MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)
Tak Ada Standar Harga
NOSTALGIA: Pasar Kangen yang digelar, menjadi salah satu tempat pengunjung untuk mengenang masa lalu melalui benda-benda jadul atau kuno serta jajanan tradisional yang disediakan. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta. Seperti namanya, Pasar Kangen mampu membuka memori masa lalu siapapun yang mengunjunginya.

WAHYU RAMADHAN, Yogyakarta.

Pasar Kangen, menjadi salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Yogyakarta. Terlebih, para wisatawan luar yang berkunjung ke kota ini. Adapun yang menjadi ciri khas pasar tersebut, terletak pada barang serta jajanan atau kuliner yang dijual.

Dibagi menjadi dua lokasi, puluhan stand dan lapak-lapak dagangan memadati area Taman Budaya Yogyakarta. Stand kuliner berada tepat di depan gedung kesenian, sementara lapak-lapak pedagang benda-benda jadul, ada di lantai bawah gedung. Tepatnya di bagian tengah dan di samping kiri kanan gedung. Masing-masing lokasi, tampak dikerumuni pengunjung.

Salah seorang pelapak di Pasar Kangen, Maswe, menjelaskan bahwa pedagang yang berjualan di Pasar Kangen, mengikuti seleksi ketat. Sebagai contoh, untuk aneka jajanan atau kuliner yang dijual syaratnya harus yang benar-benar memenuhi kriteria tradisi. Hal itu dilakukan, agar para pengunjung bisa menikmati beragam kuliner tempo dulu yang cukup sulit ditemui.

"Tak ada yang modern. Selain jajanan, pengunjung yang gemar mengoleksi benda-benda unik, jadul atau kuno, para pelapaknya juga hadir disini. Khusus untuk barang-barang unik, jadul atau kuno, tidak ada standar harga. Bisa dikatakan, di sini kami hanya menjual kenangan," ungkap pemuda berambut gondrong tersebut.

Pasar Kangen sendiri tahun ini menghadirkan tema Pasrawungan Ajur-ajer, yang memiliki makna kekerabatan yang ikhlas tanpa pamrih, saling menolong, memahami satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Panitia Pasar Kangen, Wasdiyanta, mengatakan, kekuatan Pasar Kangen terletak pada relasi kemanusiaan yang begitu intim yang dibangun.

"Pedagang dan pembeli bukan semata-mata transaksi ekonomi. Tapi, ada tegur sapa. Spirit inilah yang coba dicoba dihadirkan dalam pasar kangen," jelasnya.

Melihat dan menjajaki Pasar Kangen yang sarat akan seni budaya serta tradisi masyarakatnya, mempunyai kesan tersendiri bagi Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel yang berkunjung pada waktu itu. Rahmat, salah satunya. Pemuda asal Banjarmasin ini mengatakan bahwa keberadaan Pasar Kangen, mampu mengobati kerinduan semasa kecilnya.

"Sampai-sampai, kartu bergambar yang biasa dimainkan waktu anak-anak pun juga dijual di sini. Kalau ingat waktu mainnya, rasanya jadi lucu sendiri dan kangen," ungkapnya.

Tak hanya membuat kangen dengan masa lalu, Pasar Kangen juga menjadi salah satu contoh kegiatan yang cukup menarik untuk diaplikasikan di daerah lainnya seperti di Banjarmasin. Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa ke depan, event layaknya Pementasan Seni Tradisi dengan rangkaian acaranya termasuk adanya gelaran Pasar Kangen yang digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta, tak menutup kemungkinan juga bakal hadir di Banua.

"Sejak awal sudah direncanakan ingin event yang benar-benar menonjolkan ciri khas banua. Mengingat di tempat kita, juga tak kalah beragam seni budayanya. Kuliner, kita punya banyak, begitu pula seni tradisinya. Sementara ini, yang paling mendekati yakni event pada bulan Agustus mendatang. Bertajuk Karasminan 1.000 Banua, event ini bakal tak kalah seru dengan yang kita saksikan di Yogyakarta," tuntasnya. (ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Ditunjuk Menjadi Pembawa Bendera Merah Putih, Sonia dan Annisa Terharu

SONIA Shaleha dan Annisa Fitria Azmi tak berani berharap. Bakal ditunjuk menjadi pembawa bendera merah…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:49

Mahathir Muhammad, Siswa asal Tanah Laut yang Berhasil Juara Rubik Pakai Kaki

Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tanah Laut (MAN ICT) ini tergolong luar biasa.…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:52

Kehidupan Veteran di Ujung Banua, Ketua LVRI Masih Harus Jualan Minyak Tanah

Irman Ahmad pernah merasakan desingan peluru penjajah. Di usia tua nya kini, dia berjualan minyak tanah,…

Jumat, 10 Agustus 2018 15:22

Ini Dia, Letkol Pnb Supriyanto, Pilot Pesawat Tempur asal Tanah Laut

Boleh juga yang dilakukan Letkol Pnb Supriyanto, pilot pesawat tempur asal Tanah Laut untuk memotivasi…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:01

Jefri 'Jef' Albari Tribowo, Rilis Lagu Cover Sanja Kuning

Setelah sukses dengan album Lagu Banjar, Jefri 'Jef' Albari Tribowo sibuk bersiap untuk album keduanya.…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:07

Mengintip Persiapan Paskibraka Banjarmasin Jelang 17 Agustus

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Banjarmasin 2018 tampak sibuk. Kemarin (7/8), 28 pelajar pilihan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11

Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan…

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32

Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit

Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .