MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 07 Juni 2018 15:52
Aksi Pencurian Batu Bara Karungan di Kalsel Kembali Marak
DIAMANKAN: Perahu pelaku pencurian batu bara karungan di perairan Sungai Barito, Sabtu (2/6) dini hari.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Aksi nekat perampokan batu bara karungan di kapal-kapal tongkang Sungai Barito kembali mengemuka. Dalam tiga tahun terakhir Polda Kalsel mencatat 50 kasus pencurian. Pendekatan hukum kepada para pelaku dianggap tak mempan.

Direktur Polair Polda Kalsel, Gatot Wahyudi mengungkapkan kasus terakhir terjadi Sabtu (2/6) dini hari lalu, di perairan Sungai Barito. Kepolisian mengamankan 17 pelaku pencurian emas hitam karungan. Rata-rata aktornya berasal dari Kota Banjarmasin.  

"Belasan orang itu memakai perahu kelotok. Modusnya, para pelaku menaiki tongkang yang mengangkut batu bara lalu memasukannya dalam karung dengan bantuan sekop ketika sepi. Setelah selesai karung dipindahkan menuju kelotok," tutur Gatot. Ditanya batu bara karungan bakal dioper ke mana, ia belum bisa memastikan lantaran masih proses pemeriksaan.  

Aktivitas penggondolan batu bara karungan ini terjadi sejak tiga tahun lalu. Saat itu, Dirpolair Polda Kalsel mengungkap berhasil 35 kasus. Tahun berikutnya, menurun menjadi 5 kasus. Untuk tahun ini, sudah ada tiga kasus yang dibongkar. 

"Memang menurun. Tapi, menurut saya ini akan terus berulang jika yang bekerja hanya pendekatan hukum," kata Gatot. Artinya, ia menyentil peran pemerintah kota untuk lebih getol memberdayakan masyarakat lewat pendekatan sosial. 

"Ini kan urusan perut. Apalagi menjelang Lebaran. Jadi semuanya perlu saling berpangku tangan. Semuanya harus aktif," imbuhnya. Jika memberantas problem pencurian batu bara karungan hanya bertumpu kekuatan kepolisian, Gatot sangsi persoalan bisa cepat teratasi.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkan kepada kepolisian jika melihat praktik pencurian di lapangan. "Di perairan ini lebih susah pengawasannya. Beda dengan di darat. Makanya perlu bantuan masyarakat," tuntasnya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*