MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 21 Juli 2018 09:00
Mau Digaruk Satpol PP, Perempuan ini Ancam Lempar Bayinya ke Sungai
DITINGGAL KABUR: Wati (32 tahun) coba menenangkan putrinya, M (3,5 bulan) yang terus menangis setelah diangkut Satpol PP ke dalam truk dalmas. Suaminya berhasil kabur dari sergapan petugas.

PROKAL.CO, Satu keluarga yang tinggal di kolong Jembatan Merdeka digaruk Satpol PP, kemarin (20/7). Ironisnya, salah seorang penghuninya adalah bayi perempuan yang baru berusia 3,5 bulan.

Ini bukanlah upaya pertama. Tak mudah bagi Satpol PP untuk mengangkut keluarga penghuni Jembatan Merdeka itu. Lantaran terbilang nekat. Apalagi saat Sungai Martapura sedang arus pasang, bilik tersembunyi tersebut sulit dijangkau.

"Kemarin, kami coba dengan menaiki kelotok. Kami tak berani merapat. Orang tuanya berteriak mengancam akan melempar bayinya ke sungai jika kami mendekat. Khawatir jika mereka benar-benar nekat," kata Komandan Peleton I Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Rizkan Wahyudin.

Kali ini, Satpol PP datang sepagi mungkin. Ketika permukaan sungai masih surut. Menyergap dan mengejutkan penghuni kolong selagi sibuk menyiapkan sarapan.

Ditegaskannya, kolong jembatan jelas bukan tempat tinggal yang layak bagi seorang bayi. "Kasihan si bayi. Setelah diangkut, mereka akan kami serahkan ke Dinas Sosial," imbuhnya.

Namun, yang berhasil diangkut hanya sang ibu dan bayi. "Suami saya berhasil kabur," kata Wati, 32 tahun. Sedangkan ibu mertuanya lolos karena sedang keluar mencari makanan.

Wati tercatat sebagai warga Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan suaminya sebelumnya bekerja di Asam Asam, Kabupaten Tanah Laut. Putri pertama pasangan ini berinisial M.

Mengapa sekarang tinggal di kolong jembatan, Wati mengaku dialah yang menuntut. "Saya yang salah. Bersikeras ingin tinggal di Banjarmasin. Memaksa-maksa suami untuk pindah kemari," akunya.

Tanpa rumah kerabat untuk menumpang hidup dan uang untuk mengontrak, akhirnya kolong jembatan lah yang disasar. "Sudah dua bulan tinggal di jembatan," ujarnya lirih.

Ditanya apakah anaknya pernah jatuh sakit selama tinggal di sana, Wati menggelengkan kepala. "Tidak pernah sakit. Paling banter menangis karena kepanasan," ujarnya. Jawaban yang terkesan menggampangkan. Sepintas pandang, M tampak kekurangan gizi.

Lalu, darimana mereka mencari nafkah? Wati malah menggerutu dengan perkataan yang tak jelas. Ada kemungkinan keluarga ini mengemis di sekitaran Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Selama di pangkuannya, M tak berhenti menangis.

Bilik yang dihuni Wati berada persis di oprit jembatan sisi Jalan Lambung Mangkurat. Menurut laporan warga, selain dijadikan tempat tinggal, kolong itu juga kerap menjadi tempat persembunyian bagi anak jalanan yang ngelem.

Selain mengangkut ibu dan anak tersebut, ikut disita barang-barang milik keluarga. Dari kasur, bantal dan guling, tumpukan pakaian, buku-buku agama, hingga sebuah sepeda.

Dari Jembatan Merdeka, Satpol PP melanjutkan penyisiran ke kawasan rumah dinas Gubernur Kalsel. Guna mencari suami dan mertua Wati, tapi hasilnya nihil.

Kembali pada Rizkan, ditambahkannya, kolong itu juga sering dikeluhkan wisatawan. Menjadi pemandangan tak mengenakkan bagi penikmat susur sungai. Karena terlampau berdekatan dengan Pasar Terapung dan terminal kelotok wisata.

Sebelumnya, Satpol PP juga menertibkan penghuni di kolong Jembatan Dewi, Jalan Ahmad Yani kilometer satu. "Pekan ini kami memang disibukkan dengan laporan adanya penghuni kolong jembatan," pungkas Rizkan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…

Minggu, 21 Oktober 2018 09:21

Hermansyah: Dewan Harus Ngebut

BANJARMASIN -Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menuntut DPRD Banjarmasin untuk tancap gas. Mengingat…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02

Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul

BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:52

Usulan Juru Sembelih Halal Mencuat di DPRD

BANJARMASIN - Dewan sedang menggodok raperda untuk melindungi masyarakat dari wabah penyakit yang ditularkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:39

BK Bersidang, Terlapor Malah ke Bali

Kasus dugaan pelanggaran kode etik DPRD Banjarmasin berlanjut. Kemarin (19/10), Badan Kehormatan (BK)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:33

Khawatir Anak Autis Dikeluarkan

BANJARMASIN – Orang tua yang memiliki anak penyandang autis jangan bersedih. Biasanya dikaruniai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:31

Tak Bakal Sia-Sia, Lokasi HPS di Batola Jadi Wisata Edukasi

BATOLA - Lahan persawahan di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) bukan hanya sebagai program pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:13

BPK Tarsan 2 Dibentuk Amankan Pasar Sentra Antasari

BANJARMASIN – Pasar Sentra Antasari menjadi ikon pusat kawasan perekonomian wilayah Kalimantan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:41

Hebat! Kontingen Tanbu Raih Prestasi Kalsel

BATULICIN - Kontingen Kabupaten Tanah Bumbu meraih prestasi sebagai juara umum IV pada Pekan Keterampilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:39

Senam Sehat Bersama Radar Banjarmasin Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria kembali akan digelar Minggu (21/10) pagi di Ruang Terbuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .