MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 20 Juni 2018 13:37
Liburan ke Alam Bebas, Waspada Suhu Dingin Mengancam Anda
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Kamping di hutan atau mendaki gunung banyak dilakukan orang. Namun, suhu terlalu dingin di alam bebas patut diwaspadai.

Libur Lebaran masih bisa dinikmati bagi beberapa kalangan. Berwisata ke alam bebas bisa jadi pilihan untuk menikmati waktu liburnya. Khususnya bagi yang berjiwa petualang dan menyukai tantangan.

Tidak hanya ancaman bencana alam atau binatang buas yang mengintai. Suhu yang terlalu dingin juga bisa berdampak serius terhadap kesehatan tubuh. Contoh saja hipotermia. Gangguan suhu tubuh ini sangat berbahaya apabila dibiarkan dan salah penanganan. Tak main-main risikonya, kematian.

Dokter Agung Prasetyo menjelaskan bahwa hipotermia bisa menyerang siapa saja. "Hipotermia itu terjadi ketika suhu tubuh tidak bisa memproduksi atau mengembalikan suhu panas di tubuh. Penyebab utamanya karena suhu yang terlalu dingin, baik terkena air maupun udara," terang dokter yang praktik di klinik di kawasan Sultan Adam Banjarmasin ini.

Dokter Agung mengakui daerah yang paling rentan untuk seseorang terkena hipotermia ada di alam bebas di ketinggian. Bagi yang ingin mendaki atau kamping di tempat-tempat seperti itu agar waspada terhadap hipotermia. "Jika terkena hipotermia, jelas Anda akan merasa menggigil dan kedinginan. Kemudian suhu tubuh yang terlalu rendah membuat kinerja jantung, sistem saraf, serta organ tubuh lain jadi tidak optimal. Ini yang berisiko terhadap kematian," tegasnya.

Temperatur atau suhu tubuh dikendalikan bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus inilah yang memberikan respons cepat ketika suhu tubuh dingin, misalnya menggigil. Ini adalah bentuk perlindungan tubuh untuk melawan suhu rendah. Selain itu jantung dan hati juga berfungsi menciptakan suhu panas tubuh. “Jika di tempat dingin kedua organ ini tidak bekerja optimal. Hipotermia bisa terjadi karena minimnya suhu panas di tubuh," paparnya.

Pakaian juga akan berdampak terhadap hipotermia. Walaupun kamping di lokasi yang tidak terlalu tinggi, bila jenis bahan pakaiannya sangat tipis maka berpotensi mengundang hipotermia. "Terlalu lama berada di tempat yang dingin meskipun tidak tinggi tanpa mengenakan pakaian hangat seperti jaket tebal juga berpotensi menyebabkan hipotermia. Suhu tubuh tidak ada yang melindunginya dari luar, apalagi kalau ditambah terpaan angin," ucapnya.(rvn/ma/dye)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*