MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 03 Juni 2018 12:18
Rela Kas Terkuras Habis Demi Rombong Jukung Sasirangan
SWADAYA: Rombong Jukung Sasirangan hasil swadaya warga setempat.

PROKAL.CO, SYEKH Muhammad Hanafi adalah Ketua Pokdarwis Ceria. Salah satu sosok penting di balik lahirnya Rombong Jukung Sasirangan dan Gembok Cinta di kolong Jembatan Banua Anyar.

Kolong jembatan ini mulai mereka sentuh sejak akhir Maret lalu. Mulanya hanya pengecatan tiang jembatan. Dengan cat warna-warni yang mengambil motif Sasirangan. Konsep awal masih amat sederhana.

"Dulunya kumuh sekali. Kontras sekali dengan taman ramah anak di seberangnya. Malu juga melihatnya. Jadi kawan-kawan bertekad untuk menatanya," ujarnya.

Dari hasil patungan warga, terkumpul dana Rp12 juta. Belum apa-apa, uang itu sudah keburu habis. "Kas Pokdarwis kami terkuras habis. Tak ada lagi yang tersisa," ujarnya seraya tertawa.

Hanafi kemudian coba menulis proposal permohonan bantuan. Tak ditanggapi pemerintah, warga tak patah semangat. "Semakin bersemangat setelah melihat foto hasil pekerjaan kami menjadi viral di media sosial. Like-nya sampai 20 ribu. Luar biasa," imbuhnya.

Dia sadar, anggaran kota juga terbatas. Ia pun mulai memahami, pemerintah terbiasa menuntut bukti. "Jika hasilnya sudah terlihat, baru mereka datang membantu. Kalau cuma bermodal proposal dan omongan, saya kira sulit," tukasnya.

Semangat mereka rupanya memantik bantuan. Warga sekitar ikut bantu menolong. Termasuk seorang pejabat pemko yang memberi dana pinjaman. "Kawan-kawan di Pokdarwis juga sampai rela merogoh kantong pribadi," tukasnya.

Ide baru pun bermunculan. Seperti lapak berbentuk jukung, panggung lesehan dari sisa tiang jembatan, dan miniatur yang meniru Gembok Cinta seperti yang ada di Eropa.

Ditanya apa selanjutnya, Hanafi ingin memasang fasilitas WiFi. Sengaja, mereka memang mengincar anak muda sebagai konsumen utama.

Selain internet gratis, mereka juga harus memikirkan menu makanan dan minuman. Sebab, tak mungkin melulu berdagang kue khas takjil. "Soal menu, kami masih meraba-raba apa yang pas dengan selera pengunjung," tambahnya.

Namun, Hanafi mengaku belum puas. Dia merasa kawasan ini sudah bisa diserahkan kepada pihak ketiga. Yang tak lain masyarakat Banua Anyar itu sendiri. Sebab, mereka ingin berpindah fokus untuk menata kawasan lain.

"Ada satu rukun tetangga di Banua Anyar yang masih kumuh sekali. Tangan kami sudah gatal untuk membenahinya. Syukur-syukur jika pemko mau membantu," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 10:56

Tak Cuma Bikin Pedas, Cabai Juga Penting bagi Kesehatan

Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas tentu akan jadi masalah bagi kesehatan, khususnya bagian pencernaan…

Jumat, 22 Juni 2018 10:51

Dampak Buruk Sering Bergadang dan Bangun Kesiangan

Bagi beberapa orang, bangun kesiangan sudah jadi kebiasaan. Khususnya bagi yang menderita insomnia atau…

Kamis, 21 Juni 2018 13:53

Ini Dampak Positif Berendam di Air Laut untuk Kesehatan Kulit

Musim liburan lebaran Hari Raya Idulfitri masih tersisa beberapa hari bagi beberapa orang. Pantai dan…

Kamis, 21 Juni 2018 13:52

Awas Boneka di Rumah Jadi Sarang Bakteri dan Kuman

Siapa yang tidak suka dengan boneka. Benda lembut dengan bentuk lucu-lucu ini hampir selalu ada di setiap…

Rabu, 20 Juni 2018 13:50

Terlalu Sering atau Lama Berdiri, Penyakit ini Mengintai Anda

Sering kali seseorang harus dalam posisi berdiri yang sangat lama karena beberapa hal. Misalnya sedang…

Rabu, 20 Juni 2018 13:37

Liburan ke Alam Bebas, Waspada Suhu Dingin Mengancam Anda

Kamping di hutan atau mendaki gunung banyak dilakukan orang. Namun, suhu terlalu dingin di alam bebas…

Selasa, 19 Juni 2018 12:33

Bahaya Menahan atau Menunda Waktu Kencing Terlalu Lama

Buang air kecil atau kencing hal alami yang dilakukan manusia. Biasanya normalnya dalam sehari seseorang…

Selasa, 19 Juni 2018 12:27

Ini Manfaat Berwisata di Wahana Outbound untuk Kesehatan

Memasuki libur Lebaran, tempat wisata jadi sasaran warga untuk menikmati waktu lengangnya. Selain wisata…

Senin, 18 Juni 2018 12:52

Menghirup Asap Kembang Api Ternyata Bahaya Bagi Kesehatan

Di beberapa kota sering merayakan perayaan malam hari raya Idulfitri dengan menyalakan kembang api.…

Senin, 18 Juni 2018 12:49

Dampak Membaca Buku Sambil Posisi Rebahan

Apakah Anda termasuk suka membaca buku sambil posisi rebahan ? Jika termasuk, Anda harus meninggalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .