MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 11 Juli 2018 15:05
Cerita Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar di Banjarmasin

Punya Ribuan Anggota, Terima Orderan dari Jepang

KREATIF: Banyak ide unik yang tertuang di Rumah Kreatif dan Pintar. Yayasan ini sudah memiliki sebanyak 2.380 anggota. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sebelum menjadi yayasan, Rumah Kreatif dan Pintar dulunya komunitas biasa. Dibentuk oleh pemuda asli Banjarmasin, Aripin (30). Bergerak di bidang pemberdayaan kerajinan tangan, yayasan itu kini mempunyai SDM sebanyak 2.380 orang.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Didirikan sejak tahun 2014. Rumah Kreatif dan Pintar bertujuan mengajak masyarakat membuat kerajinan. Mulanya Aripin cuma punya sepuluh tenaga perajin.

Lama-lama, inovasinya kian dipandang. Tentunya tak lewat berpangku tangan. Aripin mesti berpikir ekstra agar komunitasnya dikenal kala itu.

Pendanaan pun dilakukan dengan cara sederhana. Tak lewat pengajuan proposal ke sana ke mari. Melainkan dengan pertunjukkan cosplay pocong dan kuntilanak. Ia kemudian membentuk tim penghimpun dana.

"Tim inilah yang cosplay-an di car free day siring. Kami kumpulkan duitnya dari uang sukarela pejalan kaki yang hendak berfoto-foto," kenangnya.

2016 lalu, komunitas itu resmi berbadan hukum. Berubah status menjadi yayasan. Dari segi visi misi, Aripin mengaku gerakannya jauh lebih profesional.

Rumah kreatif ini semula menjadi wadah bagi penyandang disabilitas, ibu-ibu kepala rumah tangga, dan anak-anak yatim piatu. Kini, yayasan terbuka bagi semua kalangan masyarakat. Siapa saja yang hendak menggali potensi diri, boeh bergabung di sini.

"Kami sangat terbuka. Sehingga tujuan untuk menggerakan perekonomian dan pemberdayaan potensi masyarakat bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Yang datang untuk berlatih rata-rata masyarakat menengah ke bawah. Aripin menegaskan bahwa yayasan ini bukan tempat bekerja. Melainkan wadah belajar secara cuma-cuma. Ia juga tak mematok syarat untuk calon anggota. Uniknya yang belajar di sini akan mendapat uang apresiasi.

"Mereka datang bermodal kemauan, belajar, dan hasil belajarnya kita beli. Begitu terus sampai mereka mahir dan mandiri," ucap Aripin.

Kerajinan tangan produksi yayasannya semakin dikenal. Tak hanya di dalam kota, pemesanan karya rumah kreatif ini merambah secara nasional bahkan internasional.

Aripin berani menjamin. Produk yang dipasarkannya bukan barang sembarangan. Teknik pengerjaan dan bahan-bahan bagus ia pakai. "Karya-karya di sini dibuat dengan bahan yang berkualitas," ucapnya.

Ada banyak potensi yang bisa digali di sini. Diantaranya menjahit, menganyam, melukis, bahkan membengkel sekalipun.

Tenaga pengajar diambil dari pegiat profesional bidang tersebut. Aripin secara khusus mengundangnya dengan mengeluarkan biaya. Spesial bidang perbengkelan, ia sendiri yang menjadi mentor. Sebab latar belakang pendidikannya dari dunia tersebut.

"Sengaja saya undang dari luar kota buat mengajar para anggota Rumah Kreatif dan Pintar ini," ujarnya.

Baru-baru ini Aripin mengundang Anjani, ahli membatik dari Malang. Dalam kesempatan itu, inovasi baru digalakan. Yakni memodifikasi teknik batik dan sasirangan. Hasilnya, sudah pasti menawan. Para anggota Rumah Kreatif dan Pintar pun mendapat pelajaran baru.

"Saya ingin sasirangan yang diproduksi di rumah kreatif ini punya khasnya sendiri. Biar ketika orang lihat pada ngeh kalau itu karya dari yayasan ini," harapnya.

Karya-karya dari rumah kreatif ini bervariasi. Mulai dari dompet koin berbahan plastik daur ulang dan sasirangan, tas kreasi, tas belanjaan spunbond, baju-baju sasirangan, serta berbagai produk anyaman.

Aripin menyebut timnya terbagi menjadi beberapa bidang. Seperti handycraft (kerajinan tangan), khusus menjahit, pengolahan sasirangan, anyaman bakul dan tali miliar.

Rumah Kreatif dan Pintar memberikan pembekalan. Ketika ada materi baru, Aripin mengadakan pertemuan ke beberapa anggota timnya secara bergantian. Biasanya dua kali dalam sepekan. Agar mendapat hasil maksimal, tak jarang mereka lakukan pelatihan setiap hari.

"Di sini fleksibel. Terkadang kami adakan pembekalan setiap hari," ucap lelaki kelahiran 27 Februari 1988 ini.

Empat tahun berjalan, Yayasan ini sudah berpindah beberapa kali. Awalnya di Pekauman, Aripin kemudian memindahnya ke Jalan Sutoyo S (Teluk Dalam). Persis di belakang SPBU pertigaan menara PDAM.

Baru sebulan terakhir, yayasan ini menempati tempat baru. Yakni di Jalan Agraria 2 Gang 1, Basirih, Banjarmasin Barat. Tempat ini akan diresmikan 14 Juli mendatang. Dengan mengundang Wali Kota Banjarmasin dan berbagai mitra yayasan. Seperti pihak perhotelan, ritel, toko oleh-oleh dan lainnya. "Acara ini akan diadakan dalam bentuk halal bi halal sekaligus peresmian. Empat ribu orang yang akan kami undang," ucapnya.

Tak main-main, rumah kreatif ini bahkan bekerjasama dengan beberapa kementerian RI. Sebut saja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk program pemakaian tas belanja ramah lingkungan. Yayasan ini diminta membuatkan seribu tas purun tiap bulannya. Sebagai ganti plastik belanjaan. "Tim kami lagi kejar target biar permintaan tas belanjaan itu lekas rampung," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, ribuan pesanan piring dari anyaman rotan juga dikirimkan ke Jepang.

Kementerian Sosial juga sering meminta yayasan ini untuk program sharing. Rumah Kreatif dan Pintar seringkali berbagi pemikiran dengan yayasan lain di Indonesia.

Dengan mendirikan yayasan ini, Aripin mendapat banyak keuntungan. Tak melulu soal finansial, ia lebih mengejar kepuasan batin. Menjadi berguna bagi orang lain, mengajarkan banyak hal hingga yang belajar di yayasannya bisa mandiri lewat potensinya.

Lagi pula, yang belajar di tempat itu akan mendapat pemasukan. Terutama ketika ada proyek. Aripin hanya menginstruksikan pada anggota timnya. Komplet dengan ilmu dan bahan-bahannya. "Begitu selesai proyek, pemasukannya dibagikan ke mereka yang membuat," ucapnya.

Sejauh ini, warga Banjarmasin sangat terbuka untuk belajar kerajinan. Terbukti semakin banyak yang tertarik untuk datang dan praktik di yayasan itu.

Praktik dibuka dari pukul 8.00 hingga 17.00 Wita. Terkadang mereka juga membuat karya hingga malam tiba. Tergantung jumlah permintaan proyek.

Menangani banyak anggota membuat Aripin harus pandai memahami situasi. Ia sering bergurau di antara ibu-ibu yang sedang sibuk menjelujur sasirangan. Agar suasana menjadi ramai dan yang praktik menjadi enjoy.

Menurut Aripin, ada satu anggota yang paling unik. Namanya Riko. Penyandang tuna rungu. Dengan keterbatasannya, Riko punya kemauan keras. "Antusiasnya tinggi," ucapnya.

Riko mahir melukis. Di yayasan itu, ia diberdayakan untuk membuat aneka pola kain sasirangan. Tak hanya itu, ia juga melukis di kursi yang terbuat dari drum bekas.

Kendalanya ada pada komunikasi. Tak jarang Riko salah pengertian. Terutama ketika Aripin memberinya arahan. "Perasaannya lebih sensitif, saya harus bisa membujuk dia kalau lagi ngambek," ujarnya.

Salah seorang anggota, Anah (42) bergabung di yayasan itu sejak tahun lalu. Berawal dari ajakan teman, ia pun memutuskan untuk ikut. Selain pemasukan, dirinya juga dapat mengasah keahlian di situ. "Bros, dompet, membuat sasirangan dan banyak lagi yang sudah saya pelajari di sini," ucapnya.

Ia bahkan sering diajak untuk melatih kerajian di acara-acara PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari dan panti. Bekerja di sini, membuatnya tak perlu kerepotan. Sebab tidak dituntut punya modal dana. "Semua Bapak (Aripin, red) yang memberi modal. Saya hanya punya pegangan ilmu yang didapat dari sini juga," ucapnya.

Serupa dengan yang dilontarkan Kholis (20). Bergabung sejak 2015 lalu, ia kini mahir melukis. Bersama Riko, Kholis menyelesaikan berbagai pola dan lukisan. "Keuntungannya di sini bisa belajar banyak kerajinan secara cuma-cuma. Saya yang mulanya lukis di kertas saja, sekarang bisa lukis di media kain ataupun barang-barang lainnya," tuntasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…

Jumat, 27 Juli 2018 17:01

Kisah Haru Nenek Mustika, Guru Ngaji yang Tinggal di Rumah Reot

Mengongkosi putranya yang mengalami keterbelakangan mental, Nenek Mustika hidup di sebuah rumah yang…

Jumat, 27 Juli 2018 15:28

Suka Duka Petugas Kebersihan Pasar Sungai Andai

Titin (49) membersihkan sendirian Pasar Tradisional Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Tumpukan kresek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .