MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 01 Juni 2018 11:25
Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Segar dan Bikin Terpingkal

KARASMIN RAMADAN: Sejumlah seniman yang tergabung di Taman Budaya Provinsi Kalsel, menggelar teater tradisional Kalsel (Mamanda) sembari bersahur bersama masyarakat yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kamis (31/5) dini hari. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan ayat suci Alquran. Tak ayal, hal itu lantas membuat para perampok semakin berhasrat untuk untuk menculiknya. Drama penculikan di Bulan Ramadan.

WAHYU RAMADHAN, Batola

Gelak tawa warga yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kelurahan Berangas Kabupaten Barito Kuala, Kamis (31/5) dini hari terdengar nyaring. Halaman depan masjid, tampak dipenuhi ratusan warga yang berkerumun menyaksikan penampilan teater tradisional Kalsel (Mamanda), yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Kalau sebelumnya berbagai macam penampilan yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Kalsel umumnya selalu dihelat kawasan Taman Budaya yang terletak di kawasan Jalan Hasan Basery Banjarmasin, kali ini sedikit berbeda. Gelaran digelar di sebuah kampung di kawasan Berangas, Barito Kuala (Batola). Dengan properti sederhana, 23 seniman yang mengisi acara, sukses membuat para warga tertawa terpingkal-pingkal sembari bertepuk tangan.

Diterangi dengan cahaya lampu sorot, para seniman membawakan kisah yang berjudul Prahara di Kerajaan Malinggam Cahaya. Alkisah, yang semula kerajaan damai dan tentram, seketika langsung terjadi kepanikan kala sang putri raja tiba-tiba saja menghilang. Setelah diselidiki, diketahui bahwa ternyata sang putri telah diculik oleh gerombolan perampok.

"Panglima, segera turunkan pasukan. Cari putriku sampai dapat dan habisi semua penculik," titah sang raja.

Hari berganti hari, sang putri masih berada di tangan gerombolan perampok. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata perampok sama sekali tak berani menyentuh atau menyakiti sang putri. Justru sebaliknya, sang putri dilayani layaknya sang raja atau ratu.

"Karena kefasihan bacaan serta merdunya lantunan ayat Alquran yang dibaca oleh sang putri, para perampok menculik karena tertarik dan ingin belajar membaca Alquran kepada sang putri," ujar Edi Sutardi, sang sutradara pada pertunjukan tersebut.

Singkat cerita, sang Panglima berhasil menemukan gerombolan perampok, kemudian membawanya ke hadapan sang raja. Ketika hendak dihukum seberat-beratnya, sang Putri lantas menjelaskan permasalahan yang sebenarnya bahwa ternyata gerombolan perampok menculiknya hanya karena ingin belajar mengaji.

"Mendengar hal itu, maka sang Raja pun akhirnya enggan menghukum gerombolan perampok. Malah justru mencarikan seorang guru mengaji," tambah lelaki yang akrab disapa Kang Edi ini.

Dari penampilan Mamanda yang digelar kemarin, sedikitnya ada beberapa hal yang menarik. Pertama, alur cerita yang terinspirasi dari kisah sahabat Nabi Muhammad yang ingin masuk Islam. Kedua, tokoh kejutan yang berperan sebagai guru mengaji. Ketiga, tingkah lucu para seniman yang gemar bercanda sembari melucu bersama penonton, dan yang terakhir yakni dalam waktu yang sedemikian singkat mampu menghibur semua masyarakat yang menyaksikan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Tajudin. Lelaki berumur 45 tahun ini mengaku kaget ketika melihat pemain yang berperan sebagai guru mengaji adalah orang nomor satu di Kalsel, yakni Sahbirin Noor.

"Saya tak menyangka. Ternyata beliau juga pandai berakting," ujarnya, kemudian terkekeh.

Senada dengan hal tersebut, Misnawati, Ibu rumah tangga ini justru mengaku sempat ingin keluar airmata karena selalu tertawa menyaksikan pertunjukan. Menurutnya, kekonyolan para pemain, tak kalah dengan artis-artis di televisi.

"Sayang, waktunya cuma sebentar. Coba kalau penampilannya lebih lama lagi, bakal semakin asyik," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa penampilan yang digelar merupakan salah satu langkah membudayakan kesenian daerah untuk masuk ke tengah masyarakat agar tidak kehilangan jati diri kearifan lokalnya.

"Salah satunya melalui kesenian Mamanda. Dalam bentuk penyajiannya kesenian Mamanda bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat. Termasuk dialog yang digunakan. Nah ke depan, rencananya pertunjukan seperti ini bakal rutin digelar, tapi di lokasi yang berbeda-beda," tuntasnya. (war/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Ditunjuk Menjadi Pembawa Bendera Merah Putih, Sonia dan Annisa Terharu

SONIA Shaleha dan Annisa Fitria Azmi tak berani berharap. Bakal ditunjuk menjadi pembawa bendera merah…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:49

Mahathir Muhammad, Siswa asal Tanah Laut yang Berhasil Juara Rubik Pakai Kaki

Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tanah Laut (MAN ICT) ini tergolong luar biasa.…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:52

Kehidupan Veteran di Ujung Banua, Ketua LVRI Masih Harus Jualan Minyak Tanah

Irman Ahmad pernah merasakan desingan peluru penjajah. Di usia tua nya kini, dia berjualan minyak tanah,…

Jumat, 10 Agustus 2018 15:22

Ini Dia, Letkol Pnb Supriyanto, Pilot Pesawat Tempur asal Tanah Laut

Boleh juga yang dilakukan Letkol Pnb Supriyanto, pilot pesawat tempur asal Tanah Laut untuk memotivasi…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:01

Jefri 'Jef' Albari Tribowo, Rilis Lagu Cover Sanja Kuning

Setelah sukses dengan album Lagu Banjar, Jefri 'Jef' Albari Tribowo sibuk bersiap untuk album keduanya.…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:07

Mengintip Persiapan Paskibraka Banjarmasin Jelang 17 Agustus

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Banjarmasin 2018 tampak sibuk. Kemarin (7/8), 28 pelajar pilihan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11

Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan…

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32

Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit

Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta…

Rabu, 01 Agustus 2018 15:12

Cerita Adittya Regas, Penulis Muda Asal Banjarmasin

Patah hati tak lantas melarutkan Adittya Regas (23) dalam kesedihan. Sajak-sajak pilu yang tadi berkecamuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .