MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 20 Juli 2018 10:16
Aset Pemko Banjarmasin Masih Karut-Marut
KEJAR ASET: Pasar Sudi Rapi di Banjarmasin Tengah. Salah satu aset pemko yang terbengkalai. Sempat dikuasai oleh pedagang ayam potong. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Rapat pansus untuk penggodokan Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah berakhir buntu. Lantaran pasal demi pasal dibahas dengan bermodalkan data yang sumir.

"Bakal ada rapat lanjutan, tanggal 25 Juli nanti. Kami akan panggil Bagian Aset. Karena selalu saja tak ada data yang riil dan rinci," kata Ketua Pansus, Achmad Maulana.

Draf rancangan perda itu dibahas di ruang rapat mini DRPD Banjarmasin, kemarin (18/7). Maulana menegaskan, raperda ini harus digenjot. Mengingat dewan sedang menghadapi dua desakan sekaligus.

Pertama, tekanan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) kepada ketua dewan untuk segera menggunakan Hak Interpelasi. Terkait sikap tak transparan perihal karut-marut aset daerah di kota ini.

Kedua, merujuk pada hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Dari tahun ke tahun, auditor selalu menjadikan masalah aset sebagai catatan koreksi. "Sampai-sampai, BPK memakai bahasa yang agak keras. Seolah-olah pemko lah yang ‘memainkan’ asetnya," imbuhnya.

Maulana kemudian memberi sejumlah contoh. Ada aset dalam bentuk bangunan atau lahan yang dikuasai pihak ketiga. Tanpa ada kejelasan, seberapa untung pemko atas kerja sama tersebut. "Seberapa besar pemasukannya? Gelap sama sekali," cecarnya.

Ada pula aset pemko yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Oleh pemakai aset, malah disewakan lagi ke pihak lain. "Kalau dibiarkan, masalah aset bakal terkubur lebih dalam," yakinnya.

Kabid Hukum dan Perundangan Pemko Banjarmasin, Jefrie Fransyah lebih menyoroti aspek lain. Dia menilai, pembahasan raperda ini menjadi lamban karena materi pembahasan yang terlampau banyak. "Terlihat mudah, padahal tidak," ujarnya.

Dia meminta bab per bab hingga pasal per pasal dipelototi dengan jeli. Supaya tak bertabrakan dengan acuan yang lebih tinggi. Sebut saja Peraturan Pemerintah No 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. "Jangan sampai perda ini bertabrakan. Terkesan menyempitkan, atau justru melebarkan masalah dari maksud yang dihendaki PP dan Permendagri itu," jelasnya.

Perihal substansi raperda, Jefrie mengaku sudah sreg dengan draf yang ada. Rincianlah yang masih menjadi pembahasan alot. Terutama terkait pemanfaatan aset. Apakah yang dikerjasamakan dengan perjanjian sewa, atau ditarik retribusi? "Lagi-lagi kembali pada inventarisir data. Mana saja yang mau disewakan, dan mana pula cukup dengan penarikan retribusi saja," tukas Jefrie.

Perlu diketahui, ada dua pansus berbeda yang sedang menggodok raperda tentang aset. Dibahas kemarin merupakan peraturan induk. Sedangkan yang kedua adalah peraturan turunan terkait pengaturan retribusi aset.

Jefrie merasa tak masalah jika kedua raperda ini dibahas bersamaan. "Saya kira tak jadi soal. Mana yang lebih dulu rampung untuk disahkan," bandingnya.

Diwartakan sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyebut ada 19 aset pemko yang "keseleo". Merugikan pemko dan harus dinegosiasi ulang. Dari 19 aset tersebut, baru satu yang berhasil dibereskan. Ibnu menargetkan, sebelum tahun depan, setidaknya ada tiga aset lagi yang berhasil dibenahi.(fud/at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:25

Karnaval Kemerdekaan, Kapolres Kotabaru Kayuh Becak

KOTABARU - Warga Kotabaru mendadak heboh. Kepala Polisi di pesisir ujung tenggara Kalsel mengayuh becak,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:21

16 Menit yang Bikin Merinding

  Naskah Demang Lehman ditulis Adjim Arijadi pada tahun 1964 di Yogyakarta. 54 tahun berselang,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:10

Veteran Masih Menumpang di Pasar

BANJARMASIN - Keadaan Legiun Veteran Banjarmasin semakin membaik. Dari APBD 2018, kini disisihkan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:58

Butuh Perda Lindungi Kontraktor Lokal

BANJARMASIN – Kontraktor lokal di Banua berharap Pemprov dan DPRD Kalsel segera menggodok Raperda…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:54

Lomba Berhubungan dengan Ikan

BANJARMASIN – Ada lomba unik yang digelar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya, Banjarmasin…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:40

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Marabahan tampak tak seperti biasa, Jumat…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10
Pemkab Balangan

Momen HUT RI, Pemkab Balangan Terima dan Beri Bantuan

  PARINGIN – Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada puncak Hari Kemerdekaan Republik…

Jumat, 17 Agustus 2018 16:05

Minim Museum, Peninggalan-Peninggalan Sejarah Berdebu di Banua

Memiliki sejarah yang kaya, Kalimantan Selatan tak punya museum untuk menyimpannya. Bahkan jika punya,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:58

Semarak, Tablig Akbar Ustaz Abdul Shomad di Barabai

BARABAI - Ustaz Abdul Shomad menyempurnakan perjalanan tablig akbarnya di banua ke Bumi Murakata Barabai,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

POSBINDU PTM Sumber Sehat Dinilai

BANJARBARU — Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .