MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 01 Juni 2018 11:25
Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Segar dan Bikin Terpingkal

KARASMIN RAMADAN: Sejumlah seniman yang tergabung di Taman Budaya Provinsi Kalsel, menggelar teater tradisional Kalsel (Mamanda) sembari bersahur bersama masyarakat yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kamis (31/5) dini hari. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan ayat suci Alquran. Tak ayal, hal itu lantas membuat para perampok semakin berhasrat untuk untuk menculiknya. Drama penculikan di Bulan Ramadan.

WAHYU RAMADHAN, Batola

Gelak tawa warga yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kelurahan Berangas Kabupaten Barito Kuala, Kamis (31/5) dini hari terdengar nyaring. Halaman depan masjid, tampak dipenuhi ratusan warga yang berkerumun menyaksikan penampilan teater tradisional Kalsel (Mamanda), yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Kalau sebelumnya berbagai macam penampilan yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Kalsel umumnya selalu dihelat kawasan Taman Budaya yang terletak di kawasan Jalan Hasan Basery Banjarmasin, kali ini sedikit berbeda. Gelaran digelar di sebuah kampung di kawasan Berangas, Barito Kuala (Batola). Dengan properti sederhana, 23 seniman yang mengisi acara, sukses membuat para warga tertawa terpingkal-pingkal sembari bertepuk tangan.

Diterangi dengan cahaya lampu sorot, para seniman membawakan kisah yang berjudul Prahara di Kerajaan Malinggam Cahaya. Alkisah, yang semula kerajaan damai dan tentram, seketika langsung terjadi kepanikan kala sang putri raja tiba-tiba saja menghilang. Setelah diselidiki, diketahui bahwa ternyata sang putri telah diculik oleh gerombolan perampok.

"Panglima, segera turunkan pasukan. Cari putriku sampai dapat dan habisi semua penculik," titah sang raja.

Hari berganti hari, sang putri masih berada di tangan gerombolan perampok. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata perampok sama sekali tak berani menyentuh atau menyakiti sang putri. Justru sebaliknya, sang putri dilayani layaknya sang raja atau ratu.

"Karena kefasihan bacaan serta merdunya lantunan ayat Alquran yang dibaca oleh sang putri, para perampok menculik karena tertarik dan ingin belajar membaca Alquran kepada sang putri," ujar Edi Sutardi, sang sutradara pada pertunjukan tersebut.

Singkat cerita, sang Panglima berhasil menemukan gerombolan perampok, kemudian membawanya ke hadapan sang raja. Ketika hendak dihukum seberat-beratnya, sang Putri lantas menjelaskan permasalahan yang sebenarnya bahwa ternyata gerombolan perampok menculiknya hanya karena ingin belajar mengaji.

"Mendengar hal itu, maka sang Raja pun akhirnya enggan menghukum gerombolan perampok. Malah justru mencarikan seorang guru mengaji," tambah lelaki yang akrab disapa Kang Edi ini.

Dari penampilan Mamanda yang digelar kemarin, sedikitnya ada beberapa hal yang menarik. Pertama, alur cerita yang terinspirasi dari kisah sahabat Nabi Muhammad yang ingin masuk Islam. Kedua, tokoh kejutan yang berperan sebagai guru mengaji. Ketiga, tingkah lucu para seniman yang gemar bercanda sembari melucu bersama penonton, dan yang terakhir yakni dalam waktu yang sedemikian singkat mampu menghibur semua masyarakat yang menyaksikan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Tajudin. Lelaki berumur 45 tahun ini mengaku kaget ketika melihat pemain yang berperan sebagai guru mengaji adalah orang nomor satu di Kalsel, yakni Sahbirin Noor.

"Saya tak menyangka. Ternyata beliau juga pandai berakting," ujarnya, kemudian terkekeh.

Senada dengan hal tersebut, Misnawati, Ibu rumah tangga ini justru mengaku sempat ingin keluar airmata karena selalu tertawa menyaksikan pertunjukan. Menurutnya, kekonyolan para pemain, tak kalah dengan artis-artis di televisi.

"Sayang, waktunya cuma sebentar. Coba kalau penampilannya lebih lama lagi, bakal semakin asyik," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa penampilan yang digelar merupakan salah satu langkah membudayakan kesenian daerah untuk masuk ke tengah masyarakat agar tidak kehilangan jati diri kearifan lokalnya.

"Salah satunya melalui kesenian Mamanda. Dalam bentuk penyajiannya kesenian Mamanda bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat. Termasuk dialog yang digunakan. Nah ke depan, rencananya pertunjukan seperti ini bakal rutin digelar, tapi di lokasi yang berbeda-beda," tuntasnya. (war/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…

Senin, 13 Mei 2019 15:38

Jerry Bangsawan, Youtuber dengan Konten Traveling Asal Banua: Ingin Jelajahi 18 Negara Eropa !

"Hello guys, ini Airbus A330," ucap Jerry Bangsawan. YouTuber asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*