MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 12 Juli 2018 15:40
Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Kenalkan Bekantan Lewat Boneka

MENJAHIT: Riadhi punya ambisi merebut pasar boneka di Banjarmasin. Bisnis ini ternyata sangat menjanjikan karena persaingannya masih belum begitu sengit. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung jari. Seorang pemuda memilih terjun dan berambisi merebut pasar boneka dengan memadukan industri kreatif dan kearifan lokal.

DONNY MUSLIM, BANJARMASIN

Bisnis boneka Bekantan ini milik Riadhi. Dari tampang, lelaki 24 tahun ini sekilas tidaklah cocok menggeluti bisnis kerajinan tangan. Badannya tinggi tegap. Suaranya besar. Wajahnya brewokan.

Namun, Riadhi punya alasan lain. Terlepas dari penampilan gahar, menurutnya bisnis boneka merupakan usaha menjanjikan. Apalagi untuk Kota Banjarmasin yang sedang mulai merangkak menggaungkan industri kreatif. Syukur-syukur usahanya bisa mengangkat kearifan lokal seperti mengenalkan bekantan lewat boneka.

Lokasi produksi boneka bekantan beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasar Lama, Banjarmasin Barat. Tidak mudah mencari pabrik pembuatan boneka milik Riadhi. Tidak ada plang papan nama usaha. Markas pembuatan boneka bekantan cuma menumpang di lantai dua ruko, lantai satunya diisi kantor perjalanan agen perjalanan.

Di ruko, pabrik pembuatan boneka dibuat sederhana. Cuma berjejer tiga buah mesin jahit. Lantainya sedang berantakan dengan ratusan boneka bekantan yang belum jadi seutuhnya. Sudah beroperasi sejak tahun 2015 silam. Dalam sehari bisa melayani ratusan pesanan boneka bekantan. “Rata-rata berasal dari instansi pemerintahan atau perorangan," tutur Riadhi yang saat ditemui baru saja selesai membuat satu boneka bekantan.

Satu boneka bekantan dibanderol dengan harga Rp65 ribu. Jika setiap bulan usahanya mendapat puluhan sampai ratusan boneka, omzet penjualannya sudah mencapai Rp15-20 juta. "Sudah bekerja sama dengan dinas-dinas untuk lingkup Pemprov Kalsel. Di Kota Banjarmasin, sedang mencoba juga," ungkapnya.

Bagi dia, masyarakat mestinya sudah bisa membaca peluang industri kreatif di Kota Banjarmasin. Lantaran, peluang-peluangnya terbuka lebar. Ambil kasus, untuk usaha produksi boneka saja baru satu produsen yang benar-benar beroperasi. "Tinggal sumber daya manusianya saja yang mau memulai atau tidak. Permodalan sudah gampang jika ingin dibantu pemerintah," kata Riadhi.

Sampai sekarang, usahanya sudah memberdayakan tujuh pekerja. Riadhi punya ambisi ingin merebut pasar boneka di Banjarmasin. Riadhi ingin menghidupkan bisnis kerajinan tangan khususnya boneka, layaknya Kota Bandung. "Saya juga kepengin punya perusahaan besar. Tapi masih bertahap. Nama Ibel Toys perlahan-lahan bakal diubah menjadi Ibel Group. Biar seperti korporasi-korporasi besar," celotehnya.(at/dye)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*