MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 05 Juni 2018 14:41
Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Makin Ramai, Anti Obesitas

SERU: Badaku alias bermain congklak. Satu dari sekian banyak jenis permainan tradisional yang ada di Kampung Permainan Tradisional Pendamai, Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin Barat. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Seperti yang terlihat di pekarangan rumah Siti Nursiah (59). Salah satu inisiator kampung permainan di Gang Pendamai, Jalan Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin. Di sana anak-anak hilir mudik datang untuk bermain.

“Saya pikir bakalan sepi. Ternyata anak-anak malah beramai-ramai datang untuk bermain. Sambil menunggu jam berbuka tiba,” ucap Nursiah, kemarin (4/6).

Kampung permainan itu didirikan untuk umum sejak tahun 2016 lalu. Tak ada niat khusus. M Suriani (62), suami dari Nursiah adalah ketua BPK Pendamai. Anggota BPK nya rutin mengadakan bersih-bersih alat pemadam setiap Sabtu.

Di sela-sela waktu itu, mereka bermain logo atau balogo. Beberapa diantaranya juga bermain egrang, yang dibikin dari kayu seadanya.

Aktivitas mereka mengundang perhatian anak-anak sekitar. Satu persatu berdatangan. Mereka bertanya-tanya penasaran. Maklum, generasi milenial akan asing melihat permainan itu. Beberapa diantaranya juga penasaran mencoba.

Melihat ketertarikan anak-anak yang luar biasa, Suriani bertekad serius. Ia kemudian menyisihkan rejekinya. Untuk membeli beberapa keperluan media permainan. Keperluan lainnya juga diperoleh dari limbah. Batok kelapa dan batang pohon misalnya.

“Kemudian bapak (Suriani) mengukir batang tak terpakai itu menjadi daku (congklak) berkepala naga. Ada pula yang berbentuk jukung,” sebut Nursiah.

Suriani kemudian mengajak pemuda setempat untuk bertukang. Ada berbagai macam permainan di sana. Seperti egrang, bagasing, dakuan, lompat tali, gobak sodor, tukupan, basisit, bakujur, basaman, ting ting prak, balewang hingga masak-masakan.

Media permainan pun lengkap. Setidaknya ada enam congklak kayu komplet dengan biji-bijinya. Kemudian 30-an eggrang, tali-talian, serta bidang-bidang lantai yang dicat untuk beberapa jenis permainan.

Arena permainan itu dibuka secara cuma-cuma. Sebab Nursiah dan suami merasa punya tanggung jawab sosial. Terutama membentuk karakter anak-anak sekitarnya. Lewat permaian tradisional ini, ia berharap banyak keuntungan dapat dipetik. Diantaranya nilai kebersamaan, mengasah daya pikir dan gerak, serna nilai sportivitas.

“Anak-anak juga akan tahu konsep tujuan, target dan usaha untuk meraihnya. Permainan-permainan di sini juga membantu anak menghindari obesitas. Mereka akan bergerak aktif terus,” tutur Nursiah.

Banjarmasin memang punya taman edukasi. Namun itu masih belum cukup menurut Nursiah. Lantaran jarak tempuhnya yang lumayan jauh.

Mengusung konsep kesederhanaan, Nursiah menyebut taman bermain ini sangat dibutuhkan warga sekitar. Yang notabenenya adalah masyarakat menengah ke bawah.

Dengan adanya kampung permainan ini, kebutuhan bermain anak-anak kawasan itu terpenuhi. “Keterbatasan tempat bukan jadi halangan anak-anak Gang Pendamai untuk bermain,” ujarnya.

Tak hanya dari Gang Pendamai saja, warga dari gang dan kelurahan lain pun pernah main ke sini. Dalam sehari, sedikitnya 30 anak mengunjungi tempat itu. Bahkan pernah hingga 100 orang.

Kedekatan anak dan gadget memang tak dapat dipungkiri. Kasus kecanduan game digital dan online pun kian menjamur. Tapi Nursiah tak sepenuhnya menentang penggunaan gadget pada anak. “Mereka juga perlu diajari tentang teknologi, biar tidak gaptek,” ucapnya.

Itulah sebabnya ada kampung permainan ini. Guna mengimbangi kecenderungan anak pada gadget. Sesekali Nursiah juga mengeluarkan laptopnya. Mengajarkan beberapa anak tentang cara mengoperasikannya. “Tidak masalah mengenalkan gadget, asalkan tidak lepas pengawasan,” tuntasnya.

Salah seorang warga, Ani (32) menyebut program di Gang Pendamai ini brilian. Tak banyak orang mau berinisiatif membuat fasilitas bermain. “Upaya yang bagus, dengan begini anak-anak jadi tahu permainan tradisional kita apa saja. Jadi tidak melulu main game hp,” ujarnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Nabila (8). Salah satu anak di Gang Pendamai yang sering bolak balik area permainan. “Hampir tiap sore aku main di sini. Neneknya ramah (Nursiah). Kami bebas pinjam egrang dan mainan di sini,” ujarnya.(mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .