MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19
Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Paling Pedas Justru Cibiran Perempuan

BERSAMA KELUARGA: Kiky Fadilah bersama orang tuanya, Muhran dan Halidah dalam potret keluarga. Selain sibuk kuliah, Kiky juga aktif berorganisasi di Paris Barantai. Yang aktif mengadvokasi kaum transpuan di Banjarmasi

PROKAL.CO, Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya. Membuktikan kaumnya bukan sampah masyarakat. Bahwa mereka hanya sedikit berbeda. 

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin 

KIKY lahir di Balikpapan, 10 April 1997. Menetap di Banjarmasin sejak pertengahan 2015 lalu. 

Kulitnya putih dan halus. Rambutnya lurus sebahu. Perawakannya ideal, tingginya 175 sentimeter, bak peragawati. 

Dia terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis di FISIP Universitas Lambung Mangkurat. Satu kampus dengan saya.  

Sejak awal masuk kuliah tahun 2015 lalu, Kiky memang menjadi pusat perhatian. Pada sebuah malam inagurasi mahasiswa baru, ia dipercaya teman sekelompok untuk menampilkan peragaan busana. 

Sorakkan tak terelakkan. Antara pujian dan cercaan. Kiky hanya memantapkan langkah. Menampilkan bakat berjalan di atas catwalk yang belum tentu orang lain bisa. Dengan mengenakan gaun merak, modifikasi kain dan lembaran koran.

Kemarin (1/6), kami bertemu dan mengobrol banyak hal. Membicarakan tentang kegiatannya sehari-hari. Orangnya ramah, senyum senantiasa merekah dari bibir tipisnya. 

Kiky mengenakan celana jins pensil dan kemeja flanel kotak-kotak merah muda. Sederhana, tak jauh berbeda dengan perempuan kebanyakan. 

Nada bicaranya berubah ketika membahas soal transpuan. Maklum, topik yang satu ini memang sensitif. 

Perlahan dia menuturkan asal mula jati dirinya. Sejak kecil Kiky terbiasa memerhatikan cara hidup perempuan di sekelilingnya. Dari pekerjaan rumah, kesibukan di dapur, hingga merias diri. 

Apalagi ketika dia tinggal serumah dengan kakaknya. Lia, yang juga seorang transpuan. Tinggal di Tamban, Barito Kuala, untuk mengelola salon kecantikan. Pelanggan hilir berganti datang untuk merawat diri.

"Sudah terbiasa melihat hal-hal yang dilakukan perempuan. Seperti merias diri dan sebagainya," ucap Kiky. Rupanya, itulah awal dari semuanya. 

Kiky baru berani menunjukkan sosoknya sebagai transpuan ke tengah orang banyak saat menginjak SMA. Naluri perempuannya semakin menjadi, ketika pergi kuliah. 

Dia juga lihai berdandan. Dari beberapa postingan Instagram, terlihat beberapa foto yang menampilkan hasil make up-nya sendiri. Sesekali dia juga melakukan nge-live di Instagram. Untuk berbagi tips tentang tips dan trik merias diri. 

Tak jarang Kiky dicemooh. Komentar negatif dan anggapan miring sudah jadi risiko. Kadang juga digoda oleh lelaki yang melintas. "Yang pedas justru tanggapan dari perempuan. Kata-katanya lebih tajam kalau ngata-ngatain," tutur anak bungsu Muhran dan Halidah itu. 

Tidak dapat dipungkiri. Masih banyak yang menganggap kaumnya dekat dengan pergaulan bebas, menjual diri dan semacamnya. Beruntung Kiky menemukan organisasi tepat. Paris Barantai, yang menaungi kaum transpuan dan transgender di Banjarmasin.

Sejak akhir 2017 lalu, ia memantapkan diri bergabung. Organisasi itu dibentuk oleh Lily Bakrie. Salah satu transgender Banjarmasin. Organisasi ini dinaungi oleh PKBI Kalimantan Selatan. Dari tempat itu, Kiky belajar banyak hal. Menemukan kawan-kawan baru, yang kini dipanggilnya keluarga.

Paris Barantai beranggotakan 35 orang. Mengadakan arisan setiap dua pekan. Di situ mereka juga membincangkan program organisasi. Visinya untuk memberdayakan para transpuan untuk berkarya. Menjauhkan stigma buruk terkait status gender.

Sekali dalam sebulan, Paris Barantai mengadakan pelatihan. Mulai dari memasak, menjahit dan banyak lagi. “Organisasi ini sangat membantu. Transpuan diberdayakan untuk berkarya,” ujar Kiky.

Awal April lalu, Kiky juga dipercaya oleh organisasi untuk mengikuti Transchool Nusantara di Jakarta. Sebuah ajang bagi para transgender untuk unjuk kebolehan.

Mewakili Kalsel, Kiky mengikuti karantina selama dua pekan. Di sana dia mengikuti berbagai pelatihan, pembekalan pengetahuan seputar HAM (Hak Asasi Manusia), penerimaan diri, dan cara mengadvokasi kasus waria. 

Kegiatan ditutup dengan pemilihan layaknya audisi Puteri Indonesia. Saingannya dari berbagai provinsi di Indonesia. Gugup, sudah pasti. Kiky hanya bermodal keyakinan dan tekad untuk membawa nama baik bagi daerahnya.

Pembawaan diri dan public speaking menjadi unsur penilaian terpenting. Hingga akhirnya Kiky berhasil membawa pulang predikat Juara Harapan 1 Miss Transchool Swara 2018. Atas kelihaiannya berpose, Kiki juga menyabet  predikat Miss Photogenic Transchool 2018.

“Pengalaman yang menarik. Enggak putus sampai di sini, aku pengin ikutan berbagai kegiatan positif dan berkarya lebih banyak lagi,” pungkasnya. (mr-150


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .