MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 20 Juli 2018 10:16
Aset Pemko Banjarmasin Masih Karut-Marut
KEJAR ASET: Pasar Sudi Rapi di Banjarmasin Tengah. Salah satu aset pemko yang terbengkalai. Sempat dikuasai oleh pedagang ayam potong. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Rapat pansus untuk penggodokan Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah berakhir buntu. Lantaran pasal demi pasal dibahas dengan bermodalkan data yang sumir.

"Bakal ada rapat lanjutan, tanggal 25 Juli nanti. Kami akan panggil Bagian Aset. Karena selalu saja tak ada data yang riil dan rinci," kata Ketua Pansus, Achmad Maulana.

Draf rancangan perda itu dibahas di ruang rapat mini DRPD Banjarmasin, kemarin (18/7). Maulana menegaskan, raperda ini harus digenjot. Mengingat dewan sedang menghadapi dua desakan sekaligus.

Pertama, tekanan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) kepada ketua dewan untuk segera menggunakan Hak Interpelasi. Terkait sikap tak transparan perihal karut-marut aset daerah di kota ini.

Kedua, merujuk pada hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Dari tahun ke tahun, auditor selalu menjadikan masalah aset sebagai catatan koreksi. "Sampai-sampai, BPK memakai bahasa yang agak keras. Seolah-olah pemko lah yang ‘memainkan’ asetnya," imbuhnya.

Maulana kemudian memberi sejumlah contoh. Ada aset dalam bentuk bangunan atau lahan yang dikuasai pihak ketiga. Tanpa ada kejelasan, seberapa untung pemko atas kerja sama tersebut. "Seberapa besar pemasukannya? Gelap sama sekali," cecarnya.

Ada pula aset pemko yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Oleh pemakai aset, malah disewakan lagi ke pihak lain. "Kalau dibiarkan, masalah aset bakal terkubur lebih dalam," yakinnya.

Kabid Hukum dan Perundangan Pemko Banjarmasin, Jefrie Fransyah lebih menyoroti aspek lain. Dia menilai, pembahasan raperda ini menjadi lamban karena materi pembahasan yang terlampau banyak. "Terlihat mudah, padahal tidak," ujarnya.

Dia meminta bab per bab hingga pasal per pasal dipelototi dengan jeli. Supaya tak bertabrakan dengan acuan yang lebih tinggi. Sebut saja Peraturan Pemerintah No 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. "Jangan sampai perda ini bertabrakan. Terkesan menyempitkan, atau justru melebarkan masalah dari maksud yang dihendaki PP dan Permendagri itu," jelasnya.

Perihal substansi raperda, Jefrie mengaku sudah sreg dengan draf yang ada. Rincianlah yang masih menjadi pembahasan alot. Terutama terkait pemanfaatan aset. Apakah yang dikerjasamakan dengan perjanjian sewa, atau ditarik retribusi? "Lagi-lagi kembali pada inventarisir data. Mana saja yang mau disewakan, dan mana pula cukup dengan penarikan retribusi saja," tukas Jefrie.

Perlu diketahui, ada dua pansus berbeda yang sedang menggodok raperda tentang aset. Dibahas kemarin merupakan peraturan induk. Sedangkan yang kedua adalah peraturan turunan terkait pengaturan retribusi aset.

Jefrie merasa tak masalah jika kedua raperda ini dibahas bersamaan. "Saya kira tak jadi soal. Mana yang lebih dulu rampung untuk disahkan," bandingnya.

Diwartakan sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyebut ada 19 aset pemko yang "keseleo". Merugikan pemko dan harus dinegosiasi ulang. Dari 19 aset tersebut, baru satu yang berhasil dibereskan. Ibnu menargetkan, sebelum tahun depan, setidaknya ada tiga aset lagi yang berhasil dibenahi.(fud/at/dye)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 18:33

Bagi Bupati ini, Radar Banjarmasin Penyemangat Pengelolaan Lingkungan  

TANJUNG -- Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani tersenyum ketika melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 13:16

Spanduk dan Baliho Dimana-Mana, Pemandangan Kota Makin Semrawut

BANJARMASIN - Musim kampanye tiba, pemandangan kota pun semrawut. Spanduk…

Kamis, 17 Januari 2019 13:08

DBD Capai Dua Ribu Kasus di Tahun 2018

BANJARMASIN - Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah…

Kamis, 17 Januari 2019 12:59

Berita Duka, Mukhtar Sarman Tutup Usia

BANJARBARU - Dunia pendidikan Banua sedang berduka. Dosen Fakultas Ilmu…

Kamis, 17 Januari 2019 12:55

Pergantian Komandan Korem 101/Antasari

Komandan Korem 101/Antasari kini dijabat Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.…

Kamis, 17 Januari 2019 11:25

Penyandang Disabilitas Daftarkan Diri Sebagai Relawan Demokrasi KPU

BANJARBARU - Sejak dibuka dari tanggal 11 Januari lalu. Pendaftaran…

Kamis, 17 Januari 2019 11:20

Hati-Hati!! DLH Akan Mulai Terapkan Sanksi Perda Sampah

BANJARBARU - Sukses meraih Penghargaan Adipura tahun 2018. Pemko Banjarbaru…

Kamis, 17 Januari 2019 11:14

Pihak Ketiga Tidak Lagi Dilibatkan

BANJARBARU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Perparkiran yang…

Kamis, 17 Januari 2019 10:25

Polemik Pajak Tempat Hiburan Malam

Pada sidak ke THM beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 10:15

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang Tahun 2018

BANJARMASIN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*