MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 30 Juni 2018 12:53
Perjuangan Menyebarkan 'Virus' Panting
MEMUKAU: Tak hanya menyuguhkan alunan musik indah. Panting Wariors juga menampilkan teatrikal tentang jatuh bangun perjuangan musik panting di Banua. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Alunan nada khas petikan panting menggema di Taman Budaya (TB) Kalsel, tadi (9/5) malam. Puluhan seniman asal Banua bersatu padu menciptakan harmoni untuk dipersembahkan kepada penonton.

The Warriors of Panting! Itulah tajuk pagelaran musik panting kolosal yang diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Kalsel ini. Bertempat di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta, event ini sukses membuat ratusan mata pentonton terpaku.

Pementasan memang dikonsep sangat kental dengan nuansa musik tradisi. Alunan dari instrumen panting dipadukan dengan musik modern. Hasilnya, menjadi sebuah karya seni yang memanjakan telinga.

Komposer pagelaraan, Zaki Bahalap menyebu pertunjukan ini punya misi. Mengenalkan alat musik panting secara lebih luas dan lintas generasi.

"Ini bagian dari perjuangan kami menyebarkan virus panting. Maksudnya virus yang membuat orang, khususnya generasi muda di Banua agar mencintai serta melestarikan panting sebagai warisan budaya kita," katanya usai pertunjukan.

Virus panting inilah yang juga diimplementasikan Zaki dalam seluruh pertunjukan. Durasinya sekitar satu jam. Dengan memvisualisasikan seorang anak-anak yang tak mengenal panting, lalu memainkannya.

Zaki mengatakan gambaran tersebut adalah fakta saat ini. "Generasi muda itu harus dimasuki virus panting dulu. Dari mereka mengenal akhirnya akan suka dan mulai mempelajarinya. Itulah konsep kami tadi," katanya.

Selain menjadi ajang menyebarkan virus panting, pergelaran musik lintas komunitas seni ini juga menjadi pembuktian. Bahwa musik tradisi Kalsel bisa berkolaborasi dengan apik bersama musik modern.

"Memang, sebelumnya kami hanya ingin panting kolosal. Tetapi agar nuansa musiknya lebih kuat, kami jadikan kolaborasi (musik modern, red)," ucap kepala UPTD TB Kalsel, Suharyanti.

Secara penampilan dan kualitas musik yang disajikan Zaki bersama 75 musisi lainnya benar-benar layak mendapat gemuruh tepuk tangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, M Yusuf Effendi mengungkapkan kalau pagelaran ini bagian dari programnya. Dalam melestarikan serta mengenalkan kebudayaan Kalsel lebih luas.

"Ini bagian dari upaya kami melestarikan musik panting. Agar tidak tergerus terhadap masuknya perkembang zaman yang kian cepat. Dan ini juga sebagai wahana hiburan bagi masyarakat kita," ucapnya usai acara berlangsung. (rvn/gr/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*