MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 19 Juli 2018 15:51
Fauzan Noor, Atlet Karate Kalsel yang Terbawa Dampak Euforia Zohri

Ditawari jadi Honorer dan Tentara, Sekarang Kerja di Minimarket

DAVID VS GOLIATH: Fauzan Noor usai memenangkan duel atas karateka Republik Ceko yang sekaligus menghantarkanya jadi juara dunia Karate Tradisional 2017. | Foto: FAUZAN NOOR

PROKAL.CO, Kisah perjuangan Lalu Muhammad Zohri yang jadi juara dunia lari di Finlandia, mengulang memori akan keberhasilan seorang atlet karate asal Kalsel, Fauzan Noor. Sempat susah mencari pekerjaan, kini dia ditawari jadi honorer dan tentara.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin.

Seolah menolak lupa, berbagai postingan di medsos akhir-akhir ini selalu menyebut nama Fauzan Noor. Betapa tidak, sosok Fauzan disebut-sebut setara dengan Lalu Muhammad Zohri, juara dunia lari di Finlandia yang berasal dari Indonesia. Kisah Zohri terbilang dramatis. Diantaranya, sempat kesulitan mencari bendera Indonesia ketika ingin melakukan selebrasi.

Hingga, seputar begitu keras perjuangannya hingga menjadi juar dunia, lantaran berasal dari keluarga kurang mampu. Keberhasilan Zohri mengharumkan nama negara mengundang simpati dan penghargaan dari berbagai pihak. Alhasil, kehidupan Zohri bakal berubah drastis menjadi lebih baik.

Layaknya Zohri, Fauzan juga sempat tertatih untuk ikut berlaga di Kejuaran Karate Tradisional tingkat dunia di Republik Ceko, Desember 2017 silam. Dengan kondisi keuangan yang tak memadai, Fauzan mengaku sempat pesimis bisa berangkat ke Ceko. Namun, ada dua orang penting yang bersedia menanggung biaya keberangkatan Fauzan dan pelatihnya, yakni Sinpai Mustafa ke Ceko. “Mereka adalah Pak Gunhar, anggota DPR RI dan Pak Rachmi Soebagjo, Presiden Fudokan Karate untuk Republik Ceko.

Kedua orang inilah yang membiayai kami berangkat ke Ceko. Supaya hemat ongkos, saya gunakan uang recehan yang ada untuk beli makanan ringan dan kopi sebagai bekal makan selama di Ceko,” kenang pria kelahiran Banjarmasin, 8 Oktober 1997 itu.

Singkat cerita, Fauzan sukses jadi juara dunia di Ceko. Di babak final, Fauzan menghadapi atlet karate tradisional tuan rumah yang badannya jauh lebih besar. Apakah sepadan?

Ternyata memang dalam karate tradisional, pertandingannya tidak mengenal kelas berat badan. Walaupun tak imbang, Fauzan ternyata mampu meladeni karateka Ceko tersebut. “Saya juga beruntung karena lawan keluar garis arena pertandingan. Hasilnya, wasit memberikan kemenangan dan gelar juar dunia buat saya,” paparnya.

Ungkapan senang dan bangga Fauzan jadi juara dunia di Ceko diekspresikannya dengan mengusung bendera Merah Putih dan menyandang tropi kemenangan. Sayangnya, ketika tiba kembali ke Indonesia, tak ada sambutan meriah atau penghargaan yang gegap gempita.

“Semuanya biasa saja. Saya sendiri tak mengharapkan penghargaan, karena mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional sudah jadi kebanggaan tersendiri buat saya. Di Bandara Syamsudin Noor, saya disambut oleh para pengurus Federasi Olahraga Tradisional Indonesia (FKTI) Kalsel dan kalau tidak salah ada Kepal Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel,” kata jawara karate tradisional Asia-Oceania 2017 itu.

Memiliki sertifikat juara dunia, membuat Fauzan memberanikan langkahnya melamar kerja di pemerintahan. Namun, kenyataannya tak semulus yang dibayangkan. Salah satunya ketika lamaran kerjanya untuk masuk jadi anggota Satpol PP belum dapat jawaban sampai sekarang.

“Ketika menyerahkan lamaran, petugas yang menerima lamaran bilang nanti akan dikabari kalau ada lowongan,” ucap pria yang bekerja di sebuah minimarket di bilangan Kayutangi Banjarmasin itu.

Namun demikian, Fauzan tetap optimistis menatap masa depannya. Sembari bekerja di minimarket, Fauzan juga tetap rajin latihan. “Kalau ada kejuaraan lagi, saya siap tanding,” paparnya.

Kisah Fauzan yang cukup viral di jagat medsos Kalsel, akhirnya sampai ke Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. Dalam sebuah acara olahraga di Lapangan SKB Banjarmasin, Ibnu tak menampik prestasi Fauzan memang layak untuk diberikan apresiasi. “Kalau berkenan, saya coba usahakan Fauzan bisa melamar sebagai tenaga honorer di Pemko Banjarmasin,” ujar Ibnu, kemarin (16/7).

Tak hanya itu, Danrem 101 Antasari, Kol Inf Yudianto Putra Jaya bahkan mengundang khusus Fauzan ke kediamannya di Wisma Antasari Banjarmasin, Senin (16/7) malam. Bahkan, Fauzan dijemput dengan menggunakan mobil operasional Korem 101/Antasari menuju ke Wisma Antasari.

“Mungkin ada peluang bagi Fauzan untuk menjadi Bintara. Sebentar lagi pendaftaran seleksi Bintara akan segera dibuka, Fauzan silakan daftar dulu dan ikuti mekanisme yang ada. Peluang jadi tentara cukup terbuka bagi orang yang pernah berprestasi dan mengharumkan nama negara,” ujar Danrem.(oza/ran)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:51
Festival Badamaran, Pesta Kerlip Pelita di Pelosok

Hidupkan Tradisi yang Mulai Ditinggalkan

Di jantung kota: Lapangan Murjani. Event besar sedang dihelat. Setiap…

Jumat, 24 Mei 2019 09:11
Ustad Arifin Ilham, Ulama Kondang Asal Kalsel Berpulang

Ingin Dimakamkan di Gunung Sindur, Minta Dikubur Malam Jumat

Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis selama satu…

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*