MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 13 Juni 2018 13:18
Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Putri Kangen Koran dan Majalah

SERBU: Warga binaan Lapas Teluk Dalam berebut buku dari mobil perpustakaan keliling milik Dispursip Kalsel, kemarin. Selama menjalani masa hukuman di penjara, buku menjadi barang mewah bagi narapidana dan tahanan untuk membunuh waktu.

PROKAL.CO, Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memberi pilihan berbeda. Dari novel percintaan hingga resep memasak.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

JAM 10 pagi, gerbang sayap kanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA (Teluk Dalam) itu dibuka. Gerbangnya dibuat dua lapis. Pertama pagar teralis, kedua gerbang logam padat nan berat. Keduanya dibuat tinggi-tinggi. Lengkap dengan kawat berduri.

Rusmidawati dan kedua stafnya datang setengah jam lebih awal, kemarin (12/6). Nongkrong di depan mobil perpustakaan keliling. Pelayanan jemput bola ini milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel.

Mobil yang dicat biru seperti mobil penyuluh Keluarga Berencana (KB) itu membawa koleksi ratusan judul buku. Saat gerbang dibuka, ia melaju dengan mudah. Mulus. Para sipir rupanya sudah mengenal baik para pegiat literasi ini. Tak perlu ada penggeledahan yang berlebihan.

Gerbang sayap kanan ini merupakan akses khusus. Terhubung dengan Pintu No 05. Dari sinilah truk sampah lapas keluar masuk. Termasuk juga truk yang membawa keperluan penghuni lapas. Dari sak semen hingga karung beras.

Di sini, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berdempetan dengan dapur umum. Pada bulan puasa seperti sekarang, aroma bawang goreng jelas sangat tak bersahabat. Mobil perpustakaan keliling parkir persis di depan TPS yang sudah dikosongkan.

Baru dibuka, puluhan narapidana perempuan datang menyerbu. Muka Rusmidawati tampak khawatir. Melihat buku-buku ditarik keluar dari raknya dengan ganas. Sampul yang robek dan halaman kumal memang musuh semua pustakawan. Setelah dipastikan tak ada buku yang terluka, barulah dia bisa kembali tersenyum.

Pantauan penulis, yang paling dicari adalah novel. Judulnya apa saja, asalkan berbau percintaan. Genrenya dari sastra paling serius, sampai teenlit paling picisan.

Favorit berikutnya adalah buku-buku agama. Dari tuntunan fiqih, sejarah Islam, hingga motivasi bermuatan ajakan tobat.

Tak kalah laku adalah buku resep memasak. Dari kuliner khas Nusantara sampai aneka makanan penutup seperti puding.

Mereka tak sekadar mencari buku untuk dibaca. Para tahanan ini juga membawa tumpukan buku keluar dari sel. Yang mereka pinjam sepekan sebelumnya dan sudah habis dilahap. Untuk kemudian ditukarkan dengan buku-buku baru.

Agak sulit mengajak napi menjadi anggota perpus. Sebab, pendaftaran masih berlaku di gedung perpustakaan di Jalan Ahmad Yani kilometer 6. Tanpa kartu anggota, pengelola mobil perpustakaan keliling kemudian membuat sejumlah pengecualian.

Satu orang boleh meminjam paling banyak tiga judul buku. Tak perlu ada kartu anggota perpustakaan, apalagi membayar iuran. Cukup mendaftarkan nama dan jumlah buku yang hendak dipinjam saja kepada sipir.

Yang agak mencolok adalah Putri. Dia paling muda. Usianya mungkin baru 25 tahun. Pilihan bukunya juga mengejutkan. Perempuan kurus berkacata mata itu meminjam buku-buku tebal dengan tema berat seperti hukum pidana dan perdata.

"Setelah masuk kemari, baru saya menyadari bahwa belajar hukum itu sebuah keharusan. Saya tidak mau lagi sekadar tanda tangan di depan pengacara tanpa memahami masalahnya apa," ujarnya.

Terlibat kasus apa dan sejak kapan mendekam di sini, Putri tampak tak nyaman untuk membicarakannya. Kami beralih ke pertanyaan lain, Apa jenis bacaan yang paling dia rindukan? "Paling kangen sama koran dan majalah. Saya ingin membaca berita," jawabnya.

Beranjak ke Rusmidawati, agak mengherankan melihatnya masih bolak-balik ke lapas. Sebab, kaum PNS sudah menikmati masa libur panjang lebaran. "Bisa saja kami memilih libur. Tapi khawatir bengong di rumah, lebih enjoy di sini," ujarnya.

Mereka berencana untuk berkumpul bersama keluarga pada hari Idul Fitri saja. Sebelum dan sesudahnya, tetap bekerja seperti biasa. "Para tahanan ini, mereka tak punya banyak hiburan. Buku menjadi sesuatu yang mewah," imbuh Koordinator Layanan Perpustakaan Keliling Dispursip Kalsel tersebut.

Mobil ini punya jadwal yang sibuk. Pagi ke lapas, siangnya mendatangi kompleks perumahan, lalu sorenya berpindah dari masjid ke masjid. Bukan hanya Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura juga disinggahi. "Terkadang, kami datang atas permintaan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Staf Pembinaan Warga Pemasyarakatan Lapas Teluk Dalam, Suratno mengaku terbantu dengan kehadiran mobil perpustakaan keliling. Lapas di Kecamatan Banjarmasin Tengah itu sebenarnya punya perpustakaan sendiri. Namun, ruangannya sedang direhab dan sebagian bukunya dipindahkan ke musala lapas.

"Koleksi buku kami juga sedikit. Temanya pun hanya berkutat pada masalah hukum dan HAM. Kalau milik mobil perpustakaan keliling kan lebih variatif," ujarnya.

Agar mudah diatur, pengunjung yang meminjam buku di mobil perpustakaan keliling digilirkan. Misal, pekan ini untuk warga binaan lelaki, pekan berikutnya giliran perempuan. "Kerjasama kami dengan Dispursip sudah lama. Tapi memang semakin intens pada bulan Ramadan ini," imbuh Suratno.

Pada tahun 2017, oleh Kementerian Hukum dan HAM, penjara di Jalan Sutoyo S itu dinobatkan sebagai penjara kelima terpadat di Indonesia. Daya tampung lapas ini hanya 3.347 orang. Tapi sudah dihuni 8.835 narapidana dan tahanan. Atau kelebihan kapasitas sampai 164 persen. "Dan 90 persen warga binaan kami terjerat kasus narkotika," pungkasnya. (fud/at/nur)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .