MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 04 Juni 2018 12:54
Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Menyatukan Kaum Muda dan Tua

BERSEJARAH: Bangunan inilah yang dulunya menjadi markas Moesjawaratoetthalibin, kelompok pergerakan islam asli Kalsel. Lokasinya berada di Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah berjaya saat era perjuangan melawan Belanda. Puluhan tahun berlalu, bukti-bukti sejarahnya mulai terbenam.

Peneliti Sejarah Kalsel, Wajidi Amberi mencatat Musyawaratutthalibin (Moesjawaratoetthalibin) merupakan organisasi Islam yang khas. Lantaran, para anggotanya berasal dari campuran beragam kader organisasi Islam yang lebih dulu tenar.

"Seperti Sarekat Islam (SI), dan Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU), gerakan ini mewarnai pergerakan Islam tempo dulu. Namun, isi orang-orangnya unik. Ada yang sudah menjadi kader Muhammadiyah, ada juga yang sudah masuk dalam NU," tutur Wajidi.

Tokoh-tokoh pendiri seperti Haji Ridwan Syahrani, Haji Majedi Effendi dan Haji Amin mendapat dukungan dari para alim ulama. Guru-guru agama serta penuntut-penuntut ilmu di Banjarmasin.

Mengapa banyak orang yang tertarik bergabung? Dalam catatan sejarah Wajidi, organisasi yang berdiri 2 Januari 1931 ini menawarkan iming-iming "jalan tengah". Bagi para kaum muda dan tua terpelajar beragama Islam yang dulu sering bercekcok lantaran perkara agama.

"Perkara khilafiyah seperti apakah boleh qunut atau tidak diributkan. Lalu persoalan besar yang menyangkut kepentingan masyarakat dilupakan. Ini yang dilawan oleh Musyawaratutthalibin. Jadi, gara-gara semangat persatuan, organisasi asal Kalsel ini banyak diminati orang-orang," ceritanya.

Bahkan, dalam perkembangannya organisasi ini mempunyai cabang yang sangat banyak. Tersebar di seluruh wilayah Kalsel. Sampai-sampai, Musyawaratutthalibin juga memiliki cabang di pesisir Sumatera. Seperti Tembilahan, Enok dan Kuala Tungkal. "Di sana merupakan permukiman orang-orang Banjar perantauan," jelasnya.

Untuk di Banjarmasin, markas Musyawaratutthalibin ada di dua tempat. Satu di Jalan Perintis Kemerdekaan, sementara satunya lagi berlokasi di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Utara. "Nah, di Perintis Kemerdekaan itu markas utama. Kondisinya sekarang sudah menjadi Masjid Al Musyafarah. Sementara, di Kuin cabangnya saja. Nasibnya tinggal puing-puing," kata dia.

Melalui badan-badan itu, selain bergerak dalam bidang keagamaan juga bergerak dalam bidang sosial. Yakni dengan mengadakan kursus-kursus kerajinan hingga pemberantasan buta huruf. Bagian terkenal dari organisasi ini adalah Badan Majelis Pengajaran dan Pendidikan. Program kerjanya menggiatkan berdirinya sekolah-sekolah.

"Jadi, lantaran menjaring kaum muda dan tua serta mengadakan beragam kegiatan sosial, organisasi Musyawaratutthalibin ini boleh dibilang unik," kata dia. Organisasi Islam pertama asli Banua ini telah melampaui zamannya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:35

Berkenalan dengan Muhammad Fikri, Pemenang Jamang Award 2018

Di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor, menemani penumpang menanti panggilan keberangkatan, diputar…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:01

Berikan Materi Cara Senam Otak dan Bahaya Merokok

PT Arutmin Indonesia Rabu (17/10) tadi berkesempatan mengisi Kelas Inspirasi di SMPN 3 Banjarbaru. Diwakili…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .