MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 03 Juni 2018 12:29
Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi
Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77)

PROKAL.CO, Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung seni. Katanya sih karena usia. Lantas, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet?

------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Mengenakan kaos polos putih dan celana kain berwarna krem, Maestro Lamut Kalsel, Gusti Jamhar Akbar (77) berbincang dengan penulis di rumahnya, kemarin (2/6). Terletak di Gang Mujahid Aman, Alalak Selatan, Banjarmasin Utara.

Ia bicara blak-blakan mengenai kondisi seni lamut. Yang semakin terpinggirkan dan minim peminat lantaran kalah populer dibandingkan seni kontemporer.

Bagi yang belum sempat tahu, lamut adalah seni tradisi lisan di khas Kalsel. Berada di puncak kejayaan di masa Kerajaan Banjar di bawah kepemimpinan Sultan Suriansyah, hingga era tahun 1970-an.

Seni tradisi lisan dengan alat sebiji tarbang, kesenian ini hidup langgeng bersama Madihin, Bakesah, serta Bapantun.

"Pemerintah daerah sekarang menjadikan lamut seperti anak tiri. Wadah untuk berkesenian lamut tidak ada. Sementara, kesenian lainnya diberi ruang seluas-luasnya," ujarnya memulai ngobrolan.

Yang membuat Jamhar mengelus dada, pamor belamut justru lebih terdengar di luar Kalsel. Sampai-sampai, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI pada tahun 2009 lalu mendapuknya sebagai Maestro Lamut. Belakangan, pada tahun 2016, ia juga dipanggil Presiden Joko Widodo. "Namun, pemko dan pemprov justru minim apresiasi," cecarnya.

Padahal, Lamut merupakan kesenian yang punya pamor sejak kerajaan Banjar. Tetapi, seiring perjalanan waktu, Jamhar menyebut tokoh-tokoh pelamutan Kalsel semakin berkurang. Walhasil, ia menjadi satu-satunya masih maju mundur mementaskan kesenian ini.

"Tapi, sejak tiga tahun lalu sudah berhenti pentas. Kalau ada yang mau belajar seni lamut ke tempat saya, ya silakan," kata dia. Alasan Jamhar tak mau mementaskan lamut lagi ada dua: minimnya apresiasi pemerintah daerah dan tubuhnya sudah mulai sakit-sakitan.

Meski sudah terbuka dengan memberikan materi belajar seni lamut, Jamhar juga geleng-geleng kepala karena murid-muridnya belum menguasai kesenian ini. "Ada yang bisa tapi tidak sepenuhnya. Kebanyakannya tidak mampu memainkan. Saya kira, ini cuma soal kemauan," ceritanya. Anak-anaknya pun juga demikian, tidak ada yang mau meneruskan.

Ia berharap, kesenian ini tak benar-benar punah setelah ia meninggal dunia. Lantaran, lamut merupakan kesenian yang cukup langka karena ia sendiri cuma belajar dari ayahnya. "Tidak ada dari orang lain. Ini kesenian yang turun temurun dari keluarga," kata dia. Ia khawatir dirinya menjadi yang terakhir menjadi seorang pelamutan. (at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*