MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 11 Juni 2018 12:50
H-4, Trisakti - Syamsudin Noor Dipenuhi Para Pemudik

Rela Menginap di Pelabuhan

RELA DESAK-DESAKAN: Para penumpang menanti kapal yang membawa mereka ke Surabaya, Minggu (10/6). | Foto: Endang Syarifudin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Empat hari jelang Lebaran atau H-4, pelabuhan Trisakti dipenuhi calon penumpang. Mereka yang menggunakan moda kapal laut membeludak. Mereka rela menunggu bahkan menginap di terminal pelabuhan agar dapat berangkat.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, para penumpang sampai melapak di lantai. Ada yang tertidur pulas di terminal pelabuhan menunggu kapal yang akan membawa ke Jawa.

“Alhamdulillah saya bisa berangkat juga, tapi saya sempat menginap dua hari di pelabuhan,” tutur Dodi kepada wartawan, Minggu (10/6).

Dodi yang bekerja di perusahaan kelapa sawit di daerah Sampit ini mengatakan lebih memilih pulang ke Jawa Timur menggunakan kapal laut lewat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin karena harga tiket lebih murah jika dibandingkan di Sampit.

“Tiket kapal laut di Sampit sampai Rp800 ribu, kalau di sini saya dapat masih mendingan Rp420 ribu,” katanya.

Meski belum memiliki tiket, Dodi mengaku tetap nekat untuk ke Pelabuhan Trisakti untuk mudik. Karena dia yakin bisa mendapatkan tiket. “Setelah dua hari menginap di terminal pelabuhan bisa juga dapat tiket,” ucapnya.

Lain lagi dengan Kepdi. Warga Surabaya ini terlihat menunggu antrean di sebuah perusahaan penjualan tiket di armada pelayaran nasional. “Lagi beli tiket, tapi masih antre,” katanya.

Menurut Kepdi, perusahaan penjualan tiket hanya melayani sampai urutan seratus lembar saja. Sedangkan nomor antrean diatas itu, mereka akan diberangkatkan pada kapal yang berikutnya.

“Hari ini yang bisa berangkat hanya sampai seratus saja, kalau diatas seratus giliran berangkatnya di hari berikutnya. Untungnya saya masih di bawah seratus, jadi jadwal keberangkatan tetap hari ini,” ungkapnya.

Penumpang angkutan udara di Bandara Syamsudin Noor sendiri sudah mengalami peningkatan cukup signifikan sejak H-8 tadi. Bahkan, lebih banyak dibandingkan musim mudik pada tahun lalu.

Jika di hari biasa jumlah penumpang yang berangkat dan datang di kisaran 10.000 orang, pada H-8 Lebaran; Kamis (7/6) tadi meningkat menjadi 11.183 orang. Sedangkan, pada H-8 tahun 2017 jumlah penumpang hanya 9.917 orang. "Dibandingkan dengan musim mudik tahun lalu ada peningkatan sekitar 10 persen," kata Customer Service & Hospitallity Section Head Harsono.

Sementara jumlah penumpang terbanyak pada tiga hari terakhir, dia mengungkapkan, terjadi pada H-6 atau Sabtu (9/6) tadi. Di mana jumlahnya tembus di angka 14.311 orang. Lebih banyak dibandingkan di hari sebelumnya; Jumat (8/6) yang hanya 12.140 penumpang. "Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-6 tadi," ungkapnya.

Sama halnya pada tahun 2017, puncak arus mudik juga terjadi pada H-6 Lebaran. Akan tetapi jumlah penumpangnya kalah banyak dengan puncak pada tahun ini. "Puncak arus mudik tahun lalu total penumpangnya hanya 10.328 orang," ujar Harsono.

Selain penumpang, dia menuturkan jumlah kargo yang keluar dan masuk di Bandara Syamsudin Noor juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. "Musim mudik kali ini kargo rata-rata mencapai 100 ribu, sementara tahun lalu hanya 80-an ribu," ujarnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang dan kargo, saat ini sudah ada lima ekstra flight yang beroperasi. "Penambahan penerbangan paling banyak menuju Surabaya," kata Harsono.

Dia mengungkapkan, jumlah penumpang dan kargo tahun ini lebih banyak daripada musim mudik 2017 dikarenakan bertambahnya rute baru yang dibuka. "Tahun ini ada beberapa rute yang dibuka, seperti rute ke Lombok, Balikpapan dan Pangkalanbun," ungkapnya.

Membeludaknya jumlah penumpang mengakibatkan harga tiket melonjak tinggi. Salah seorang penumpang jurusan Makasar, Abdul Rasyid mengaku membeli tiket dengan harga Rp1,6 juta. "Padahal kalau hari biasa paling Rp600 ribuan," ujarnya.

Meski begitu, dia mengaku bersyukur bisa mendapatkan tiket dan bisa pulang kampung. Sebab, stok tiket saat ini susah dicari. "Kalau terlambat membooking, keburu kehabisan tiket," pungkasnya. (ris/gmp/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 18:33

Bagi Bupati ini, Radar Banjarmasin Penyemangat Pengelolaan Lingkungan  

TANJUNG -- Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani tersenyum ketika melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 13:16

Spanduk dan Baliho Dimana-Mana, Pemandangan Kota Makin Semrawut

BANJARMASIN - Musim kampanye tiba, pemandangan kota pun semrawut. Spanduk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:08

DBD Capai Dua Ribu Kasus di Tahun 2018

BANJARMASIN - Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah…

Kamis, 17 Januari 2019 12:59

Berita Duka, Mukhtar Sarman Tutup Usia

BANJARBARU - Dunia pendidikan Banua sedang berduka. Dosen Fakultas Ilmu…

Kamis, 17 Januari 2019 12:55

Pergantian Komandan Korem 101/Antasari

Komandan Korem 101/Antasari kini dijabat Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.…

Kamis, 17 Januari 2019 11:25

Penyandang Disabilitas Daftarkan Diri Sebagai Relawan Demokrasi KPU

BANJARBARU - Sejak dibuka dari tanggal 11 Januari lalu. Pendaftaran…

Kamis, 17 Januari 2019 11:20

Hati-Hati!! DLH Akan Mulai Terapkan Sanksi Perda Sampah

BANJARBARU - Sukses meraih Penghargaan Adipura tahun 2018. Pemko Banjarbaru…

Kamis, 17 Januari 2019 11:14

Pihak Ketiga Tidak Lagi Dilibatkan

BANJARBARU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Perparkiran yang…

Kamis, 17 Januari 2019 10:25

Polemik Pajak Tempat Hiburan Malam

Pada sidak ke THM beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 10:15

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang Tahun 2018

BANJARMASIN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*