MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 03 Juni 2018 12:29
Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi
Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77)

PROKAL.CO, Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung seni. Katanya sih karena usia. Lantas, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet?

------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Mengenakan kaos polos putih dan celana kain berwarna krem, Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77) berbincang dengan penulis di rumahnya, kemarin (2/6). Terletak di Gang Mujahid Aman, Alalak Selatan, Banjarmasin Utara.

Ia bicara blak-blakan mengenai kondisi seni lamut. Yang semakin terpinggirkan dan minim peminat lantaran kalah populer dibandingkan seni kontemporer.

Bagi yang belum sempat tahu, lamut adalah seni tradisi lisan di khas Kalsel. Berada di puncak kejayaan di masa Kerajaan Banjar di bawah kepemimpinan Sultan Suriansyah, hingga era tahun 1970-an.

Seni tradisi lisan dengan alat sebiji tarbang, kesenian ini hidup langgeng bersama Madihin, Bakesah, serta Bapantun.

"Pemerintah daerah sekarang menjadikan lamut seperti anak tiri. Wadah untuk berkesenian lamut tidak ada. Sementara, kesenian lainnya diberi ruang seluas-luasnya," ujarnya memulai ngobrolan.

Yang membuat Jamhar mengelus dada, pamor belamut justru lebih terdengar di luar Kalsel. Sampai-sampai, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI pada tahun 2009 lalu mendapuknya sebagai Maestro Lamut. Belakangan, pada tahun 2016, ia juga dipanggil Presiden Joko Widodo. "Namun, pemko dan pemprov justru minim apresiasi," cecarnya.

Padahal, Lamut merupakan kesenian yang punya pamor sejak kerajaan Banjar. Tetapi, seiring perjalanan waktu, Jamhar menyebut tokoh-tokoh pelamutan Kalsel semakin berkurang. Walhasil, ia menjadi satu-satunya masih maju mundur mementaskan kesenian ini.

"Tapi, sejak tiga tahun lalu sudah berhenti pentas. Kalau ada yang mau belajar seni lamut ke tempat saya, ya silakan," kata dia. Alasan Jamhar tak mau mementaskan lamut lagi ada dua: minimnya apresiasi pemerintah daerah dan tubuhnya sudah mulai sakit-sakitan.

Meski sudah terbuka dengan memberikan materi belajar seni lamut, Jamhar juga geleng-geleng kepala karena murid-muridnya belum menguasai kesenian ini. "Ada yang bisa tapi tidak sepenuhnya. Kebanyakannya tidak mampu memainkan. Saya kira, ini cuma soal kemauan," ceritanya. Anak-anaknya pun juga demikian, tidak ada yang mau meneruskan.

Ia berharap, kesenian ini tak benar-benar punah setelah ia meninggal dunia. Lantaran, lamut merupakan kesenian yang cukup langka karena ia sendiri cuma belajar dari ayahnya. "Tidak ada dari orang lain. Ini kesenian yang turun temurun dari keluarga," kata dia. Ia khawatir dirinya menjadi yang terakhir menjadi seorang pelamutan. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .