MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 01 Juni 2018 11:25
Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Segar dan Bikin Terpingkal

KARASMIN RAMADAN: Sejumlah seniman yang tergabung di Taman Budaya Provinsi Kalsel, menggelar teater tradisional Kalsel (Mamanda) sembari bersahur bersama masyarakat yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kamis (31/5) dini hari. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan ayat suci Alquran. Tak ayal, hal itu lantas membuat para perampok semakin berhasrat untuk untuk menculiknya. Drama penculikan di Bulan Ramadan.

WAHYU RAMADHAN, Batola

Gelak tawa warga yang tinggal di kawasan Masjid Rahmat, Kelurahan Berangas Kabupaten Barito Kuala, Kamis (31/5) dini hari terdengar nyaring. Halaman depan masjid, tampak dipenuhi ratusan warga yang berkerumun menyaksikan penampilan teater tradisional Kalsel (Mamanda), yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Kalau sebelumnya berbagai macam penampilan yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Kalsel umumnya selalu dihelat kawasan Taman Budaya yang terletak di kawasan Jalan Hasan Basery Banjarmasin, kali ini sedikit berbeda. Gelaran digelar di sebuah kampung di kawasan Berangas, Barito Kuala (Batola). Dengan properti sederhana, 23 seniman yang mengisi acara, sukses membuat para warga tertawa terpingkal-pingkal sembari bertepuk tangan.

Diterangi dengan cahaya lampu sorot, para seniman membawakan kisah yang berjudul Prahara di Kerajaan Malinggam Cahaya. Alkisah, yang semula kerajaan damai dan tentram, seketika langsung terjadi kepanikan kala sang putri raja tiba-tiba saja menghilang. Setelah diselidiki, diketahui bahwa ternyata sang putri telah diculik oleh gerombolan perampok.

"Panglima, segera turunkan pasukan. Cari putriku sampai dapat dan habisi semua penculik," titah sang raja.

Hari berganti hari, sang putri masih berada di tangan gerombolan perampok. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata perampok sama sekali tak berani menyentuh atau menyakiti sang putri. Justru sebaliknya, sang putri dilayani layaknya sang raja atau ratu.

"Karena kefasihan bacaan serta merdunya lantunan ayat Alquran yang dibaca oleh sang putri, para perampok menculik karena tertarik dan ingin belajar membaca Alquran kepada sang putri," ujar Edi Sutardi, sang sutradara pada pertunjukan tersebut.

Singkat cerita, sang Panglima berhasil menemukan gerombolan perampok, kemudian membawanya ke hadapan sang raja. Ketika hendak dihukum seberat-beratnya, sang Putri lantas menjelaskan permasalahan yang sebenarnya bahwa ternyata gerombolan perampok menculiknya hanya karena ingin belajar mengaji.

"Mendengar hal itu, maka sang Raja pun akhirnya enggan menghukum gerombolan perampok. Malah justru mencarikan seorang guru mengaji," tambah lelaki yang akrab disapa Kang Edi ini.

Dari penampilan Mamanda yang digelar kemarin, sedikitnya ada beberapa hal yang menarik. Pertama, alur cerita yang terinspirasi dari kisah sahabat Nabi Muhammad yang ingin masuk Islam. Kedua, tokoh kejutan yang berperan sebagai guru mengaji. Ketiga, tingkah lucu para seniman yang gemar bercanda sembari melucu bersama penonton, dan yang terakhir yakni dalam waktu yang sedemikian singkat mampu menghibur semua masyarakat yang menyaksikan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Tajudin. Lelaki berumur 45 tahun ini mengaku kaget ketika melihat pemain yang berperan sebagai guru mengaji adalah orang nomor satu di Kalsel, yakni Sahbirin Noor.

"Saya tak menyangka. Ternyata beliau juga pandai berakting," ujarnya, kemudian terkekeh.

Senada dengan hal tersebut, Misnawati, Ibu rumah tangga ini justru mengaku sempat ingin keluar airmata karena selalu tertawa menyaksikan pertunjukan. Menurutnya, kekonyolan para pemain, tak kalah dengan artis-artis di televisi.

"Sayang, waktunya cuma sebentar. Coba kalau penampilannya lebih lama lagi, bakal semakin asyik," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa penampilan yang digelar merupakan salah satu langkah membudayakan kesenian daerah untuk masuk ke tengah masyarakat agar tidak kehilangan jati diri kearifan lokalnya.

"Salah satunya melalui kesenian Mamanda. Dalam bentuk penyajiannya kesenian Mamanda bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat. Termasuk dialog yang digunakan. Nah ke depan, rencananya pertunjukan seperti ini bakal rutin digelar, tapi di lokasi yang berbeda-beda," tuntasnya. (war/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .