MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19
Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Paling Pedas Justru Cibiran Perempuan

BERSAMA KELUARGA: Kiky Fadilah bersama orang tuanya, Muhran dan Halidah dalam potret keluarga. Selain sibuk kuliah, Kiky juga aktif berorganisasi di Paris Barantai. Yang aktif mengadvokasi kaum transpuan di Banjarmasi

PROKAL.CO, Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya. Membuktikan kaumnya bukan sampah masyarakat. Bahwa mereka hanya sedikit berbeda. 

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin 

KIKY lahir di Balikpapan, 10 April 1997. Menetap di Banjarmasin sejak pertengahan 2015 lalu. 

Kulitnya putih dan halus. Rambutnya lurus sebahu. Perawakannya ideal, tingginya 175 sentimeter, bak peragawati. 

Dia terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis di FISIP Universitas Lambung Mangkurat. Satu kampus dengan saya.  

Sejak awal masuk kuliah tahun 2015 lalu, Kiky memang menjadi pusat perhatian. Pada sebuah malam inagurasi mahasiswa baru, ia dipercaya teman sekelompok untuk menampilkan peragaan busana. 

Sorakkan tak terelakkan. Antara pujian dan cercaan. Kiky hanya memantapkan langkah. Menampilkan bakat berjalan di atas catwalk yang belum tentu orang lain bisa. Dengan mengenakan gaun merak, modifikasi kain dan lembaran koran.

Kemarin (1/6), kami bertemu dan mengobrol banyak hal. Membicarakan tentang kegiatannya sehari-hari. Orangnya ramah, senyum senantiasa merekah dari bibir tipisnya. 

Kiky mengenakan celana jins pensil dan kemeja flanel kotak-kotak merah muda. Sederhana, tak jauh berbeda dengan perempuan kebanyakan. 

Nada bicaranya berubah ketika membahas soal transpuan. Maklum, topik yang satu ini memang sensitif. 

Perlahan dia menuturkan asal mula jati dirinya. Sejak kecil Kiky terbiasa memerhatikan cara hidup perempuan di sekelilingnya. Dari pekerjaan rumah, kesibukan di dapur, hingga merias diri. 

Apalagi ketika dia tinggal serumah dengan kakaknya. Lia, yang juga seorang transpuan. Tinggal di Tamban, Barito Kuala, untuk mengelola salon kecantikan. Pelanggan hilir berganti datang untuk merawat diri.

"Sudah terbiasa melihat hal-hal yang dilakukan perempuan. Seperti merias diri dan sebagainya," ucap Kiky. Rupanya, itulah awal dari semuanya. 

Kiky baru berani menunjukkan sosoknya sebagai transpuan ke tengah orang banyak saat menginjak SMA. Naluri perempuannya semakin menjadi, ketika pergi kuliah. 

Dia juga lihai berdandan. Dari beberapa postingan Instagram, terlihat beberapa foto yang menampilkan hasil make up-nya sendiri. Sesekali dia juga melakukan nge-live di Instagram. Untuk berbagi tips tentang tips dan trik merias diri. 

Tak jarang Kiky dicemooh. Komentar negatif dan anggapan miring sudah jadi risiko. Kadang juga digoda oleh lelaki yang melintas. "Yang pedas justru tanggapan dari perempuan. Kata-katanya lebih tajam kalau ngata-ngatain," tutur anak bungsu Muhran dan Halidah itu. 

Tidak dapat dipungkiri. Masih banyak yang menganggap kaumnya dekat dengan pergaulan bebas, menjual diri dan semacamnya. Beruntung Kiky menemukan organisasi tepat. Paris Barantai, yang menaungi kaum transpuan dan transgender di Banjarmasin.

Sejak akhir 2017 lalu, ia memantapkan diri bergabung. Organisasi itu dibentuk oleh Lily Bakrie. Salah satu transgender Banjarmasin. Organisasi ini dinaungi oleh PKBI Kalimantan Selatan. Dari tempat itu, Kiky belajar banyak hal. Menemukan kawan-kawan baru, yang kini dipanggilnya keluarga.

Paris Barantai beranggotakan 35 orang. Mengadakan arisan setiap dua pekan. Di situ mereka juga membincangkan program organisasi. Visinya untuk memberdayakan para transpuan untuk berkarya. Menjauhkan stigma buruk terkait status gender.

Sekali dalam sebulan, Paris Barantai mengadakan pelatihan. Mulai dari memasak, menjahit dan banyak lagi. “Organisasi ini sangat membantu. Transpuan diberdayakan untuk berkarya,” ujar Kiky.

Awal April lalu, Kiky juga dipercaya oleh organisasi untuk mengikuti Transchool Nusantara di Jakarta. Sebuah ajang bagi para transgender untuk unjuk kebolehan.

Mewakili Kalsel, Kiky mengikuti karantina selama dua pekan. Di sana dia mengikuti berbagai pelatihan, pembekalan pengetahuan seputar HAM (Hak Asasi Manusia), penerimaan diri, dan cara mengadvokasi kasus waria. 

Kegiatan ditutup dengan pemilihan layaknya audisi Puteri Indonesia. Saingannya dari berbagai provinsi di Indonesia. Gugup, sudah pasti. Kiky hanya bermodal keyakinan dan tekad untuk membawa nama baik bagi daerahnya.

Pembawaan diri dan public speaking menjadi unsur penilaian terpenting. Hingga akhirnya Kiky berhasil membawa pulang predikat Juara Harapan 1 Miss Transchool Swara 2018. Atas kelihaiannya berpose, Kiki juga menyabet  predikat Miss Photogenic Transchool 2018.

“Pengalaman yang menarik. Enggak putus sampai di sini, aku pengin ikutan berbagai kegiatan positif dan berkarya lebih banyak lagi,” pungkasnya. (mr-150


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun prasarana publik maupun pekerjaan.…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan di Dadaku" gelaran Dewan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945. Tiga pamannya gugur dalam penyerangan…

Selasa, 06 November 2018 14:50

Sungai Baru Larut dalam Nostalgia Layar Tancap

Layar tancap adalah hiburan rakyat. Orang juga menyebutnya dengan misbar alias gerimis bubar. Di Banjarmasin,…

Jumat, 02 November 2018 10:50

Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:28

Menanti Hujan Turun di Pulau Laut, PDAM Andalkan Empang...Eh Waduk

Doa PDAM minta hujan rupanya masih tertahan di langit. Pulau Laut panas, walau siang kemarin sempat…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:32

Lagu "Insya Allah" Fadly Padi Sejukkan Ribuan Napi

Lapangan besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru memutih. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .