MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 20 Juli 2018 10:21
Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Perabot Campur Aduk, Mengemis untuk Makan

KEHIDUPAN KERAS: Penghuni kolong Jembatan Antasari. Berkali-kali ditertibkan pemko, tetap saja kolong itu kembali ramai. Lengkap dengan perabot kehidupan sehari-hari. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), tak praktis membuat mereka memiliki kehidupan yang layak.

Donny Muslim, Banjarmasin

Tak susah mencari pintu masuk kehidupan di bawah bangunan Jembatan Antasari. Ambil bagian kiri jembatan. Tepatnya di samping Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin. Ada jalur setapak menuju hunian serba gratis milik para janda. 

Dari pantauan, para penghuni kolong jembatan menciptakan bilik-bilik. Terdapat enam buah untuk tempat tidur. Dibagi dua sisi; kiri dan kanan. Ada yang beralaskan kasur kapuk, ada pula cuma sekadar memakai tikar lampit rotan.

Digunakan untuk wadah tidur sehari-hari, bilik bercampur dengan pakaian-pakaian lusuh yang bergantungan. Plus perabotan masak seperti kompor dan penanak nasi. Semua perabot campur aduk.

Urusan mandi, cuci, kakus (MCK), penghuni kolong jembatan simpel saja. Berada di bantaran Sungai Martapura, stok air jelas tak perlu dirisaukan. Mereka bisa menggunakannya secara bebas.

Namanya berada di bawah jembatan, sudah pasti gelap gulita. Mereka menyiasatinya penerangan dengan menyambung listrik ke hotel. Alhasil, mereka sedikit terbantu penerangan, meski dengan daya yang minim. "Itu kami mendapat sambungan gratis," cerita Patimah (48), salah satu penghuni kolong jembatan.

Sudah empat bulan terakhir Patimah memilih tinggal di kolong jembatan. Dulu tinggal di kawasan Pelambuan, Banjarmasin Barat bersama pasangan. Suaminya meninggal dunia, ia dibuat tak berdaya. "Dulu saya pemulung, suami saya tukang becak. Selepas meninggal, saya tak kuat kalau bekerja sendirian. Makanya ikut teman-teman tinggal di kolong jembatan, dan jadi pengemis," ceritanya.

Apakah memiliki anak, ia mengangguk. Namun, Patimah enggan berbicara lebih jauh mengenai masalah pribadinya. Ia lebih suka membicarakan pemerintah yang tak kunjung mendengar keluh kesahnya. "Saya punya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), tapi sampai sekarang tak dapat bantuan sama sekali. Sudah diurus ke kelurahan dan kecamatan, tetap mentok tidak ada kabar bantuan," keluhnya.

Dengan penghasilan mengemis sehari rata-rata Rp20 ribu, ia berharap penghuni kolong jembatan dapat tertolong dengan bantuan pemerintah. Lebih-lebih mereka mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. "Kalau ada bantuan, setidaknya membuat usaha. Kalau dengan hasil begini, cukup buat makan saja," tuntasnya.

Selain Patimah, ada lima janda lainnya. Semuanya berprofesi pengemis. Hidup tanpa kepala keluarga, mereka melawan kerasnya Kota Banjarmasin dengan kehidupan kota yang keras, serta hunian tidak layak.

Maulana buruh angkut kelapa sehari-hari beraktivitas di sekitar kolong jembatan. Dia juga mengharapkan pemerintah kota bisa melihat sejenak kehidupan penghuni bawah jembatan. Lalu diberi bantuan hunian yang layak. "Lambat laun, kawasan ini juga akan tergusur. Soalnya, akan dibuat jadi lanjutan siring Sungai Baru," ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Esya Zain berjanji bakal segera melakukan pengecekan ke lapangan bersama timnya untuk melakukan verifikasi apakah enam orang janda tersebut memang membutuhkan bantuan sosial. "Bagi yang mengantongi KKS, harus dipastikan dulu apa saja bantuan yang diterimanya. Itu yang menentukan dari Kementerian Sosial. Bisa saja cuma Rastra dan bantuan kesehatan. Tergantung hasil hasil verifikasi juga," kata dia.

Terkait tempat tinggal, Esya mengatakan tak mungkin Dinsos membantu mendirikan hunian bagi para penghuni kolong jembatan. Itu bukan tupoksi dari pihaknya lagi. "Rumah Singgah milik kami juga tidak bisa menampung lama-lama. Kami yang melabrak aturan nantinya. Batas maksimal cuma 14 hari," terangnya.

Apabila para penghuni benar-benar tidak memiliki hunian, Esya bakal berkoordinasi dengan Panti Sosial Bina Wanita (PSBW) Melati Banjarbaru milik Dinas Sosial Provinsi Kalsel agar bisa menetap di sana. "Mudah-mudahan masih ada slot. Kita cek dulu. Persoalan kolong jembatan ini memang sudah lama berlangsung," tuntasnya.(dom/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .