MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 10 Juni 2018 13:21
Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula
MENCUKUR: Rusdi (62) sedang mencukur rambut kliennya. Dalam sehari dia bisa menerima 15 pelanggan.| Foto: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional, berdempetan dengan toko-toko tua di sampingnya. Di situlah Rusdi (62) bekerja. Memangkas rambut pelanggan hingga malam tiba.

-----------------------------------------------------------------------

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

-----------------------------------------------------

Ruang itu menampung sembilan kursi antik. Berbahan material besi kokoh. Kaki dan sandaran kursinya bundar. Biar empuk, lapak dan sandarannya dilapisi busa setebal 7 cm.

Perlengkapan mencukur tersedia lengkap. Di hadapan masing-masing kursi, ada cermin lebar, sisir, kotak bedak bayi dan beberapa mesin cukur (clipper).

Hilir mudik pelanggan memasuki tempat itu. Mereka datang dengan berbagai permintaan. Ada yang minta di potong klimis, mohawk atau sekedar merapikan.

Jasa cukur itu sudah ada sejak tahun 1973. Didirikan oleh Almarhum Ramli. Pangkas Rambut Nasional kemudian diwariskan kepada sang anak, Rusdi. "Selepas tamat SMA, saya ikut bekerja di Pangkas Rambut Nasional. Tahun 1973 tepatnya," kenang Rusdi.

Dia menyebut, barbershop ini paling tua di Banjarmasin. Sekaligus satu-satunya pangkas rambut yang masih bertahan melawan zaman. "Awal dibentuk, barbershop ini tidak punya saingan," tutur Rudi.

Tidak ada yang mencolok selain kesederhanaan. Tempat cukur ini punya perbedaan kontras dengan barbershop zaman sekarang. Tidak ada istilah waiting room, resepsionis ataupun price list. Yang datang ke sana akan disapa ramah oleh para pekerjanya.

Tanpa basa-basi, pelanggan disuruh duduk dan dipakaikan kain pelindung. Waktu mencukurnya terbilang singkat. Dalam waktu 20 menit, satu orang pelanggan selesai dilayani.

Upahnya pun ekonomis. Tiap pelanggan dikenakan biaya Rp10 ribu. Berlaku untuk semua jenis potongan rambut. Dari yang simpel hingga rumit. "Biasanya rambut keriting yang paling susah ditata. Tapi upah potongnya sama saja," jelas Rusdi.

Total ada tujuh pencukur di sana. Semuanya masih terikat hubungan keluarga dengan Rusdi. Dalam sehari, sedikitnya ada 15 pelanggan yang datang. Mereka juga pernah kebanjiran hingga 40 orang sehari. Semuanya laki-laki, dari bayi usia sehari hingga yang manula sekalipun.

Di tengah persaingan ketat antar barbershop, Rusdi bersyukur masih banyak orang yang mempercayai jasa mereka. Ia sama sekali tak khawatir, sebab Rusdi yakin pelayanan di tempatnya akan membawa pelanggan kembali. "Penghasilannya juga Alhamdulillah masih cukup," ucap laki-laki yang akrab disapa Rusdi Gundul itu.

Pemasukan terbesar mereka juga datang dari kampus-kampus di Banjarmasin. Ketika memasuki tahun ajaran baru, mereka kerap dipanggil mencukur rambut mahasiswa-mahasiswa baru.

Pangkas Rambut Nasional juga menerima tawaran panggilan cukur di tempat. Ke mana saja asal masih dalam wilayah Banjarmasin. Biayanya tak beda jauh, hanya ditambah ongkos jalan sukarela. "Ini juga baru pulang dari RS Ulin, nyukur pasien yang hendak dioperasi," bebernya.

Di situ juga menerima jasa semir rambut. Biayanya sama dengan bercukur.

Barbershop lain juga sering datang ke sana. Bukan untuk bercukur. Tapi membawa beberapa mesin clipper yang rusak. Rusdiansyah (59) namanya, salah satu pencukur yang juga ahli memperbaiki clipper.

Rusdi berharap usaha ini tetap bertahan. Ia juga mengajak serta keponakannya bekerja di situ. "Mudah-mudahan usaha ini berjalan terus menerus, intinya harus ada regenerasi," ucapnya.

Salah seorang pelanggan, Anto (38) datang keduakalinya ke Pangkas Rambut Nasional. Harga dan pelayanannya lah yang membuat ia kembali bercukur ke tempat itu. "Selain murah, di sini pelayanannya cepat dan tidak antri," ujarnya. (mr-150/ma/nur)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*