MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 01 Juni 2018 11:25
Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Segar dan Bikin Terpingkal

KARASMIN RAMADAN: Sejumlah seniman yang tergabung di Taman Budaya Provinsi Kalsel, menggelar teater tradisional Kalsel (Mamanda) sembari bersahur bersama masyarakat yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kamis (31/5) dini hari. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan ayat suci Alquran. Tak ayal, hal itu lantas membuat para perampok semakin berhasrat untuk untuk menculiknya. Drama penculikan di Bulan Ramadan.

WAHYU RAMADHAN, Batola

Gelak tawa warga yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kelurahan Berangas Kabupaten Barito Kuala, Kamis (31/5) dini hari terdengar nyaring. Halaman depan masjid, tampak dipenuhi ratusan warga yang berkerumun menyaksikan penampilan teater tradisional Kalsel (Mamanda), yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Kalau sebelumnya berbagai macam penampilan yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Kalsel umumnya selalu dihelat kawasan Taman Budaya yang terletak di kawasan Jalan Hasan Basery Banjarmasin, kali ini sedikit berbeda. Gelaran digelar di sebuah kampung di kawasan Berangas, Barito Kuala (Batola). Dengan properti sederhana, 23 seniman yang mengisi acara, sukses membuat para warga tertawa terpingkal-pingkal sembari bertepuk tangan.

Diterangi dengan cahaya lampu sorot, para seniman membawakan kisah yang berjudul Prahara di Kerajaan Malinggam Cahaya. Alkisah, yang semula kerajaan damai dan tentram, seketika langsung terjadi kepanikan kala sang putri raja tiba-tiba saja menghilang. Setelah diselidiki, diketahui bahwa ternyata sang putri telah diculik oleh gerombolan perampok.

"Panglima, segera turunkan pasukan. Cari putriku sampai dapat dan habisi semua penculik," titah sang raja.

Hari berganti hari, sang putri masih berada di tangan gerombolan perampok. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata perampok sama sekali tak berani menyentuh atau menyakiti sang putri. Justru sebaliknya, sang putri dilayani layaknya sang raja atau ratu.

"Karena kefasihan bacaan serta merdunya lantunan ayat Alquran yang dibaca oleh sang putri, para perampok menculik karena tertarik dan ingin belajar membaca Alquran kepada sang putri," ujar Edi Sutardi, sang sutradara pada pertunjukan tersebut.

Singkat cerita, sang Panglima berhasil menemukan gerombolan perampok, kemudian membawanya ke hadapan sang raja. Ketika hendak dihukum seberat-beratnya, sang Putri lantas menjelaskan permasalahan yang sebenarnya bahwa ternyata gerombolan perampok menculiknya hanya karena ingin belajar mengaji.

"Mendengar hal itu, maka sang Raja pun akhirnya enggan menghukum gerombolan perampok. Malah justru mencarikan seorang guru mengaji," tambah lelaki yang akrab disapa Kang Edi ini.

Dari penampilan Mamanda yang digelar kemarin, sedikitnya ada beberapa hal yang menarik. Pertama, alur cerita yang terinspirasi dari kisah sahabat Nabi Muhammad yang ingin masuk Islam. Kedua, tokoh kejutan yang berperan sebagai guru mengaji. Ketiga, tingkah lucu para seniman yang gemar bercanda sembari melucu bersama penonton, dan yang terakhir yakni dalam waktu yang sedemikian singkat mampu menghibur semua masyarakat yang menyaksikan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Tajudin. Lelaki berumur 45 tahun ini mengaku kaget ketika melihat pemain yang berperan sebagai guru mengaji adalah orang nomor satu di Kalsel, yakni Sahbirin Noor.

"Saya tak menyangka. Ternyata beliau juga pandai berakting," ujarnya, kemudian terkekeh.

Senada dengan hal tersebut, Misnawati, Ibu rumah tangga ini justru mengaku sempat ingin keluar airmata karena selalu tertawa menyaksikan pertunjukan. Menurutnya, kekonyolan para pemain, tak kalah dengan artis-artis di televisi.

"Sayang, waktunya cuma sebentar. Coba kalau penampilannya lebih lama lagi, bakal semakin asyik," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa penampilan yang digelar merupakan salah satu langkah membudayakan kesenian daerah untuk masuk ke tengah masyarakat agar tidak kehilangan jati diri kearifan lokalnya.

"Salah satunya melalui kesenian Mamanda. Dalam bentuk penyajiannya kesenian Mamanda bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat. Termasuk dialog yang digunakan. Nah ke depan, rencananya pertunjukan seperti ini bakal rutin digelar, tapi di lokasi yang berbeda-beda," tuntasnya. (war/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*