MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 11 Juni 2018 11:27
Kasihannya..! Sering Sakit-sakitan, Wartawan ini Akhirnya Meninggal di Lapas
M Yusuf

PROKAL.CO, KOTABARU - Masih ingat dengan pewarta Yusuf yang ditahan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik? Minggu (10/6) sore kemarin Yusuf ditemukan meninggal di penjara. Dia dikabarkan meninggal setelah mengeluh sakit dada disertai muntah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru Ajun Komisaris Polisi Suria Miftah Irawan mengatakan Yusuf sempat mengeluh kepada petugas Lapas bahwa dia mengalami sakit dada. Yusuf kemudian muntah pada pukul 14.00. Yusuf saat itu berada di dalam sel Lapas Kotabaru, sekitar 400 meter dari RSUD Kotabaru.

Petugas Lapas kata Suria segera membawa Yusuf ke RSUD. Masuk ke ruang IGD. Namun pukul 14.30 Yusuf dinyatakan meninggal. "Hasil visum sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Suria.

Arpaidah, istri almarhum kepada Radar Banjarmasin mengatakan. Sejak pukul 12.00 siang sampai sekitar pukul 14.00 dia dan suaminya saling sms san. Yusuf menulis di SMS katanya, menanyakan kabar anak-anak. Meminta antarkan obat dan baju untuk hari raya nanti.

Kemudian katanya, dia dapat telepon dari petugas Lapas. Arpaidah diminta ke rumah sakit. Yusuf dikabarkan sakit dan dirawat. Sekitar pukul 14.30 Arpidah mengaku tiba di rumah sakit, namun yang dia dapati hanya jenazah suaminya. "Saya tanya, itu kenapa dibungkus (kain)," kata Arpaidah.

Masih dari Arpaidah, rekan Yusuf di Lapas katanya waktu itu sedang makan. Tiba-tiba korban muntah dan langsung tidak sadarkan diri. Saat itu petugas segera membawanya ke rumah sakit. "Banyak muntahannya di baju,"' katanya.

Sayang Arpaidah mengaku tidak melihat hasil visum. Tapi katanya, menurut dokter Yusuf meninggal serangan jantung.

Menurut Arpaidah, suaminya yang meninggalkannya dua orang anak kecil itu memang sakit-sakitan. Jantung sudah diidap sekitar tujuh tahun lalu. Juga ada penyakit lambung kronis, dan pernah kena stroke ringan.

Dengan riwayat itu katanya dia berkali-kali ajukan penangguhan penahanan. Tapi selalu ditolak kejaksaan. Alasan kejaksaan kata dia, karena izin dari pengadilan hanya izin berobat sehari. Saat menuturkan ini Arpaidah tidak kuasa menahan isak.

Dia menambahkan, sudah pernah konsultasi dengan dokter spesialis. Yusuf katanya memang harus dirawat intensif karena penyakit yang dideritanya. Menurut istri, waktu masih muda, Yusuf memang biasa minum-minum dan obat. Tapi akunya, suaminya sudah berhenti sejak tiga tahun lalu.

Yusuf rencananya akan dimakamkan di Desa Hilir Muara tempatnya tinggal, hari ini. Ditanya apa yang akan dilakukan Arpaidah, dia mengaku belum tahu. Namun dia mengatakan, sangat menyesalkan keputusan kejaksaan yang tidak memberikan izin rawat inap.

Sementara itu dokter yang menangani di ruang IGD dr Arul Rahman mengatakan. Korban tiba sekitar pukul 14.20. "Tapi sudah tidak ada nafas dan denyut jantung," akunya. Saat itu kayanya dokter berusaha semampunya untuk mengembalikan denyut jantung. Ditanya soal muntahan, Arul membenarkan ada di baju korban, tapi pihaknya belum memeriksa itu.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kotabaru Agung Nugroho membantah bahwa kejaksaan tidak memberikan izin rawat inap atau penangguhan penahanan. Sudah dua kali kata dia diberikan. Memang dua kali itu masing-masing hanya sehari di RSUD Kotabaru. Dikeluarkannya Yusuf dari ruang rawat inap aku Agung atas keterangan dokter. Dia mengaku semua dilakukan prosedural berdasarkan keterangan dokter yang menangani.

Kemudian kejaksaan katanya sudah melakukan prosedur penyerahan jenazah. Dan penandatanganan pihak keluarga tidak menuntut pihak mana pun. Ketua PWI Kotabaru Imam Hanafi enggan mengomentari kejadian itu. Ditanya apakah korban anggota PWI, dia mengatakan bukan. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 09:27

Penderita Epilepsi Tabrak Enam Pengendara, Satu Kena Lidas

BANJARMASIN - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pengambangan, Kompleks A Yani 1 Banjarmasin, kemarin…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:16

Asik Tunggu Pembeli Sabu, Mutasar Malah Diringkus

BANJARMASIN - Polisi resort kota ini lagi-lagi menangkap pengedar sabu-sabu. Kali ini bernama Akhmad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:53

Tiga Rumah Terbakar di Kayuh Abang, Api Diduga Berasal dari Kompor

PELAIHARI - Warga Desa Kayuh Abang Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut,  dikejutkan dengan…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:51

Transaksi Sabu di Depan Masjid At-Taqwa Amuntai Berhasil Diciduk

AMUNTAI - Entah apa yang ada di pikiran Juni Irawan Alias H Iwan (21). Saat berada di samping Masjid…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:53

Mantan Dirut PDAM Bandarmasih Bebas, ini yang Akan Dilakukan Setelah Keluar Tahanan

BANJARMASIN - Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih keluar dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:44

Benarkah Kebakaran di Banjarmasin Aksi Teror?

BANJARMASIN - Rentetan kebakaran yang menimpa Kompleks Herlina Perkasa ternyata masih menyisakan rasa…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:41

Kenaikan Gaji PNS Baru Wacana

BANJARMASIN - Pemerintah merencanakan kenaikan gaji PNS sebesar lima persen pada tahun depan. Kabar…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:32

Muskel Harus Lebih Jujur

BANJARMASIN - Ada 39.536 keluarga miskin di Banjarmasin. Data itu sangat dinamis. Untuk penggantian…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:18

Kena Virus, Pelamar CPNS Terpaksa Unggah Ulang Datanya

BANJARMASIN - Pelamar CPNS diminta lebih cermat. Sejumlah email lamaran untuk pendaftaran via online…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:10

TERLALU, Lahan Transmigran Kembali Dicaplok Perusahaan

BANJARMASIN - Dua kali kalah dalam peradilan, warga transmigrasi Desa Ambawang, Kabupaten Tanah Laut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .