MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 18 Juni 2018 14:36
ASTAGA..!! Objek Wisata Telan Korban Jiwa, Satu Orang Dikabarkan Tewas

PROKAL.CO, KOTABARU - Hati-hati berada di objek wisata. Ini berlaku buat siapa saja yang sedang berlibur. Di Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru, seorang gadis berumur 16 tahun ditemukan tewas. Dia diduga terseret air bah di kawasan rencana objek wisata Air Terjun Kamandamin.

Dari informasi dihimpun, sekitar pukul 14.30, remaja bernama Linda Sari itu bersama tiga rekannya bermain di sekitar air terjun. Tidak lama Linda menjauh dari kerumunan temannya dengan alasan mau buang hajat. Tapi kemudian air berubah coklat dan debitnya meninggi. Tiga rekan Linda segera menuju tempat aman, tapi Linda tidak terlihat.

Setelah warga dan keluarga melakukan pencarian, dibantu petugas kecamatan, desa dan polisi, Linda ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 18.30. Korban diduga tenggelam terseret arus banjir yang datang tiba-tiba.

Kapolsek Pamukan Barat Sengayam Iptu Julius Susanto yang ikut mencari korban membenarkan. "Begitu keterangan dari para saksi. Cuma itu bukan objek wisata. Baru rencana katanya mau dijadikan wisata. Itu di tengah hutan, jauh dari kampung. Masih sunyi," ujarnya Minggu (17/6) kemarin.

Masih di Kotabaru, seorang anak mengalami patah tangan saat bermain titi tali yang disediakan panitia di objek wisata Pantai Gedambaan Sarangtiung, (15/6).

Titi tali adalah salah satu seni olahraga adat khas suku Bajau di Pulau Laut. Caranya nelayan atau pria berjalan di atas seutas tali. Selain orang dewasa, anak-anak suku Bajau beberapa terlihat ahli meniti atau berjalan di atas seutas tali laso tanpa bantuan pegangan. Pemerintah Kotabaru menggelar atraksi ini menghibur warga.

Aksi itu menjadi tontonan seru pengunjung. Sayang, seorang anak yang kemudian mencoba terjatuh. Dan mengalami fraktur lengan kirinya. Tampak sigap tim keamanan dan petugas lainnya menolong korban.

Kasi Kedaruratan BPBD Kotabaru Syafarudin Syukur yang bertugas di Sarangtiung mengatakan. Anak lelaki yang patah lengannya berasal dari Desa Rampa pusat kota kabupaten. "Saya lupa namanya. Sekarang dia dirujuk ke Batulicin. Patah lengan kiri ada dua tulang," ujarnya.

Saat kejadian kata dia, BPBD, Basarnas dan anggota Polres Kotabaru segera menolong dan mengevakuasi korban. Namun disayangkan, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan ambulansnya belum berada di lokasi objek wisata.

Korban kata Syukur dievakuasi menggunakan ambulans perusahaan swasta BKW (Buana Karya Wiratama) yang dikomandoi grup relawan Himpunan Balakar Saijaan.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Khairian Ansyari membenarkan insiden di Sarangtiung. "Kita terus intens komunikasi sama keluarga," akunya.

Namun dia menolak jika insiden itu karena kelalaian pihaknya. Kata Ansyari salah satu faktornya, adalah antusias pengunjung yang begitu tinggi mencoba permainan titi tali. "Mestinya kan itu dilakukan saat pasang. Jadi kalau jatuh nyebur ke laut. Waktu kejadian air sedang surut."

Kejadian itu katanya akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Pun begitu dia mengaku, insiden tidak mengurangi antusias pengunjung ke Sarangtiung. "Dari kasat mata meningkat jumlahnya dibanding tahun kemarin."

Peningkatan pengunjung kata dia tidak lepas dari berbagai acara yang diadakan. Juga promosi melalui berbagai akun sosial media. Termasuk pengumuman di Banjarmasin. Dari informasi yang dihimpun pengunjung ke Sarangtiung bukan hanya warga lokal tapi juga banyak dari kabupaten tetangga. Bahkan ada yang dari Kabupaten Tapin.

Sementara itu, Jembatan Panjang objek wisata Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan yang membelah Danau Tamiyang ambruk, Minggu (17/6) sekitar pukul 04.30 Wita. Jembatan yang baru difungsikan sekitar 1 tahun terakhir untuk penyeberangan wisatawan lokal tersebut tidak kuat menahan membeludaknya pengunjung selama 3 hari terakhir. Diperkirakan 3 ribu lebih pelancong memenuhi wisata air tersebut.

Tersiar kabar saat kejadian dua pengunjung yang berusia 10 dan 12 tahun hilang dan tenggelam. Beruntung setelah diklarifikasi informasi tersebut palsu, si anak yang terpisah dengan ibunya berhasil diamankan oleh petugas wisata di seberang danau.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1.5 meter itu mengalami ambruk setelah satu tiang amblas ke dasar danau dan mengalami patah. Sekitar 3 meter bagian tengah tempat perlintasan jembatan jatuh ke danau.

"Besok langsung kami perbaiki jembatan wisatanya. Mungkin karena jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Rata rata sehari seribu orang," kata Basith, Kepala Desa Mandikapau melalui sambungan telepon kemarin.

Waktu kejadian, pengunjung yang menyeberang sekitar 30 orang, ia memperkirakan karena usia jembatan yang sudah terlalu lama dan belum mendapat renovasi selain hanya diberikan warna warni agar lebih indah. Ditambah, banyak pengunjung yang lebih memilih bertahan atas jembatan, untuk mengabadikan momen kunjungan dengan kamera telepon pintar masing-masing.

"Awalnya, itu jembatan desa yang digunakan warga ke Kebun karet, jadi sejak dulu dipakai untuk bolak balik angkut hasil kebun. Jadi baru 2017 ini saja kami cat ulang dan dirubah menjadi jembatan wisata," kata Basith lagi.

Ia bersyukur, kabar hilangnya dua anak adalah hoax. Sampai akhir dievakuasi, para wisatawan tidak ada yang cedera berat apalagi korban jiwa. Tiang tiang jembatan itu segera diperbaiki karena hanya satu tiang yang patah, dan sehari setelah diperbaiki kembali digunakan oleh wisatawan dan warga desa yang tinggal di seberang.(zal/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:33

Astaga..! Terbakarnya Ponpes Ummul Qura HSU Karena Ulah Iseng Santri

AMUNTAl - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa…

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU --  Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:44

Geger!! Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Didalam WC

BANJARMASIN-Warga Kelayan A Gang Papadaan Banjarmasin Selatan geger. Dikabarkan seseorang…

Sabtu, 16 Februari 2019 16:30

Asap Duta Mall Bukan Karena Apar, Tapi Karena ini

BANJARMASIN --  Pihak management Duta Mall Banjarmasin, angkat bicara terkait…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:00
Breaking News

Ini Penyebab Kepulan Asap di Duta Mall Banjarmasin

BANJARMASIN - Telah terjadi konsleting listrik di ruang AHU mall…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

Kepergok Warga, Spesialis Curanmor Banjarbaru Digaruk Polisi

BANJARBARU - Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkapkan kasus pencurian kendaraan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:34

Panik dan Terdesak, Napi Coba Membuang Barang Bukti

BANJARBARU - Kondisi terdesak. Berbagai cara dihalalkan beberapa Napi untuk…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:11

Ditinggal Makan, Pikup Najib Raib Dibawa Pria Misterius

BANJARMASIN - Ditinggal makan, sebuah pikup berplat KH 8595 NP…

Jumat, 15 Februari 2019 14:51

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Tren Perceraian di Batola Meningkat

MARABAHAN - Memasuki tahun 2019, tren perceraian di Kabupaten Barito…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*