MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 19 Juni 2018 14:08
Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Paling Repot Menghadapi Sopir Bandel

PENGABDIAN: Dokter Fairuz saat melayani pemudik yang mengeluhkan sakit kepala di posko pelayanan kesehatan Terminal Pal Enam, kemarin. Baik pemeriksaan maupun pemberian obat-obatan digratiskan. | Foto; Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya pengabdian ekstra. Merelakan waktu berkumpul bersama keluarga demi pekerjaan.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

MENDENGAR kata gratis, pemudik dan sopir taksi silih berganti mendatangi meja Dr Fairuz. Ada yang meminta obat penurun kolesterol. Adapula yang hanya mengeluhkan sakit kepala.

Posko pelayanan kesehatan milik Jasa Raharja itu ditempatkan di belakang parkiran taksi jurusan Batulicin dan Kotabaru. Tak jauh dari meja penjualan karcis angkutan.

Fairuz baru tiga tahun bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polresta Banjarmasin. Di posko ini dia dibantu dua perawat dari Biddokkes (Bidang Dokter dan Kesehatan) Polda Kalsel.

"Cuma pada hari Idul Fitri pertama dikasih waktu berlibur bersama keluarga. Selebihnya, selama H-7 dan H+7 lebaran, stand by bekerja di sini," kata perempuan berkerudung tersebut.

Posko ini sering berpindah-pindah. Dari terminal kota di Jalan Ahmad Yani kilometer enam, terminal regional di kilometer 17, atau ke Pelabuhan Trisakti. "Ada tiga dokter yang disiagakan, termasuk saya," imbuhnya.

Di media sosial, tentu Anda sering membaca keluhan. Oleh kaum yang "bekerja keras bagaikan kuda". Tanggal merah pun dilibas. Tapi Fairuz, tampak santai menyikapi pekerjaannya.

Ketika ada pemudik datang, dia akan memeriksanya dengan senyum merekah. Mengajak mereka ngobrol ringan sembari memberikan resep obat.

Disampingnya ada dua dry box besar transparan. Yang penuh dengan obat berbagai merek. "Kebanyakan pemudik mengeluhkan sakit kepala, badan pegal, perut mual dan muntah. Mabuk perjalanan biasa," ujarnya.

Kasus yang agak berat. Seperti pemudik yang menderita asam urat, maag, penyakit gula (diabetes), hingga kolesterol tinggi. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena terlampau lahap menghadapi panganan dan camilan lebaran.

"Yang sulit justru menghadapi para sopir," ujarnya. Fairuz terkadang menghadapi sopir yang sudah layak ngaso di rumah. Bukan terus memaksakan diri untuk menarik penumpang.

Terlepas dari fakta bahwa mereka sudah terbiasa bekerja berat. Demi keselamatan penumpang, Fairuz kerap merekomendasikan agar mereka tak menyetir.

Namun, siapalah dirinya yang bisa memaksa. "Saya tak bisa memaksa. Kembali lagi pada si sopir. Mau dengerin dokter atau enggak. Saya paham itu pekerjaan mereka untuk mencari nafkah," tukasnya.

Sekadar berbagi tips, Fairuz menyarankan kepada pemudik atau sopir menyimpan energi menjelang lebaran. Tak membiarkan tubuh terlampau capek. Agar saat Idul Fitri tiba tak jatuh sakit.

"Yang repot kalau badan sudah terlanjur drop dan jatuh sakit. Kalau mau sembuh, dalam kondisi tak fit jadi butuh waktu lebih lama," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*