MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 18 Juni 2018 14:36
ASTAGA..!! Objek Wisata Telan Korban Jiwa, Satu Orang Dikabarkan Tewas

PROKAL.CO, KOTABARU - Hati-hati berada di objek wisata. Ini berlaku buat siapa saja yang sedang berlibur. Di Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru, seorang gadis berumur 16 tahun ditemukan tewas. Dia diduga terseret air bah di kawasan rencana objek wisata Air Terjun Kamandamin.

Dari informasi dihimpun, sekitar pukul 14.30, remaja bernama Linda Sari itu bersama tiga rekannya bermain di sekitar air terjun. Tidak lama Linda menjauh dari kerumunan temannya dengan alasan mau buang hajat. Tapi kemudian air berubah coklat dan debitnya meninggi. Tiga rekan Linda segera menuju tempat aman, tapi Linda tidak terlihat.

Setelah warga dan keluarga melakukan pencarian, dibantu petugas kecamatan, desa dan polisi, Linda ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 18.30. Korban diduga tenggelam terseret arus banjir yang datang tiba-tiba.

Kapolsek Pamukan Barat Sengayam Iptu Julius Susanto yang ikut mencari korban membenarkan. "Begitu keterangan dari para saksi. Cuma itu bukan objek wisata. Baru rencana katanya mau dijadikan wisata. Itu di tengah hutan, jauh dari kampung. Masih sunyi," ujarnya Minggu (17/6) kemarin.

Masih di Kotabaru, seorang anak mengalami patah tangan saat bermain titi tali yang disediakan panitia di objek wisata Pantai Gedambaan Sarangtiung, (15/6).

Titi tali adalah salah satu seni olahraga adat khas suku Bajau di Pulau Laut. Caranya nelayan atau pria berjalan di atas seutas tali. Selain orang dewasa, anak-anak suku Bajau beberapa terlihat ahli meniti atau berjalan di atas seutas tali laso tanpa bantuan pegangan. Pemerintah Kotabaru menggelar atraksi ini menghibur warga.

Aksi itu menjadi tontonan seru pengunjung. Sayang, seorang anak yang kemudian mencoba terjatuh. Dan mengalami fraktur lengan kirinya. Tampak sigap tim keamanan dan petugas lainnya menolong korban.

Kasi Kedaruratan BPBD Kotabaru Syafarudin Syukur yang bertugas di Sarangtiung mengatakan. Anak lelaki yang patah lengannya berasal dari Desa Rampa pusat kota kabupaten. "Saya lupa namanya. Sekarang dia dirujuk ke Batulicin. Patah lengan kiri ada dua tulang," ujarnya.

Saat kejadian kata dia, BPBD, Basarnas dan anggota Polres Kotabaru segera menolong dan mengevakuasi korban. Namun disayangkan, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan ambulansnya belum berada di lokasi objek wisata.

Korban kata Syukur dievakuasi menggunakan ambulans perusahaan swasta BKW (Buana Karya Wiratama) yang dikomandoi grup relawan Himpunan Balakar Saijaan.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Khairian Ansyari membenarkan insiden di Sarangtiung. "Kita terus intens komunikasi sama keluarga," akunya.

Namun dia menolak jika insiden itu karena kelalaian pihaknya. Kata Ansyari salah satu faktornya, adalah antusias pengunjung yang begitu tinggi mencoba permainan titi tali. "Mestinya kan itu dilakukan saat pasang. Jadi kalau jatuh nyebur ke laut. Waktu kejadian air sedang surut."

Kejadian itu katanya akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Pun begitu dia mengaku, insiden tidak mengurangi antusias pengunjung ke Sarangtiung. "Dari kasat mata meningkat jumlahnya dibanding tahun kemarin."

Peningkatan pengunjung kata dia tidak lepas dari berbagai acara yang diadakan. Juga promosi melalui berbagai akun sosial media. Termasuk pengumuman di Banjarmasin. Dari informasi yang dihimpun pengunjung ke Sarangtiung bukan hanya warga lokal tapi juga banyak dari kabupaten tetangga. Bahkan ada yang dari Kabupaten Tapin.

Sementara itu, Jembatan Panjang objek wisata Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan yang membelah Danau Tamiyang ambruk, Minggu (17/6) sekitar pukul 04.30 Wita. Jembatan yang baru difungsikan sekitar 1 tahun terakhir untuk penyeberangan wisatawan lokal tersebut tidak kuat menahan membeludaknya pengunjung selama 3 hari terakhir. Diperkirakan 3 ribu lebih pelancong memenuhi wisata air tersebut.

Tersiar kabar saat kejadian dua pengunjung yang berusia 10 dan 12 tahun hilang dan tenggelam. Beruntung setelah diklarifikasi informasi tersebut palsu, si anak yang terpisah dengan ibunya berhasil diamankan oleh petugas wisata di seberang danau.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1.5 meter itu mengalami ambruk setelah satu tiang amblas ke dasar danau dan mengalami patah. Sekitar 3 meter bagian tengah tempat perlintasan jembatan jatuh ke danau.

"Besok langsung kami perbaiki jembatan wisatanya. Mungkin karena jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Rata rata sehari seribu orang," kata Basith, Kepala Desa Mandikapau melalui sambungan telepon kemarin.

Waktu kejadian, pengunjung yang menyeberang sekitar 30 orang, ia memperkirakan karena usia jembatan yang sudah terlalu lama dan belum mendapat renovasi selain hanya diberikan warna warni agar lebih indah. Ditambah, banyak pengunjung yang lebih memilih bertahan atas jembatan, untuk mengabadikan momen kunjungan dengan kamera telepon pintar masing-masing.

"Awalnya, itu jembatan desa yang digunakan warga ke Kebun karet, jadi sejak dulu dipakai untuk bolak balik angkut hasil kebun. Jadi baru 2017 ini saja kami cat ulang dan dirubah menjadi jembatan wisata," kata Basith lagi.

Ia bersyukur, kabar hilangnya dua anak adalah hoax. Sampai akhir dievakuasi, para wisatawan tidak ada yang cedera berat apalagi korban jiwa. Tiang tiang jembatan itu segera diperbaiki karena hanya satu tiang yang patah, dan sehari setelah diperbaiki kembali digunakan oleh wisatawan dan warga desa yang tinggal di seberang.(zal/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 13:30

Operasi Zebra 2018 Berakhir, Ini Yang Terjadi Selama Operasi

KANDANGAN – Operasi Zebra 2018 resmi berakhir di seluruh Indoensia, Senin (12/11) tadi. Selama…

Kamis, 15 November 2018 13:24

Sales Divonis 54 bulan, Begini Kronologinya

BANJARMASIN - Setelah dua pekan sempat tertunda, agenda putusan sidang perkara penggelapan dalam jabatan…

Kamis, 15 November 2018 13:14

KOCAK!! Kapten Kapal Terjaring Razia

BANJARMASIN - Ulah dua orang lelaki mengendarai sepeda motor matik Honda Vario,membuat para petugas…

Kamis, 15 November 2018 11:25

WADUH...! Pria Ini Tikam Kekasihnya karena Cemburu

BANJARMASIN - Muhammad Fikriansyah alias Fikri bakal menjalani harinya di balik jeruji besi. Ini terhitung…

Kamis, 15 November 2018 09:05

HEBOH...! Polisi Kejar-Kejaran Dan Sempat Berduel Dengan "Pak Ogah"

BANJARBARU - Dua orang "Pak Ogah" yang beroperasi liar di U-Turn depan Tower Taman Van Der Pijl, Rabu…

Kamis, 15 November 2018 08:51

WOW...! Polres Banjarbaru Tilang 1.660 Pengendara

BANJARBARU - Setelah digelar sejak 30 Oktober 2018 lalu, Operasi Zebra Intan 2018 yang digelar Polres…

Rabu, 14 November 2018 11:25

Pelanggaran Didominasi Pengendara Tidak Pakai Helm

MARABAHAN - Setelah melakukan Operasi Zebra, dari tanggal 30 Oktober sampai 12 November, Polres Batola…

Rabu, 14 November 2018 11:18

Hampir Mengelabui Aparat, Koh Malimen Akhirnya Dibekuk

MARTAPURA – Malimen alias Hasan atau Karim, bisa juga dipanggil Koh Malimen tak berkutik ketika…

Rabu, 14 November 2018 11:15

Anak Jalanan Martapura Digunduli, Kasihan atau Rasakan ?

MARTAPURA – Polsek Martapura Kota mengamankan 20 anak jalanan dan 7 diantaranya masih di bawah…

Rabu, 14 November 2018 10:43

Hasil Tiga Bulan 78,34 Gram Sabu

BANJARMASIN - Sebanyak 14 tersangka kasus kepemilikan narkoba menyaksikan barang terlarang milik mereka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .