MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 13 Juni 2018 13:48
NAH LO..!! Polisi akan Investigasi Kematian Pewarta di Sel Tahanan
BERI PENJELASAN: Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto dan dr Arul Rahman dari RSUD Kotabaru menerangkan hasil visum M Yusuf, wartawan yang meninggal di sel tahanan.

PROKAL.CO, KOTABARU - Kepolisian Resor Kotabaru masih menyelidiki kematian M Yusuf. Pewarta yang meninggal di sel tahanan itu meninggal Minggu (10/6). Dari hasil visum, tidak ada tanda kekerasan fisik pada jenazahnya.

Hal ini disampaikan dr Arul Rahman, saat jumpa pers bersama Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto, Senin (12/6) sore kemarin.

Arul menceritakan, Minggu sekitar pukul 14.20, Yusuf tiba di RSUD dibawa oleh petugas Lapas Kotabaru. "Waktu diperiksa denyut nadi sama napasnya sudah tidak ada," katanya.

Maka dia pun segera melakukan tindakan pompa jantung menggunakan telapak tangan. Selama 10 menit, namun jantung Yusuf tetap tidak berdetak. Ditanya bagaimana suhu tubuh korban pertama kali dia sentuh, kata Arul suhunya hangat.

Dari rekam medis terakhir di tahun 2015, Yusuf penderita gagal jantung, paru-paru dan asma.

Sementara itu Suhasto mengatakan, korban ditahan di Polres pada tanggal 5 April 2017. Setelah melalui proses yang panjang, kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan pada 8 Mei. Sejak itu dia dipindahkan ke Lapas Kotabaru.

Kasat Reskrim Ajudan Komisaris Polisi Suria Miftah Irawan mengatakan, selama ditahan di ruang tahanan Polres Kotabaru, dia rutin membesuk korban. Juga pemeriksaan dari unit dan dokter kesehatan Polres Kotabaru.

Keluhan Yusuf saat itu kata dia memang soal dada. Namun korban akunya rutin minum obat dan dibesuk keluarga. "Gak pernah dia sakit waktu di sini," aku Suria.

Awal kejadian, kata Suhasto polisi tahunya pada Minggu (10/6) pukul 14.00. Waktu itu informasi yang masuk: Yusuf muntah dan mengeluh sakit dada di Lapas Kotabaru. Pukul 14.10 informasi itu ditindaklanjuti polisi yang piket.

Pukul 14.20 korban tiga di IGD. Menurut keterangan Arul korban diantar petugas Lapas. Sekitar pukul 14.30 korban dinyatakan meninggal. Tidak lama kemudian istri korban Arpaidah datang ke rumah sakit.

Yusuf dikebumikan di Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara, pada Senin (11/6), tidak jauh dari tempatnya tinggal. Kata Kapolres, pihak keluarga keberatan untuk autopsi.

"Kami sudah lakukan investigasi. Dan besok kami akan investigasi full, dari Polda dan Polres Kotabaru," ujarnya seraya menambahkan polisi akan berusaha maksimal mengungkap kematian korban secara terang dan dalam.

Pada jumpa pers itu Suhasto kembali menjelaskan, korban diamankan Polres pada 5 April 2017. Dia diduga melalukan tindak pidana UU ITE atas laporan perusahaan kebun PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM).

Pengamanan terhadap Yusuf dilakukan setelah berkali-kali katanya mangkir dari pemanggilan pemeriksaan. "Dari keterangan penyidik, almarhum memang tidak kooperatif."

Penanganan kasus Yusuf kata Suhasto tidak sederhana. Mereka lebih dulu meminta keterangan ahli bahasa dan pidana. Juga meminta keterangan saksi ahli di Dewan Pers yang diwakili Sabam Leo Batubara.

"Ada 21 berita dia kita mintakan pendapat. Dewan Pers menilai produknya tidak sesuai kaidah jurnalistik, beritikad buruk, menghakimi. Dan di sini Dewan Pers menilai kasus dia bisa dikenakan pasal di luar UU Pers," ujarnya.

Jadi tekan Suhasto, polisi sudah prosedural. Adapun terkait pasal UU ITE, dikenakan dengan alasan pasal tersebut jelas mengatur tindak dugaan pidana yang dilakukan Yusuf. "Karena ini wartawan makanya kami koordinasi Dewan Pers."

Memang kata Suhasto, Dewan Pers tidak menerima laporan langsung dari pelapor. Alurnya pelapor ke Polres dengan alasan sudah meminta hak jawab tapi tidak dilayani. Perusahaan kata Suhasto merasa terpojok dengan pemberitaan yang sepihak.

Senin (11/6) Dewan Pers menggelar jumpa pers. Dalam siarannya, Dewan Pers mengatakan Polres Kotabaru pada 28 Maret meminta keterangan ahli. Polres saat itu menyerahkan dua buah berita online.

Dari keterangan BAP, ahli Dewan Pers menilai ke dua berita itu tidak berimbang, tidak uji informasi dan bersifat menghakimi. Narasumber dalam berita juga tidak jelas dan tidak kredibel. Kasus ini disarankan diselesaikan melalui mekanisme hak jawab dan permintaan maaf.

Masih keterangan Dewan Pers. Pada tanggal 2 dan 3 April Polres Kotabaru kembali mendatangi dewan dengan membawa 21 berita tambahan. Dalam hal ini ahli mengatakan, berita-berita itu umumnya tidak memenuhi standar dan kaidah jurnalistik.

Juga dinilai berita berulang-ulang dengan muatan opini yang menghakimi karena tanpa uji informasi dan keberimbangan. Ketiga, ahli menilai berita untuk kepentingan salah satu pihak tidak bertujuan untuk kepentingan publik. Terakhir, ahli menilai dalam kasus ini pihak yang dirugikan dapat menempuh jalur hukum dengan undang-undang lain di luar UU Pers.

Seperti telah diberitakan Arpaidah, istri almarhum kepada Radar Banjarmasin mengatakan. Sejak pukul 12.00 siang sampai sekitar pukul 14.00 dia dan suaminya saling sms san. Yusuf menulis di sms katanya, menanyakan kabar anak-anak. Meminta antarkan obat dan baju untuk hari raya nanti.

Kemudian katanya, dia dapat telepon dari petugas Lapas. Arpaidah diminta ke rumah sakit. Yusuf dikabarkan sakit dan dirawat. Sekitar pukul 14.30 Arpidah mengaku tiba di rumah sakit, namun yang dia dapati hanya jenazah suaminya. "Saya tanya, itu kenapa dibungkus (kain)," kata Arpaidah.

Masih dari Arpaidah, rekan Yusuf di Lapas katanya waktu itu sedang makan. Tiba-tiba korban muntah dan langsung tidak sadarkan diri. Saat itu petugas segera membawanya ke rumah sakit. "Banyak muntahannya di baju,"' katanya.

Sayang Arpaidah mengaku tidak melihat hasil visum. Tapi katanya, menurut dokter Yusuf meninggal serangan jantung.

Menurut Arpaidah, suaminya yang meninggalkannya dua orang anak kecil itu memang sakit sakitan. Jantung sudah diidap sekitar tujuh tahun lalu. Juga ada penyakit lambung kronis, dan pernah kena stroke ringan.

Dengan riwayat itu katanya dia berkali-kali ajukan penangguhan penahanan. Tapi selalu ditolak kejaksaan. Alasan kejaksaan kata dia, karena izin dari pengadilan hanya izin berobat sehari. Saat menuturkan ini Arpaidah tidak kuasa menahan isak.

Dia menambahkan, sudah pernah konsultasi dengan dokter spesialis. Yusuf katanya memang harus dirawat intensif karena penyakit yang dideritanya. Menurut istri, waktu masih muda, Yusuf memang biasa minum-minum dan obat. Tapi akunya, suaminya sudah berhenti sejak tiga tahun lalu.

Yusuf rencananya akan dimakamkan di Desa Hilir Muara tempatnya tinggal, hari ini. Ditanya apa yang akan dilakukan Arpaidah, dia mengaku belum tahu. Namun dia mengatakan, sangat menyesalkan keputusan kejaksaan yang tidak memberikan izin rawat inap.

Kasi Intel Kejari Kotabaru Agung Nugroho membantah bahwa kejaksaan tidak memberikan izin rawat inap atau penangguhan penahanan. Sudah dua kali kata dia diberikan. Memang dua kali itu masing-masing hanya sehari di RSUD Kotabaru. Dikeluarkannya Yusuf dari ruang rawat inap aku Agung atas keterangan dokter. Dia mengaku semua dilakukan prosedural berdasarkan keterangan dokter yang menangani. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:15

Udin Tak Berdaya saat Polisi Temukan Sabu Dirumahnya

BANJARMASIN - Jajaran Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk seorang pengedar sabu-sabu…

Jumat, 22 Juni 2018 11:08

Tak Cuma Rampas HP, Pemiliknya Ikut Digoyang Pelaku ke Semak-semak

BANJARMASIN - Handphone diembat,  pemiliknya digoyang. Itu yang terjadi menimpa belia berusia 15…

Kamis, 21 Juni 2018 16:18

Mayat Mengapung di Sungai Miai Itu Warga Gang Purnama

BANJARMASIN - Sesosok tubuh manusia yang ditemukan mengapung di Sungai Miai Kelurahan Antasan Banjarmasin…

Kamis, 21 Juni 2018 14:26

Banjarmasin Tengah dan Utara Paling Rawan Terjadi Kebakaran, ini Sebabnya

BANJARMASIN - Kota ini memang terbebas dari ancaman bencana gempa bumi atau tsunami. Tapi bencana kebakaran…

Kamis, 21 Juni 2018 13:29

Ditolong Warga karena Jatuh dari Motor, Eh Ternyata Jambret

BANJARMASIN – Semula warga mau menolong Muhamad Matholil alias Sodik karena dikira mengalami kecelakaan,…

Kamis, 21 Juni 2018 12:37

Pamit Kerumah Tante, SA Malah 'Digenjot' Pacar di Rumah Kosong

AMUNTAI - Kembali predator anak diamankan jajaran Reksrim Polsek Danau Panggang di Kabupaten Hulu Sungai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:31

Korban Tempat Wisata Bertambah, Kali ini di Loksado dan Pantai Pagatan

KANDANGAN – Jumlah mereka yang mengalami celaka di lokasi wisata bertambah lagi. Kali ini menimpa…

Rabu, 20 Juni 2018 13:07

Tak Bisa Berenang, Warga Kaltim Tenggelam di Pantai Pagatan

BATULICIN - Untuk kesekian kalinya, Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir,  Kabupaten Tanah Bumbu…

Selasa, 19 Juni 2018 14:30

Ungkap Kematian Wartawan di Sel, Kapolda: Kami Akan Bongkar Kuburannya

BANJARMASIN – Misteri masih membayangi Kematian Muhammad Yusuf. Wartawan salah satu media online…

Selasa, 19 Juni 2018 09:16
Breaking News

Braakk..! Mobil Polisi Hantam Tiang Listrik

BANJARMASIN - Pengendara Jalan Gatot Subroto,  dibuat heboh. Penyebabnya mobil bermerek Nissan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .