MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 05 Juni 2018 14:41
Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Makin Ramai, Anti Obesitas

SERU: Badaku alias bermain congklak. Satu dari sekian banyak jenis permainan tradisional yang ada di Kampung Permainan Tradisional Pendamai, Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin Barat. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Seperti yang terlihat di pekarangan rumah Siti Nursiah (59). Salah satu inisiator kampung permainan di Gang Pendamai, Jalan Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin. Di sana anak-anak hilir mudik datang untuk bermain.

“Saya pikir bakalan sepi. Ternyata anak-anak malah beramai-ramai datang untuk bermain. Sambil menunggu jam berbuka tiba,” ucap Nursiah, kemarin (4/6).

Kampung permainan itu didirikan untuk umum sejak tahun 2016 lalu. Tak ada niat khusus. M Suriani (62), suami dari Nursiah adalah ketua BPK Pendamai. Anggota BPK nya rutin mengadakan bersih-bersih alat pemadam setiap Sabtu.

Di sela-sela waktu itu, mereka bermain logo atau balogo. Beberapa diantaranya juga bermain egrang, yang dibikin dari kayu seadanya.

Aktivitas mereka mengundang perhatian anak-anak sekitar. Satu persatu berdatangan. Mereka bertanya-tanya penasaran. Maklum, generasi milenial akan asing melihat permainan itu. Beberapa diantaranya juga penasaran mencoba.

Melihat ketertarikan anak-anak yang luar biasa, Suriani bertekad serius. Ia kemudian menyisihkan rejekinya. Untuk membeli beberapa keperluan media permainan. Keperluan lainnya juga diperoleh dari limbah. Batok kelapa dan batang pohon misalnya.

“Kemudian bapak (Suriani) mengukir batang tak terpakai itu menjadi daku (congklak) berkepala naga. Ada pula yang berbentuk jukung,” sebut Nursiah.

Suriani kemudian mengajak pemuda setempat untuk bertukang. Ada berbagai macam permainan di sana. Seperti egrang, bagasing, dakuan, lompat tali, gobak sodor, tukupan, basisit, bakujur, basaman, ting ting prak, balewang hingga masak-masakan.

Media permainan pun lengkap. Setidaknya ada enam congklak kayu komplet dengan biji-bijinya. Kemudian 30-an eggrang, tali-talian, serta bidang-bidang lantai yang dicat untuk beberapa jenis permainan.

Arena permainan itu dibuka secara cuma-cuma. Sebab Nursiah dan suami merasa punya tanggung jawab sosial. Terutama membentuk karakter anak-anak sekitarnya. Lewat permaian tradisional ini, ia berharap banyak keuntungan dapat dipetik. Diantaranya nilai kebersamaan, mengasah daya pikir dan gerak, serna nilai sportivitas.

“Anak-anak juga akan tahu konsep tujuan, target dan usaha untuk meraihnya. Permainan-permainan di sini juga membantu anak menghindari obesitas. Mereka akan bergerak aktif terus,” tutur Nursiah.

Banjarmasin memang punya taman edukasi. Namun itu masih belum cukup menurut Nursiah. Lantaran jarak tempuhnya yang lumayan jauh.

Mengusung konsep kesederhanaan, Nursiah menyebut taman bermain ini sangat dibutuhkan warga sekitar. Yang notabenenya adalah masyarakat menengah ke bawah.

Dengan adanya kampung permainan ini, kebutuhan bermain anak-anak kawasan itu terpenuhi. “Keterbatasan tempat bukan jadi halangan anak-anak Gang Pendamai untuk bermain,” ujarnya.

Tak hanya dari Gang Pendamai saja, warga dari gang dan kelurahan lain pun pernah main ke sini. Dalam sehari, sedikitnya 30 anak mengunjungi tempat itu. Bahkan pernah hingga 100 orang.

Kedekatan anak dan gadget memang tak dapat dipungkiri. Kasus kecanduan game digital dan online pun kian menjamur. Tapi Nursiah tak sepenuhnya menentang penggunaan gadget pada anak. “Mereka juga perlu diajari tentang teknologi, biar tidak gaptek,” ucapnya.

Itulah sebabnya ada kampung permainan ini. Guna mengimbangi kecenderungan anak pada gadget. Sesekali Nursiah juga mengeluarkan laptopnya. Mengajarkan beberapa anak tentang cara mengoperasikannya. “Tidak masalah mengenalkan gadget, asalkan tidak lepas pengawasan,” tuntasnya.

Salah seorang warga, Ani (32) menyebut program di Gang Pendamai ini brilian. Tak banyak orang mau berinisiatif membuat fasilitas bermain. “Upaya yang bagus, dengan begini anak-anak jadi tahu permainan tradisional kita apa saja. Jadi tidak melulu main game hp,” ujarnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Nabila (8). Salah satu anak di Gang Pendamai yang sering bolak balik area permainan. “Hampir tiap sore aku main di sini. Neneknya ramah (Nursiah). Kami bebas pinjam egrang dan mainan di sini,” ujarnya.(mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun prasarana publik maupun pekerjaan.…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan di Dadaku" gelaran Dewan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945. Tiga pamannya gugur dalam penyerangan…

Jumat, 09 November 2018 08:35

Kisah Pengrajin Arang Asal Banjarbaru Ciptakan Alat Musik dari Arang

Lima tahun bergelut sebagai pengrajin dan wirausaha arang, Narwanto berpikir harus ada yang baru dan…

Kamis, 08 November 2018 13:07

Kala Dua Penyandang Tunanetra Raih Juara Literasi Tingkat Nasional

Memiliki keterbatasan, tak menghentikan dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17, dan Muhammad,…

Jumat, 02 November 2018 10:50

Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:28

Menanti Hujan Turun di Pulau Laut, PDAM Andalkan Empang...Eh Waduk

Doa PDAM minta hujan rupanya masih tertahan di langit. Pulau Laut panas, walau siang kemarin sempat…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:32

Lagu "Insya Allah" Fadly Padi Sejukkan Ribuan Napi

Lapangan besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru memutih. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .