MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 21 Juni 2018 15:52
Banyaknya Korban Berjatuhan, Saatnya Benahi Keamanan Objek Wisata
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Gairah masyarakat Kalsel untuk berwisata begitu tinggi di musim libur. Sayangnya, hal ini tidak diiringi dengan antisipasi lebih dari pengelola objek wisata dan pemerintah. Hasilnya? Korban berjatuhan setiap tahun di tempat-tempat wisata.

Shania datang bersama keluarganya di kawasan Loksado sekitar pukul 12. 00 siang, Selasa (19/6). Dua jam kemudian, dia diangkat dari dalam Sungai Amandit dalam keadaan telah lemas. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Loksado, nyawa Shania tak dapat diselamatkan lagi. Kematian remaja 16 tahun itu menambah jumlah korban yang tewas di lokasi wisata.

Moh Zakir Maulidi, Kabid Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Hulu Sungai Selatan mengatakan pihaknya memang tak bertanggungjawab langsung atas keamanan di objek wisata terkenal di Hulu Sungai Selatan itu. "Safety di obyek wisata merupakan tanggungjawab masing-masing pengelola, sehingga identifikasi resiko dan langkah preventif maupun represif adalah hal yang harus diperhatikan oleh pengelola," ucapnya.

Dia mengatakan Disporapar HSS sudah mendorong agar setiap pengelola memperhatikan Sapta Pesona yang salah satunya adalah "keamanan". Jika terjadi hal yang tidak diinginkan agar segera berkoordinasi dengan petugas pelayanan setempat. Seperti kejadian kemarin, Disporapar HSS sangat mengapresiasi kesigapan petugas kesehatan dari Puskesmas Loksado yang selama libur lebaran tetap bersiaga memberi pelayanan.

Zakir menegaskan, korban tenggelam di kawasan Sungai Amandit, Kecamatan Loksado bukan di obyek wisata. Tetapi di lingkungan terbuka dari penginapan yang tepian sungainya sering dijadikan tempat mandi oleh tamu penginapan. “Kejadian remaja putri yang tenggelam karena arus, murni musibah,” jelasnya.

Sehari sebelumnya di Tanah Bumbu seorang remaja juga terseret ombak di Pantai Pagatan. Remaja asal Kaltim bernama Andre Kusuma itu akhirnya ditemukan telah meninggal. Padahal Kepala Dinas Pariwisata Tanbu Nahrul Fajeri mengatakan pihaknya telah memprioritaskan keselamatan pengunjung yang berwisata ke pantai.

Diakuinya hingga saat ini belum ada penjaga pantai meski beberapa fasilitas untuk menunjang keselamatan sudah dibangun. “Sampai saat ini, kami hanya mempekerjakan petugas kebersihan pantai saja, sementara penjaga pantai belum ada,” ujar Nahrul, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Lalu bagaimana menjami keselamatan pengunjung? Dia mengatakan itu sepenuhnya tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu.“Mereka yang diberi tanggung jawab untuk itu. SOP-nya ada sama mereka,” jelas Nahrul.

Tetangga Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru yang juga menjadi tujuan para pemburu wisata juga masih belum sepenuhnya ditunjang dengan kualitas keamanan dan keselamatan. Untuk Pantai Gedambaan Sarangtiung yang tahun ini dikunjungi sekitar 12 ribu orang, sehari-harinya hanya dijaga dua petugas keamanan.

Kepala UPT Wisata Disbudpar Kotabaru, Murkani kepada Radar Banjarmasin, Rabu (20/6) sore kemarin mengatakan, jumlah petugas keamanan tidak sebanding dengan jumlah pengunjung. "Kami memang kekurangan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk Siring Laut petugas keamanan hanya ada satu orang. Minimal ada lima orang di sana. Sedangkan Pantai Gedambaan Sarangtiung hanya dua orang, minimal lima atau delapan orang. Air Terjun Tumpang Dua malah hanya ada relawan saja."Anggaran kita sangat terbatas. Ini kami usulkan agar di perubahan anggaran nanti bisa dimasukkan," ujarnya.

Selain petugas keamanan, petugas kebersihan dan kesehatan juga tidak memadai. Begitu juga dengan sarana keselamatan dan keamanan pengunjung. "Seperti pelampung untuk berenang, kita juga sedang usulkan."

Sementara untuk hari besar seperti libur lebaran, pihaknya menjalin kerja sama dengan instansi terkait seperti Polres Kotabaru, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan dan tim-tim relawan lokal.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Disbudpar Kotabaru Khairian Ansyari membenarkan kondisi itu. "Tahun ini saja di libur lebaran jumlah wisatawan di Gedambaan Sarangtiung mencapai 12 ribu orang. Tidak sebanding dengan petugas yang ada di UPT kita," ujarnya.

Khairian memaparkan, wisata Kotabaru dua tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. "Jadi kita memang sedang proses. Semua kita evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujarnya.

Beberapa warga yang sering berkunjung ke lokasi wisata andalan Kabupaten Kotabaru mengatakan, keamanan dan pengamanan sangat minim. "Seperti di Sarangtiung Gedambaan itu, tidak ada pengawasan malah. Anak-anak remaja bisa saja mojok di sudut-sudut pantai tidak ketahuan. Kalau mereka berenang dan ada apa-apa kan bahaya," ujar Rapi warga Kotabaru.

Begitu juga dengan tempat wisata lain, seperti Air Terjun Tumpang Dua. Jika hari biasa, lengang tidak ada pengamanan. Petugas relawan yang tinggal tidak jauh dari sana, terlihat tidak selalu standby di lokasi wisata. Air Terjun ini sudah pernah menelan korban jiwa.

"Untuk wisata seperti pantai, air terjun, gunung memang harus maksimal keamanannya. Juga di sana mesti ada ahli atau tim penyelamat, jadi memang dikelola profesional," saran Edy Rahmat warga Kotabaru lainnya.

Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nurul Azkar mengatakan masih minimnya infrastruktur penunjang keselamatan di objek wisata sangat berbahaya.

Pengelola harusnya melengkapi infrastruktur, juga fasilitas keamanan lain. Seperti menyediakan personel di titik-titik rawan kecelakaan. “Idealnya seperti ini,” imbuhnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ULM itu mengakui, menyediakan personel kemanan di titik rawan objek wisata sebutnya membutuhkan biaya yang tak sedikit dan memberatkan bagi pengelola, khususnya para pengelola swasta.

Meski demikian, pengelola bisa menyiasati dengan menyediakan personel keamanan tak tetap untuk menghindari pengeluaran. “Bisa saja personel itu disiapkan ketika hari libur besar saja, seperti lebaran atau tahun baru yang pengunjungnya membeludak,” ujarnya.

Dia menegaskan, idealnya di tempat wisata ada petugas SAR yang selalu siap mengawasi, mengamati pergerakan pengunjung, sehingga ketika ada kejadian dapat diminimalisir jatuhnya korban jiwa. “Ini sangat penting, jangan hanya menyediakan tempat wisata saja, namun mengindahkan sisi keamanan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Heriansyah menerangkan, untuk pengamanan tempat wisata diserahkan semua ke pemerintah kabupaten dan kota pemilik tempat wisata. Pasalnya yang memiliki dan mengelola tempat wisata hingga penerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari objek wisata tersebut adalah pemerintah daerah setempat. “Provinsi tak mencampuri urusan itu, kami hanya memberikan sosialisasi sapta pesona, salah satunya keamanan,” Jelas Heri kemarin

Heri menegaskan, objek wisata harus memiliki standar keamanan, salah satunya personil. Pengelola objek wisata termasuk milik swasta harus memiliki personil keamanan ini. “Salah satu syarat pengelolaan objek wisata adalah personil,” terangnya.

Berbicara infrastruktur keamanan, Heri mengklaim, di beberapa titik rawan ada dipasang papan pemberitahuan bahwa kawasan itu berbahaya. Memang, ketika banyaknya pengunjung yang datang ke tempat wisata, tak bisa satu persatu diawasi. “Plang pemberitahuan kawasan berbahaya sudah dipasang, kami pun tak ingin adanya korban jiwa saat berada di tempat wisata,” ujar Heri. (shn/kry/zal/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 19:14

NYAMANNYA..! Aktif Bayar Listrik, Dapat Hadiah

RANTAU --  Santoso kaget atas kedatangan petugas dari PLN ULP…

Senin, 21 Januari 2019 17:36
BREAKING NEWS

Sampai Kapan..? Gaji Guru Honorer Kalah dengan Upah Buruh Harian

BANJARMASIN - Peralihan kewenangan guru honorer tingkat Sekolah Menengah Atas…

Senin, 21 Januari 2019 15:22

Ketua DPRD Balangan Hadiri Haulan Datu Kandang Haji

PARINGIN - Haulan Datu Kandang Haji tahun 2019 yang berlangsung…

Senin, 21 Januari 2019 15:15

Balangan Raih Sertifikat Adipura Kategori Kota Kecil

PARINGIN - Sertifikat Adipura tahun 2018 untuk kategori kota kecil…

Senin, 21 Januari 2019 14:47
BREAKING NEWS

ADA APA..? Warga Alalak Resah, Takut Terisolir

BANJARMASIN - Tinggal sebulan lagi Jembatan Kayutangi Ujung bakal ditutup…

Senin, 21 Januari 2019 14:31
BREAKING NEWS

22.000 Pelanggannya Nunggak, PLN Kotabaru Curhat ke Kejaksaan, Sama Kejari Dibeginiin

KOTABARU - Memakai kemeja putih, Kepala PLN Kotabaru Sudarto curhat…

Senin, 21 Januari 2019 13:47

Kuda Menari Meriahkan Taman Van Der Pijl

BANJARBARU - Suasana Taman Van Der Pijl, Banjarbaru, Minggu (20/1)…

Senin, 21 Januari 2019 13:34
BREAKING NEWS

WAW...! Jembatan ini Bikin Walikota Banjarmasin Berang

BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina berang. Jembatan Penyeberangan Orang…

Senin, 21 Januari 2019 13:32

Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Gaji PNS Gol IIA

BANJARMASIN - Kebijakan pemerintah pusat mengenai penyesuaian gaji perangkat desa…

Senin, 21 Januari 2019 13:18

Kisah Musyakin, Perempuan Peraih Award dari PLN UP3 Barabai

Ini bukan kisah seorang warga yang takut aliran listrik di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*