MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)
Tak Ada Standar Harga
NOSTALGIA: Pasar Kangen yang digelar, menjadi salah satu tempat pengunjung untuk mengenang masa lalu melalui benda-benda jadul atau kuno serta jajanan tradisional yang disediakan. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta. Seperti namanya, Pasar Kangen mampu membuka memori masa lalu siapapun yang mengunjunginya.

WAHYU RAMADHAN, Yogyakarta.

Pasar Kangen, menjadi salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Yogyakarta. Terlebih, para wisatawan luar yang berkunjung ke kota ini. Adapun yang menjadi ciri khas pasar tersebut, terletak pada barang serta jajanan atau kuliner yang dijual.

Dibagi menjadi dua lokasi, puluhan stand dan lapak-lapak dagangan memadati area Taman Budaya Yogyakarta. Stand kuliner berada tepat di depan gedung kesenian, sementara lapak-lapak pedagang benda-benda jadul, ada di lantai bawah gedung. Tepatnya di bagian tengah dan di samping kiri kanan gedung. Masing-masing lokasi, tampak dikerumuni pengunjung.

Salah seorang pelapak di Pasar Kangen, Maswe, menjelaskan bahwa pedagang yang berjualan di Pasar Kangen, mengikuti seleksi ketat. Sebagai contoh, untuk aneka jajanan atau kuliner yang dijual syaratnya harus yang benar-benar memenuhi kriteria tradisi. Hal itu dilakukan, agar para pengunjung bisa menikmati beragam kuliner tempo dulu yang cukup sulit ditemui.

"Tak ada yang modern. Selain jajanan, pengunjung yang gemar mengoleksi benda-benda unik, jadul atau kuno, para pelapaknya juga hadir disini. Khusus untuk barang-barang unik, jadul atau kuno, tidak ada standar harga. Bisa dikatakan, di sini kami hanya menjual kenangan," ungkap pemuda berambut gondrong tersebut.

Pasar Kangen sendiri tahun ini menghadirkan tema Pasrawungan Ajur-ajer, yang memiliki makna kekerabatan yang ikhlas tanpa pamrih, saling menolong, memahami satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Panitia Pasar Kangen, Wasdiyanta, mengatakan, kekuatan Pasar Kangen terletak pada relasi kemanusiaan yang begitu intim yang dibangun.

"Pedagang dan pembeli bukan semata-mata transaksi ekonomi. Tapi, ada tegur sapa. Spirit inilah yang coba dicoba dihadirkan dalam pasar kangen," jelasnya.

Melihat dan menjajaki Pasar Kangen yang sarat akan seni budaya serta tradisi masyarakatnya, mempunyai kesan tersendiri bagi Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel yang berkunjung pada waktu itu. Rahmat, salah satunya. Pemuda asal Banjarmasin ini mengatakan bahwa keberadaan Pasar Kangen, mampu mengobati kerinduan semasa kecilnya.

"Sampai-sampai, kartu bergambar yang biasa dimainkan waktu anak-anak pun juga dijual di sini. Kalau ingat waktu mainnya, rasanya jadi lucu sendiri dan kangen," ungkapnya.

Tak hanya membuat kangen dengan masa lalu, Pasar Kangen juga menjadi salah satu contoh kegiatan yang cukup menarik untuk diaplikasikan di daerah lainnya seperti di Banjarmasin. Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menjelaskan bahwa ke depan, event layaknya Pementasan Seni Tradisi dengan rangkaian acaranya termasuk adanya gelaran Pasar Kangen yang digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta, tak menutup kemungkinan juga bakal hadir di Banua.

"Sejak awal sudah direncanakan ingin event yang benar-benar menonjolkan ciri khas banua. Mengingat di tempat kita, juga tak kalah beragam seni budayanya. Kuliner, kita punya banyak, begitu pula seni tradisinya. Sementara ini, yang paling mendekati yakni event pada bulan Agustus mendatang. Bertajuk Karasminan 1.000 Banua, event ini bakal tak kalah seru dengan yang kita saksikan di Yogyakarta," tuntasnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…

Sabtu, 22 Desember 2018 10:18

Kisah Optimis Pengerajin Terompet di Banjarmasin, Kusnandar

Ini kisah optimis dari seorang penjual terompet. Yang meyakini bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*