MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 16 Juli 2018 14:46
Sisi Lain Raries Wijayanti, Pendiri Ikut Berbagi Community (IBC)

Sisihkan Gaji untuk Beramal

CANTIK: Kecantikan tak cuma ada pada rupa. Tapi juga dari hati. Raries Wijayanti menunjukan itu. Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam ini membentuk Ikut Berbagi Community (IBC). | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kesadaran membantu sesama dimiliki Raries Wijayanti (28). Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam. Bersama sahabatnya, dia membentuk komunitas sosial. Mereka menyebutnya dengan nama Ikut Berbagi Community (IBC).

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Kemarin (15/7) siang, dengan leluasa Raries menceritakan awal mula komunitas itu. Sembari duduk santai di lobi Rattan Inn, Jalan A Yani, Km 5.

Ia mengenakan setelan bernuansa hitam. Dengan sedikit sentuhan warna emas di bajunya, Raries tampak menawan. Gaya bicaranya ramah dan lugas. Dirinya bercerita banyak.

IBC terbentuk atas inisiatif Raries dan Martina (28). Keduanya adalah sahabat semasa perkuliahan. Pertemanan mereka terjalin sejak sepuluh tahun silam. Tepatnya ketika menuntut Ilmu Kebidanan di Akbid Sari Mulia, Banjarmasin.

Begitu lulus tahun 2011, keduanya mencari peruntungan. Dengan ikut tes calon pegawai negeri sipil. Nasib baik kembali berpihak. Mereka dinyatakan lulus.

Singkat cerita, keduanya sampai pada bulan pertama mengemban tugas negara. Melayani masyarakat sesuai bidang keilmuan.

Jauh sebelum menerima gaji pertama, Raries dan Martina sudah terpikir ingin berbagi. Menyisihkan sebagian gaji untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Hal itu pun benar-benar dilakukan. Uang keduanya terkumpul dan disumbangkan pada sebuah yayasan panti asuhan.

Ada kepuasan batin yang mereka rasakan. Tak cukup sampai di situ, keduanya membulatkan tekad. Untuk menjadikan itu sebagai program terus menerus.

Mereka mulai menebar virus positif. Raries dan Martina kemudian mengajak temannya masing-masing. Lewat bujukan empat mata, donasi pun meningkat.

Terbentuklah IBC. Awalnya merupakan kependekan dari Ikatan Bidan Cantik. Sebab donatur di dalamnya terdiri dari orang-orang berprofesi bidan.

Dari bulan ke bulan, donatur kian bertambah. Bahkan tak lagi sebatas bidan. Ada pengusaha muda, dokter spesialis, PNS hingga dosen.

Mereka kemudian mengubah nama komunitas menjadi Inner Beauty Community. Lantaran susah diingat oleh para anggota, nama Ikut Berbagi Community menjadi pilihan terakhir. "Tanpa meninggalkan esensi komunitas dan singkatan asalnya, komunitas ini tetap dinamakan IBC," ucap Raries.

7 tahun berjalan, komunitas ini masih eksis. Puluhan bahkan ratusan donatur mempercayakan IBC. Dari awal terbentuk hingga sekarang, sudah ada sepuluh donatur tetap. Selebihnya adalah mereka yang tergerak hatinya untuk menyumbang. Boleh siapa saja, muda hingga lanjut usia. Baru-baru ini seorang donatur dari Bandung juga turut berpartisipasi.

Puncak kesibukan Raries adalah ketika memasuki bulan Ramadan. Kerabat-kerabat anggota IBC berlomba adakan kebaikan. Program ini juga tak sepi di hari-hari biasa.

IBC juga sering menggalang dana untuk korban bencana. "Paling sering sih buat korban kebakaran," ucap perempuan kelahiran Tanjung Mas, 4 Agustus 1989 itu.

Ketika uang terkumpul, Raries memastikan salah satu panti yang hendak dituju. Mencari tahu kebutuhan paling darurat. Suatu ketika mereka menyumbangkan mesin cuci, kulkas, Alquran dan banyak lagi.

IBC juga pernah membeli beberapa petak tanah di kawasan Banjar Indah, Km 5. Di situ kemudian didirikan sebuah TK Alquran.

"Serasa ada yang kurang jika tak berbagi," ucap istri Muhammad Yuliardi itu. Ia pernah melewati titik jenuh. Mengemban amanah dari sekian banyak donatur. Dibarengi dengan tuntutan profesi. Hampir menyerah. Namun terkalahkan oleh hati nurani.

Raries berharap, suatu saat komunitasnya berbadan hukum. Perlahan menjelma menjadi yayasan amal. Bicara soal keuntungan, yang jelas bukan soal materi. Melainkan pahala dan kepuasan hati. "Niat kami simpel; bisa membantu dan berguna bagi mereka yang membutuhkan," tegasnya (mr-150/ma/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .