

Persembahan hidangan makan ini merupakan tradisi umat Buddha sejak lama. Tradisi ini sebagai ladang amal untuk menanam kebajikan, serta belajar sifat menghargai pemberian orang lain. makanan yang terkumpul diberikan kepada para Bikkhu bersama jemaat yang hadir untuk memanjatkan doa berharap keberkatan dari hidangan yang disajikan.

Banthe Saddaviro Mahatera, Bikkhu Vihara Dhammasoka menjelaskan, tradisi Pindapatta adalah persembahan atau dana makanan bagi para biksu. “Itu latihan melepas materi makanan dan beramal. Bukan sekedar berbuat baik. Ini mengingatkan juga bahwa tubuh ini adalah pinjaman dari Yang Kuasa,” Saddaviro menjelaskan maknanya.

Disebutkannya, tema Waisak kali ini yakni berpikir, berkata dan bertindak yang baik serta menjaga keutuhan bangsa. “Konteksnya dalam zaman sekarang ini setiap manusia termasuk jemaat juga harus menjaga keutuhan bangsa. Jangan berujar yang menyudutkan, dana tidak memberikan keterangan hoax,” terangnya.

Terlebih, dalam waktu dekat even pemilu sudah dekat. Untuk itu, dia mengharapkan untuk terus menjaga persatuan. Dan jangan sampai energi habis hanya untuk kekisruhan yang bisa menjadikan perpecahan. Di tahun politik ini dia berharap masyarakat berpikir yang panjang jangan sampai mengorbankan hal yang membuat kemajemukan yang harmonis jadi terpecah belah. “Masyarakat jangan sampai gampang terprovokasi. Karena emosi sesaat masalahnya panjang. Jangan sampai keretakan antar anak bangsa terjadi,” tuturnya.

Sementara, I Gede Astana, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalsel, menyebut ada sekitar 500 an jemaat yang memenuhi Vihara Dhamasoka Banjarmasin. “Jika mengacu statistik umat Buddha di Kalsel, ada sekitar 4000,” terangnya.

Kegiatan ibadahan perayaan hari Waisak sendiri, dilanjutkan pada malam harinya, yakni puja bhakti dan detik-detik Waisak pada Pukul 19.00 wita hingga pukul 21.00 wita saat Gautama Buddha mencapai pencerahan sempurna. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…

Jumat, 08 Maret 2019 10:32

Masih Bocah, Tiga Bersaudara Ini Keliling Jualan Kerupuk

Masih bocah, tiga bersaudara ini malah ikut memikirkan kebutuhan hidup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*