MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Juli 2018 14:24
Ratusan Wakar Penunggu Lahan Sengketa Diamankan
PERIKSA: Para wakar diperika petugas Polres Kotabaru dan diangkut keluar dari lahan sengketa. | Foto: Zalyan Shodiqin Abdi/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, KOTABARU - Lahan di kaki Pegunungan Sebatung perbatasan Desa Sungup dan Desa Selaru Kecamatan Pulau Laut Tengah mendadak heboh. Lebih 150 wakar (pekerja keamanan) PT Sebuku Group yang menduduki lahan sengketa diamankan tim gabungan.

Tim gabungan dari Polres Kotabaru, Brimob dan Kodim 1004 mengamankan dan memeriksa para wakar yang saat itu banyak berada di semak-semak. Berikut kendaraan roda dua yang juga ditaruh para wakar agak ke dalam, tersembunyi.

Pengamanan itu tanpa perlawanan. Meski tim kemudian menemukan beberapa sajam jenis badik panjang dan juga parang dari beberapa wakar.

Dalam pengamanan itu juga ditemukan wakar yang masih di bawa umur. Juga beberapa lansia. Seorang lansia entah kepanasan atau kelelahan, terduduk dan rebah, wajahnya pucat. Kasat Reskrim Polres Kotabaru Ajun Komisaris Polisi Suria Miftah Irawan kebetulan dekat dan memberikan pertolongan.

Tampak di sana Legal Sebuku Group Sigit dan beberapa petinggi perusahaan lainnya. Setelah pemeriksaan dan pencabutan tenda-tenda, para wakar dibawa ke Mapolres Kotabaru. Sigit juga dibawa termasuk Komandan Wakar Sukirman.

Para wakar kemudian dikumpulkan di dalam aula. Sementara Sigit, Sukirman dan beberapa karyawan Sebuku Group lainnya masuk ke ruangan unit-unit Reskrim Polres, mereka dimintai keterangannya.

Di dalam aula, para wakar didata dan diminta tanda pengenalnya. Dari data yang didapatkan wakar selain warga Pulau Laut juga ada dari Pulau Sebuku. Bahkan ada dari Barabai, Nagara dan Tanah Bumbu.

Radar Banjarmasin mewawancarai banyak wakar di aula. Mayoritas pengakuan mereka baru enam harian bekerja. Mereka teken kontrak dengan perusahaan selama tiga bulan. Per bulan gaji pokok Rp2,5 juta. Jika lembur tembus Rp4 juta.

Sebagian wakar mengaku mereka direkrut para Ketua RT di Kecamatan Pulau Laut Tengah. Mereka sebelumnya adalah pengangguran. Sebagian lagi mengaku mendengar ada lowongan pekerjaan, kemudian mendaftar.

Apa syarat jadi wakar? Tidak ada kata mereka. Daftar kemudian teken kontrak kerja selama tiga bulan. Habis tiga bulan? Mereka dijanji akan dipekerjakan lagi. "Tapi cuma janji lisan," kata Syahroni salah satu wakar.

Kerja mereka apa? Para wakar mengaku, mereka cuma duduk, tidur dan makan di lahan yang ditugaskan untuk dijaga. Fasilitas dari perusahaan? Tidak ada katanya, hanya truk pengangkut dari rumah atau tempat indekos ke lokasi kerja.

Mereka pun mengaku tidak tahu jika lahan yang dijaga status sengketa. Mengenai temuan sajam, para wakar mengaku alat itu cuma kebutuhan di dalam hutan. "Siapa yang tidak mau kerja cuma duduk digaji dua koma lima juta," ujar seorang wakar.

Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto yang turun ke lapangan kepada awak media menjelaskan. Pengamanan dilakukan untuk mencegah ada konflik di lapangan. Karena lahan yang diduduki para wakar saling diklaim kepemilikannya oleh Sebuku Group dan PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM).

Potensi konflik katanya adanya keresahan di masyarakat. Kemudian, hasil razia lalu lintas beberapa hari sebelumnya ditemukan beberapa warga yang membawa sajam. Setelah diperiksa, warga tersebut bekerja sebagai wakar.

"Jadi pengamanan ini kami lakukan menghindari adanya konflik. Pihak Sebuku Group sebelumnya juga setuju mengosongkan areal sengketa. Tapi hari ini di lapangan, mereka masih ada. Jadi demi keamanan di lapangan kami lakukan pengamanan," ujarnya.

Dia melanjutkan, tindakan yang dilakukan oleh Polres Kotabaru dalam pembubaran massa di lahan yang bersengketa adalah bentuk tindakan diskresi kepolisian, guna mengantisipasi terjadinya konflik antar massa. "Sebelum diambilnya tindakan tegas tersebut pihak pemerintah daerah Kotabaru dan Polres Kotabaru sudah melakukan mediasi dalam bentuk Forum Grup Discussion. Juga diimbau ke dua belah pihak mengosongkan tempat dan menempuh jalur hukum serta tidak lagi membawa massa ke lokasi yang dipersengketakan," terangnya.

"Hingga batas waktu yang telah ditetapkan, Sebuku Group dalam hal ini Sebuku Tanjung Coal tidak mengindahkan imbauan dari aparat sehingga kami mengambil tindakan tegas. Jadi tindakan pengosongan lokasi ini tidak lain hanyalah untuk mengantisipasi terjadinya konflik antar massa," ulangnya.

Dandim 1004 Kotabaru Letkol Inf Rony Syafriyanto membenarkan, personelnya juga turun ke lapangan. Kodim menurunkan 30 orang personel.

Sayang Legal Sebuku Group Sigit saat hendak diwawancarai enggan memberikan keterangan. "Nanti saja," ucapnya ngeloyor masuk ke ruangan unit Reskrim Polres Kotabaru.

Komandan Wakar Sukirman, kepada Radar Banjarmasin mengatakan, tidak tahu menahu mengenai perekrutan wakar. Tugasnya hanya mengomandoi para wakar di lapangan. Disinggung soal kesepakatan sebelumnya para wakar ditarik dari lapangan, dia membenarkan. Dia mengatakan saat ditangkap, para wakar sebenarnya sudah tidak berada di lahan sengketa, tapi di lokasi lain yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi awal.

Soal sajam, dia mengaku juga tidak tahu. Namun kata Sukirman sajam wajar dipakai. Karena lokasi wakar bekerja katanya berada di dalam areal semak-semak.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sebuku Group dan MSAM memanas di Pulau Laut Tengah tepatnya di perbatasan Sungup dan Selaru. Perusahaan batubara dan kelapa sawit itu saling klaim memiliki lahan di sana. Sama-sama mengatakan sudah membebaskan lahan yang disoal.

MSAM membeli lahan dari Mukhsin CS. Sementara Sebuku Group mengaku membeli dari Samsu CS. Pada proses mediasi sebelumnya, Mukhsin hadir ditemani Kades Selaru Abdul Ghani. Sementara Samsu tidak ada.

Dalam proses verifikasi lapangan, memeriksa koordinat Mukhsin juga selalu hadir menunjukkan lahannya yang sudah dijual ke MSAM. Sementara dari Sebuku Group hanya ada karyawannya.

Polres Kotabaru menyarankan masalah saling klaim diselesaikan baik-baik. Atau menempuh jalur hukum. Sehingga suasana di lapangan tetap kondusif.

GM MSAM Yonai S Gultom mengaku pekerjanya dihalangi wakar Sebuku Group di lapangan saat bekerja. "Pekerja kami diminta stop. Padahal kan itu lahan sudah kami bebaskan, kami lengkap buktinya," ujarnya.
Sayang berkali-kali dihubungi Manajer Sebuku Tanjung Coal Yohan Gessong tidak mengangkat telepon wartawan. (zal/ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:27
BREAKING NEWS

Kebakaran di Tunggul Irang, Empat Rumah Hangus

MARTAPURA - Peristiwa kebakaran menghebohkan permukiman padat penduduk di Jalan Melati, RT 10, Desa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:38

Pelajar Disuluh Bahaya Narkoba

BANJARMASIN - Tim Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel, menggelar penyuluhan narkoba di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:40

Bisnis Sabu Barito Putra Akhirnya Tercium Polisi

BANJARMASIN - M Barito Putra alias Okta (22),  warga KS Tubun Gang Sekeluarga II RT 01 Kelurahan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:06

Polisi Turun ke Kampus Sosialisasi Tangkal Paham Radikalisme

BANJARMASIN – Paham radikalisme telah lama menjadi momok bagi kehidupan berbangsa. Perlu upaya…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:44

Modus Jadi Pemulung, Pria ini Terciduk Saat Satroni Rumah Warga

BANJARMASIN -Tiga hari sudah  Permadi Saputra alias Intuk (25),   warga Jalan 9 Oktober…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:15

Remisi Kemerdekaan, Empat Napi Marabahan ini Langsung Bebas

MARABAHAN - Kemerdekaan benar-benar dirasakan 119 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) alias narapidana…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:11

Forkopimda Sepakati Tujuh Poin Cegah Konflik di Danau Bangkau

KANDANGAN – Untuk mencari solusi permasalahan yang sering  terjadi di Danau Bangkau, Desa…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:05

Lima Pelaku Pencuri Sarang Walet Digulung Aparat Polres Tapin

RANTAU - Polres Tapin berhasil mengungkap sindikat pembobolan sarang burung walet di Desa Sabah, …

Kamis, 16 Agustus 2018 11:59

Polres Tanbu Bekuk 15 Tersangka Narkoba

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu berhasil membekuk 15 tersangka pelaku kejahatan narkotika. Dua diantaranya…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:56

Hasil Operasi Antik Intan 2018, 240 Kasus Diungkap Polda Kalsel

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) nampaknya masih menjadi ladang  bagi para bandar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .