MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 16 Juli 2018 16:02
Fenomena Aksi "Beli SKTM" Demi Masuk Sekolah di Banua

Sudah Hapal Waktu SKTM Banyak Diburu

DEMI ANAK: Orang tua mendaftarkan anak mereka di sebuah sekolah di Banjarmasin. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak dikeluhkan. | Foto: Endang Syarifudin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini diwarnai dengan aksi tidak terpuji orang tua siswa yang memanfaatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dengan tidak semestinya. Kuota minimal 20 persen untuk siswa tidak mampu yang diatur di Permendikbud 14/2018 tentang PPDB dijadikan celah agar siswa bisa diterima di sekolah tertentu.

Bagaimana di Banua?

Dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB sudah diatur jika kuota siswa tidak mampu adalah sebanyak minimal 20 persen. Caranya dengan menunjukkan SKTM. Rasa tidak percaya diri bisa diterima di sekolah impian membuat sebagian orang melakukan kecurangan dengan bersenjata SKTM. Apalagi tidak ada aturan berapa persen batas maksimal menerima siswa ber-SKTM tersebut.

Indikasinya memang susah dipungkiri. Di SMPN 1 Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru misalnya, jumlah siswa yang membawa SKTM mengalami kenaikan. "Tahun lalu ada sekitar 24 orang. Ini tadi baru 10 orang, tapi belum semua, nanti kita lihat," ujar Mulyana guru di sana.

Di sekolahnya ada 240 siswa. Yang sudah dapat beasiswa sebelumnya ada 24 anak. Siswa mendapat nomor rekening dengan jatah per tiga bulan Rp375 ribu.

Mendapatkan beasiswa itu sepengetahuannya, data siswa tidak mampu dikirim ke Dinas Pendidikan Kotabaru. Pemerintah daerah kemudian mengusulkannya ke pemerintah pusat.

Di Barito Kuala, SKTM juga ditengarai sudah menjadi "tradisi" setiap tahun. Pasalnya, beberapa ketua RT sudah hapal waktu-waktu banyaknya warga membuat SKTM. "Biasanya ramai setelah seminggu berjalan tahun ajaran baru," ucap salah seorang ketua RT di Batola, Andi Hasannuddin. Dia mengungkapkan jika permohonan itu biasanya setelah pihak sekolah mengadakan rapat bersama orang tua.

“Nah setelah itu biasa ramai permintaan SKTM, yang minta pelajar SMA dan SMP,” terang Andi yang juga ketua Komite Sekolah di SMA 1 Alalak, kepada Radar Banjarmasin.

Namun lanjut Andi, menurut pengalaman di tahun sebelumnya permintaan SKTM tidak terlalu signifikan, ya kisaran sebanyak 30 orang saja. Tarif membuat?
“Kami tidak menerima pemberian atau mematok tarif, bahkan sukarela dari pemohon, dan sudah komitmen bahwa pembuatan SKTM itu diberikan secara cuma-cuma,” tegasnya.

Terpisah Kepala Desa Semangat Dalam Kecamatan Handil Bakti, Ahmad Mulyadi Jaya menyatakan belum ada terlihat permintaan membeludak, namun sudah ada dua orang yang meminta SKTM tersebut. “Mungkin setelah seminggu proses belajar akan ada kenaikan permintaan SKTM, ya itu kita berkaca pada tahun sebelumnya, kalau dihitung sekitar 10 hingga 20 orang,” jawabnya.

Di Hulu Sungai Selatan (HSS), pembuatan SKTM memang merata, meski memang tidak ada kenaikan. Lurah Jambu Hilir Ashfia Rohama menjelaskan saat ini ada 35 SKTM yang dikeluarkan. Peruntukannya bervariasi mulai untuk ke rumah sakit, rehab rumah untuk masyarakat tidak mampu, keringanan biaya sekolah. Syarat pembuatan SKTM yang harus dilengkapi yaitu surat pengantar Ketua RT, fotocopi KTP, fotocopi kartu keluarga (KK) dan tujuan atau peruntukannya untuk apa membuat SKTM. Dia juga mengatakan bahwa pembuatan SKTUM gratis. “Tak ada dipungut biaya,” ucapnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sendiri menyayangkan jika ada unsur manipulasi SKTM untuk bisa diterima di sekolah. Dia memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah untuk tidak diam menghadapi persoalan tersebut. ”Setiap SKTM yang masuk harus diverifikasi, dicek silang di lapangan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (Radar Banjarmasin Grup).

Lalu bagaimana jika ditemukan siswa yang dianggap mampu namun lolos PPDB dengan SKTM? Muhadjir memilih bersikap tegas. ”Kalau tidak sesuai dengan ketentuan harus dikembalikan ke orang tuanya agar mematuhi ketentuan yang ada,” ucapnya.

Meski demikian, ada juga sekolah-sekolah yang kekurangan murid meski sekolah negeri. Di Hulu Sungai Utara (HSU), SKTM tidak terlalu signifikan. "Tak ada yang mengurus SKTM untuk memasukkan anaknya ke sekolah," singkat Ketua RT 09 Sungai Malang H Abdul Gaffar. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Amuntai H Ahdiyat Gazali Rahman, mengatakan bahwa aturan zonasi sulit diterapkan. "Dapat siswa peserta didik sudah sangat beruntung," ucapnya. (zal/lan/shn/mar/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:16

Spanduk dan Baliho Dimana-Mana, Pemandangan Kota Makin Semrawut

BANJARMASIN - Musim kampanye tiba, pemandangan kota pun semrawut. Spanduk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:08

DBD Capai Dua Ribu Kasus di Tahun 2018

BANJARMASIN - Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah…

Kamis, 17 Januari 2019 12:59

Berita Duka, Mukhtar Sarman Tutup Usia

BANJARBARU - Dunia pendidikan Banua sedang berduka. Dosen Fakultas Ilmu…

Kamis, 17 Januari 2019 12:55

Pergantian Komandan Korem 101/Antasari

Komandan Korem 101/Antasari kini dijabat Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.…

Kamis, 17 Januari 2019 11:25

Penyandang Disabilitas Daftarkan Diri Sebagai Relawan Demokrasi KPU

BANJARBARU - Sejak dibuka dari tanggal 11 Januari lalu. Pendaftaran…

Kamis, 17 Januari 2019 11:20

Hati-Hati!! DLH Akan Mulai Terapkan Sanksi Perda Sampah

BANJARBARU - Sukses meraih Penghargaan Adipura tahun 2018. Pemko Banjarbaru…

Kamis, 17 Januari 2019 11:14

Pihak Ketiga Tidak Lagi Dilibatkan

BANJARBARU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Perparkiran yang…

Kamis, 17 Januari 2019 10:25

Polemik Pajak Tempat Hiburan Malam

Pada sidak ke THM beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 10:15

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang Tahun 2018

BANJARMASIN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)…

Kamis, 17 Januari 2019 10:07

Menyambut HUT ke-46, PDAM Gratiskan Biaya Balik Nama

Data pelanggan PDAM Bandarmasih belum benar-benar akurat. Masih banyak yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*