MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 03 Juni 2018 12:29
Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi
Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77)

PROKAL.CO, Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung seni. Katanya sih karena usia. Lantas, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet?

------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Mengenakan kaos polos putih dan celana kain berwarna krem, Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77) berbincang dengan penulis di rumahnya, kemarin (2/6). Terletak di Gang Mujahid Aman, Alalak Selatan, Banjarmasin Utara.

Ia bicara blak-blakan mengenai kondisi seni lamut. Yang semakin terpinggirkan dan minim peminat lantaran kalah populer dibandingkan seni kontemporer.

Bagi yang belum sempat tahu, lamut adalah seni tradisi lisan di khas Kalsel. Berada di puncak kejayaan di masa Kerajaan Banjar di bawah kepemimpinan Sultan Suriansyah, hingga era tahun 1970-an.

Seni tradisi lisan dengan alat sebiji tarbang, kesenian ini hidup langgeng bersama Madihin, Bakesah, serta Bapantun.

"Pemerintah daerah sekarang menjadikan lamut seperti anak tiri. Wadah untuk berkesenian lamut tidak ada. Sementara, kesenian lainnya diberi ruang seluas-luasnya," ujarnya memulai ngobrolan.

Yang membuat Jamhar mengelus dada, pamor belamut justru lebih terdengar di luar Kalsel. Sampai-sampai, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI pada tahun 2009 lalu mendapuknya sebagai Maestro Lamut. Belakangan, pada tahun 2016, ia juga dipanggil Presiden Joko Widodo. "Namun, pemko dan pemprov justru minim apresiasi," cecarnya.

Padahal, Lamut merupakan kesenian yang punya pamor sejak kerajaan Banjar. Tetapi, seiring perjalanan waktu, Jamhar menyebut tokoh-tokoh pelamutan Kalsel semakin berkurang. Walhasil, ia menjadi satu-satunya masih maju mundur mementaskan kesenian ini.

"Tapi, sejak tiga tahun lalu sudah berhenti pentas. Kalau ada yang mau belajar seni lamut ke tempat saya, ya silakan," kata dia. Alasan Jamhar tak mau mementaskan lamut lagi ada dua: minimnya apresiasi pemerintah daerah dan tubuhnya sudah mulai sakit-sakitan.

Meski sudah terbuka dengan memberikan materi belajar seni lamut, Jamhar juga geleng-geleng kepala karena murid-muridnya belum menguasai kesenian ini. "Ada yang bisa tapi tidak sepenuhnya. Kebanyakannya tidak mampu memainkan. Saya kira, ini cuma soal kemauan," ceritanya. Anak-anaknya pun juga demikian, tidak ada yang mau meneruskan.

Ia berharap, kesenian ini tak benar-benar punah setelah ia meninggal dunia. Lantaran, lamut merupakan kesenian yang cukup langka karena ia sendiri cuma belajar dari ayahnya. "Tidak ada dari orang lain. Ini kesenian yang turun temurun dari keluarga," kata dia. Ia khawatir dirinya menjadi yang terakhir menjadi seorang pelamutan. (at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .