MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEMALE

Senin, 18 Juni 2018 12:45
Suarakan Pikiran Lewat Tulisan
ANGGUN: Husnul Athiya hobi menulis dan membaca sejak kecil. Tulisan berjenis cerpen, puisi, artikel ilmiah, dan esai sosial. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Menulis salah satunya. Itu kini digeluti Husnul Athiya.

Menulis sudah jadi hobi sejak SD dara kelahiran Banjarmasin, 21 Oktober 1994 itu. Punya keluarga yang cukup protektif, membuat Athiya terbiasa menghabiskan waktu di rumah sejak kecil. Terlebih anak bungsu dari lima bersaudara itu ditinggal keempat kakaknya untuk merantau ke luar kota demi pendidikan. “Aku tidak punya teman di rumah selain ibu. Iseng-iseng deh nulis sampai keterusan,” kenang peraih penghargaan terbaik II Duta Bahasa Kalimantan Selatan 2018 ini.

Sejak saat itulah, perempuan yang akrab disapa Yaya itu terbiasa menulis. Bahannya, apa saja yang ada di pikiran. Menulis baginya menjadi media menyuarakan pikiran. “Pikiran aku tidak semuanya dapat disuarakan. Cara lainnya ialah dengan menulis,” ucapnya.

Tulisan berjenis cerita pendek paling sering dibuat di awal-awal menggeluti hobinya. Pikirannya kaya akan imajinasi, sehingga tak sulit bagi Yaya membuat sebuah cerita pendek.

Hingga duduk di bangku SMP, Yaya masih aktif membuat cerpen. Tak jarang mengikuti perlombaan. Tak hanya lomba menulis cerpen, juga menulis artikel. “Menang-kalah belakangan. Yang penting beranikan diri unjuk bakat,” ujar Yaya.

Aliran tulisannya perlahan berubah ketika masuk ke MAN 2 Model Banjarmasin. Yaya mulai merambah ke tulisan puisi. Sebab, komposisinya lebih singkat dan punya makna mendalam. Ia ingin menggali potensinya dengan membuat tulisan singkat kaya makna. “Kebetulan waktu itu memang suka baca puisi. Jadi kepikiran bikin puisi juga,” kenangnya.

Sekarang, alumni UIN Antasari itu mencoba membuat esai bergenre sosial. Banyak hal yang menjadi fenomena masyarakat ia ulas dalam tulisannya. Menggunakan bahasa ringan, mirip dengan percakapan sehari-hari. Tujuannya agar pembaca lebih mudah mengerti.

Yaya membiasakan diri membuat esai sehari satu kali. Ia menyebutnya sebagai senam otak. Dengan begitu otaknya akan terbiasa berpikir setiap hari. “Satu esai perhari jika bahasannya ringan. Jika temanya tidak aku kuasai, perlu waktu 2-3 hari buat riset. Seperti tulisanku tentang dehumanisasi sopir online,” jelasnya.

Tanpa mengesampingkan kemajuan teknologi, tulisan Yaya di-post lewat akun Instagram @yaya_athiya. Setidaknya sudah ada 14 tulisan yang dibuat di situ. Diantaranya membahas soal hijrah, ritual selfie, drama seri TOEFL, dan sebelum Lebaran lalu mem-posting soal kaveling saf di masjid.

“Aku juga pernah membahas soal “cantik”. Dan sudah punya rencana juga membahas soal musik pop Islam. Kan sekarang di mana-mana pada suka salawatan. Nyanyi-nyanyi lagunya Sabyan,” ujar putri Jamhari dan Maserah itu.

Yaya juga aktif mengirimkan tulisannya ke beberapa situs penulis dan pembaca. Sebut saja seperti Alif.id dan Geotimes.co.id. Setidaknya sudah beberapa kali tulisannya terbit di situs tersebut. Tiap tulisan dihargai. Nominalnya tidak besar, namun itu memang bukan prioritas bagi Yaya. Terpilih dan layak terbitlah yang menjadi tujuannya. “Dua situs ini memudahkan aku menyuarakan pikiran. Bebannya tentu lebih besar, sebab akan banyak yang memberi tanggapan. Positifnya, dengan begini pikiranku lebih terbuka. Sebab lewat berbagai tanggapan pembaca akan terjadi diskusi secara visual,” jelasnya.

Hobinya ini tentu tak lepas dari peranan almarhum ayahnya. Sejak kecil sang ayah senang membelikan Yaya dan kakak-kakaknya buku. Menurut Yaya, buku bacaan itulah yang mengasah otaknya untuk berimajinasi dan berpikir tajam sehingga mambu menghasilkan sebuah tulisan. “Seberapa jago seseorang membuat tulisan berbanding lurus dengan seberapa banyak buku yang dibaca,” tegasnya.(mr-150/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 12 Juli 2018 16:07

Tidak Kapok Meski Pernah Cedera

Siapa sangka, di balik parasnya yang cantik, Devina Ophelia Neysa yang merupakan seorang model banua…

Kamis, 12 Juli 2018 16:06

Sempat Kurang Pede

Alya Rizky Permatasari, model muda asal Banua yang satu ini sukses menembus babak Top 3 Indonesia Model…

Rabu, 11 Juli 2018 15:58

Kalah Menang, Tetap "Ayam Jantan"

Siapa sangka, Marisa Yulia, cewek manis yang merupakan seorang model asal Banua yang satu ini begitu…

Rabu, 11 Juli 2018 15:57

Belajar Beradaptasi Dengan Kuliner Jawa

Farmawati Amini, model serta Duta Lingkungan Hidup Hulu Sungai Selatan tahun 2015 ini memulai kehidupan…

Selasa, 10 Juli 2018 13:40

Kembali Tembus Top 10 Indonesia Model Hunt

Kiprah Egy Harisma yang merupakan pendiri sekaligus pelatih di Agensi Model Egy Gallery asal Banjarmasin…

Senin, 09 Juli 2018 11:37

Mumpung Libur, Tampil Beda

Tampil beda dengan rambut berwarna juga dilakukan Sitri Cahyani (21). Mahasiswi Universitas Lambung…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:41

Suka Mencoba Hal Baru

MENCOBA hal yang baru merupakan kebiasaan ingin terus dilakukan Rezkia Norliati, gadis asal Kandangan,…

Kamis, 05 Juli 2018 13:47

Ajarkan Murid Soal Keinginan Besar

Model cantik yang juga aktif sebagai coach model, Farah Diba Rahmadi sekarang sedang menikmati profesinya…

Kamis, 05 Juli 2018 13:40

Suka Mendengarkan Masukan Orang

Menyandang status sebagai The Talented Puteri Muslim Sasirangan Kalsel 2018, Rizqa Monada atau yang…

Jumat, 29 Juni 2018 11:31

Tertarik Mempromosikan Tempat Wisata Banua

Norhayah, model sekaligus kontestan Atak Diang Batola ini sekarang sedang fokus menghadapi kompetisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .