MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 18 Juni 2018 14:36
ASTAGA..!! Objek Wisata Telan Korban Jiwa, Satu Orang Dikabarkan Tewas

PROKAL.CO, KOTABARU - Hati-hati berada di objek wisata. Ini berlaku buat siapa saja yang sedang berlibur. Di Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru, seorang gadis berumur 16 tahun ditemukan tewas. Dia diduga terseret air bah di kawasan rencana objek wisata Air Terjun Kamandamin.

Dari informasi dihimpun, sekitar pukul 14.30, remaja bernama Linda Sari itu bersama tiga rekannya bermain di sekitar air terjun. Tidak lama Linda menjauh dari kerumunan temannya dengan alasan mau buang hajat. Tapi kemudian air berubah coklat dan debitnya meninggi. Tiga rekan Linda segera menuju tempat aman, tapi Linda tidak terlihat.

Setelah warga dan keluarga melakukan pencarian, dibantu petugas kecamatan, desa dan polisi, Linda ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 18.30. Korban diduga tenggelam terseret arus banjir yang datang tiba-tiba.

Kapolsek Pamukan Barat Sengayam Iptu Julius Susanto yang ikut mencari korban membenarkan. "Begitu keterangan dari para saksi. Cuma itu bukan objek wisata. Baru rencana katanya mau dijadikan wisata. Itu di tengah hutan, jauh dari kampung. Masih sunyi," ujarnya Minggu (17/6) kemarin.

Masih di Kotabaru, seorang anak mengalami patah tangan saat bermain titi tali yang disediakan panitia di objek wisata Pantai Gedambaan Sarangtiung, (15/6).

Titi tali adalah salah satu seni olahraga adat khas suku Bajau di Pulau Laut. Caranya nelayan atau pria berjalan di atas seutas tali. Selain orang dewasa, anak-anak suku Bajau beberapa terlihat ahli meniti atau berjalan di atas seutas tali laso tanpa bantuan pegangan. Pemerintah Kotabaru menggelar atraksi ini menghibur warga.

Aksi itu menjadi tontonan seru pengunjung. Sayang, seorang anak yang kemudian mencoba terjatuh. Dan mengalami fraktur lengan kirinya. Tampak sigap tim keamanan dan petugas lainnya menolong korban.

Kasi Kedaruratan BPBD Kotabaru Syafarudin Syukur yang bertugas di Sarangtiung mengatakan. Anak lelaki yang patah lengannya berasal dari Desa Rampa pusat kota kabupaten. "Saya lupa namanya. Sekarang dia dirujuk ke Batulicin. Patah lengan kiri ada dua tulang," ujarnya.

Saat kejadian kata dia, BPBD, Basarnas dan anggota Polres Kotabaru segera menolong dan mengevakuasi korban. Namun disayangkan, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan ambulansnya belum berada di lokasi objek wisata.

Korban kata Syukur dievakuasi menggunakan ambulans perusahaan swasta BKW (Buana Karya Wiratama) yang dikomandoi grup relawan Himpunan Balakar Saijaan.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Khairian Ansyari membenarkan insiden di Sarangtiung. "Kita terus intens komunikasi sama keluarga," akunya.

Namun dia menolak jika insiden itu karena kelalaian pihaknya. Kata Ansyari salah satu faktornya, adalah antusias pengunjung yang begitu tinggi mencoba permainan titi tali. "Mestinya kan itu dilakukan saat pasang. Jadi kalau jatuh nyebur ke laut. Waktu kejadian air sedang surut."

Kejadian itu katanya akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Pun begitu dia mengaku, insiden tidak mengurangi antusias pengunjung ke Sarangtiung. "Dari kasat mata meningkat jumlahnya dibanding tahun kemarin."

Peningkatan pengunjung kata dia tidak lepas dari berbagai acara yang diadakan. Juga promosi melalui berbagai akun sosial media. Termasuk pengumuman di Banjarmasin. Dari informasi yang dihimpun pengunjung ke Sarangtiung bukan hanya warga lokal tapi juga banyak dari kabupaten tetangga. Bahkan ada yang dari Kabupaten Tapin.

Sementara itu, Jembatan Panjang objek wisata Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan yang membelah Danau Tamiyang ambruk, Minggu (17/6) sekitar pukul 04.30 Wita. Jembatan yang baru difungsikan sekitar 1 tahun terakhir untuk penyeberangan wisatawan lokal tersebut tidak kuat menahan membeludaknya pengunjung selama 3 hari terakhir. Diperkirakan 3 ribu lebih pelancong memenuhi wisata air tersebut.

Tersiar kabar saat kejadian dua pengunjung yang berusia 10 dan 12 tahun hilang dan tenggelam. Beruntung setelah diklarifikasi informasi tersebut palsu, si anak yang terpisah dengan ibunya berhasil diamankan oleh petugas wisata di seberang danau.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1.5 meter itu mengalami ambruk setelah satu tiang amblas ke dasar danau dan mengalami patah. Sekitar 3 meter bagian tengah tempat perlintasan jembatan jatuh ke danau.

"Besok langsung kami perbaiki jembatan wisatanya. Mungkin karena jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Rata rata sehari seribu orang," kata Basith, Kepala Desa Mandikapau melalui sambungan telepon kemarin.

Waktu kejadian, pengunjung yang menyeberang sekitar 30 orang, ia memperkirakan karena usia jembatan yang sudah terlalu lama dan belum mendapat renovasi selain hanya diberikan warna warni agar lebih indah. Ditambah, banyak pengunjung yang lebih memilih bertahan atas jembatan, untuk mengabadikan momen kunjungan dengan kamera telepon pintar masing-masing.

"Awalnya, itu jembatan desa yang digunakan warga ke Kebun karet, jadi sejak dulu dipakai untuk bolak balik angkut hasil kebun. Jadi baru 2017 ini saja kami cat ulang dan dirubah menjadi jembatan wisata," kata Basith lagi.

Ia bersyukur, kabar hilangnya dua anak adalah hoax. Sampai akhir dievakuasi, para wisatawan tidak ada yang cedera berat apalagi korban jiwa. Tiang tiang jembatan itu segera diperbaiki karena hanya satu tiang yang patah, dan sehari setelah diperbaiki kembali digunakan oleh wisatawan dan warga desa yang tinggal di seberang.(zal/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 16:58

Hery Datang Minta Maaf dan Ampun, H Nuri Kukuh Proses Hukum

MARABAHAN - Kasus yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batola (Batola), Hery Sasmita,…

Senin, 23 Juli 2018 16:20

Sebelum Terbakar, Gudang Rotan di Kelayan Sempat Terdengar Ledakan

BANJARMASIN - Kebakaran hebat lagi-lagi terulang. Si Jago Merah melahap gudang penyimpanan rotan. Di…

Senin, 23 Juli 2018 15:37

Sungai Kusan Makan Korban, Dua Warga Tewas Tenggelam

BATULICIN - Sungai Kusan di Desa Barugelang Kecamatan Kusan Hilir, makan korban. Dua warga Desa Batuah…

Senin, 23 Juli 2018 15:28

Pengedar Sabu Pekapuran Ditangkap

BANJARMASIN - M Roy Bhakti Wijaya alias Roy (36),  warga Jalan Pekapuran B Laut Gang Makmur No…

Minggu, 22 Juli 2018 13:38

Rumah Ustad Pondok Pesantren Kambitin Kebakaran

TANJUNG - Terjadi kebakaran di Komplek Pondok Pesantren Al Islam Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten…

Sabtu, 21 Juli 2018 17:09

Kapolres Kotabaru: Kalau Kami Diam, Akan Terjadi Perang Antar Massa di Pulau Laut

KOTABARU - Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto menghela nafas panjang. Dia menyayangkan…

Sabtu, 21 Juli 2018 07:45

Kebakaran di Belitung Darat Gg Menara, Api Diduga Berasal dari Rumah Budiman

BANJARMASIN - Dalam sekejap delapan rumah di  Jalan Belitung Darat Gang Menara RT 19 Rw 2 Kelurahan…

Sabtu, 21 Juli 2018 06:49

Modus Tukang Salon, Ternyata Jadi Pengedar Sabu

BANJARMASIN – Nasib Abdul  Hakim alias Hakim (51) berakhir di tangan personel Satresnarkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 15:18
BREAKING NEWS

Habis Jumatan, Jago Merah Ngamuk di Palampitan

AMUNTAI - Kurang lebih Pukul 13:39 Wita, terjadi kebakaran di Desa Palampitan atau Jalan Palampitan…

Jumat, 20 Juli 2018 14:24

Ratusan Wakar Penunggu Lahan Sengketa Diamankan

KOTABARU - Lahan di kaki Pegunungan Sebatung perbatasan Desa Sungup dan Desa Selaru Kecamatan Pulau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .