MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 10 Juni 2018 13:21
Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula
MENCUKUR: Rusdi (62) sedang mencukur rambut kliennya. Dalam sehari dia bisa menerima 15 pelanggan.| Foto: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional, berdempetan dengan toko-toko tua di sampingnya. Di situlah Rusdi (62) bekerja. Memangkas rambut pelanggan hingga malam tiba.

-----------------------------------------------------------------------

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

-----------------------------------------------------

Ruang itu menampung sembilan kursi antik. Berbahan material besi kokoh. Kaki dan sandaran kursinya bundar. Biar empuk, lapak dan sandarannya dilapisi busa setebal 7 cm.

Perlengkapan mencukur tersedia lengkap. Di hadapan masing-masing kursi, ada cermin lebar, sisir, kotak bedak bayi dan beberapa mesin cukur (clipper).

Hilir mudik pelanggan memasuki tempat itu. Mereka datang dengan berbagai permintaan. Ada yang minta di potong klimis, mohawk atau sekedar merapikan.

Jasa cukur itu sudah ada sejak tahun 1973. Didirikan oleh Almarhum Ramli. Pangkas Rambut Nasional kemudian diwariskan kepada sang anak, Rusdi. "Selepas tamat SMA, saya ikut bekerja di Pangkas Rambut Nasional. Tahun 1973 tepatnya," kenang Rusdi.

Dia menyebut, barbershop ini paling tua di Banjarmasin. Sekaligus satu-satunya pangkas rambut yang masih bertahan melawan zaman. "Awal dibentuk, barbershop ini tidak punya saingan," tutur Rudi.

Tidak ada yang mencolok selain kesederhanaan. Tempat cukur ini punya perbedaan kontras dengan barbershop zaman sekarang. Tidak ada istilah waiting room, resepsionis ataupun price list. Yang datang ke sana akan disapa ramah oleh para pekerjanya.

Tanpa basa-basi, pelanggan disuruh duduk dan dipakaikan kain pelindung. Waktu mencukurnya terbilang singkat. Dalam waktu 20 menit, satu orang pelanggan selesai dilayani.

Upahnya pun ekonomis. Tiap pelanggan dikenakan biaya Rp10 ribu. Berlaku untuk semua jenis potongan rambut. Dari yang simpel hingga rumit. "Biasanya rambut keriting yang paling susah ditata. Tapi upah potongnya sama saja," jelas Rusdi.

Total ada tujuh pencukur di sana. Semuanya masih terikat hubungan keluarga dengan Rusdi. Dalam sehari, sedikitnya ada 15 pelanggan yang datang. Mereka juga pernah kebanjiran hingga 40 orang sehari. Semuanya laki-laki, dari bayi usia sehari hingga yang manula sekalipun.

Di tengah persaingan ketat antar barbershop, Rusdi bersyukur masih banyak orang yang mempercayai jasa mereka. Ia sama sekali tak khawatir, sebab Rusdi yakin pelayanan di tempatnya akan membawa pelanggan kembali. "Penghasilannya juga Alhamdulillah masih cukup," ucap laki-laki yang akrab disapa Rusdi Gundul itu.

Pemasukan terbesar mereka juga datang dari kampus-kampus di Banjarmasin. Ketika memasuki tahun ajaran baru, mereka kerap dipanggil mencukur rambut mahasiswa-mahasiswa baru.

Pangkas Rambut Nasional juga menerima tawaran panggilan cukur di tempat. Ke mana saja asal masih dalam wilayah Banjarmasin. Biayanya tak beda jauh, hanya ditambah ongkos jalan sukarela. "Ini juga baru pulang dari RS Ulin, nyukur pasien yang hendak dioperasi," bebernya.

Di situ juga menerima jasa semir rambut. Biayanya sama dengan bercukur.

Barbershop lain juga sering datang ke sana. Bukan untuk bercukur. Tapi membawa beberapa mesin clipper yang rusak. Rusdiansyah (59) namanya, salah satu pencukur yang juga ahli memperbaiki clipper.

Rusdi berharap usaha ini tetap bertahan. Ia juga mengajak serta keponakannya bekerja di situ. "Mudah-mudahan usaha ini berjalan terus menerus, intinya harus ada regenerasi," ucapnya.

Salah seorang pelanggan, Anto (38) datang keduakalinya ke Pangkas Rambut Nasional. Harga dan pelayanannya lah yang membuat ia kembali bercukur ke tempat itu. "Selain murah, di sini pelayanannya cepat dan tidak antri," ujarnya. (mr-150/ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .