MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 21 Juli 2018 09:00
Mau Digaruk Satpol PP, Perempuan ini Ancam Lempar Bayinya ke Sungai
DITINGGAL KABUR: Wati (32 tahun) coba menenangkan putrinya, M (3,5 bulan) yang terus menangis setelah diangkut Satpol PP ke dalam truk dalmas. Suaminya berhasil kabur dari sergapan petugas.

PROKAL.CO, Satu keluarga yang tinggal di kolong Jembatan Merdeka digaruk Satpol PP, kemarin (20/7). Ironisnya, salah seorang penghuninya adalah bayi perempuan yang baru berusia 3,5 bulan.

Ini bukanlah upaya pertama. Tak mudah bagi Satpol PP untuk mengangkut keluarga penghuni Jembatan Merdeka itu. Lantaran terbilang nekat. Apalagi saat Sungai Martapura sedang arus pasang, bilik tersembunyi tersebut sulit dijangkau.

"Kemarin, kami coba dengan menaiki kelotok. Kami tak berani merapat. Orang tuanya berteriak mengancam akan melempar bayinya ke sungai jika kami mendekat. Khawatir jika mereka benar-benar nekat," kata Komandan Peleton I Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Rizkan Wahyudin.

Kali ini, Satpol PP datang sepagi mungkin. Ketika permukaan sungai masih surut. Menyergap dan mengejutkan penghuni kolong selagi sibuk menyiapkan sarapan.

Ditegaskannya, kolong jembatan jelas bukan tempat tinggal yang layak bagi seorang bayi. "Kasihan si bayi. Setelah diangkut, mereka akan kami serahkan ke Dinas Sosial," imbuhnya.

Namun, yang berhasil diangkut hanya sang ibu dan bayi. "Suami saya berhasil kabur," kata Wati, 32 tahun. Sedangkan ibu mertuanya lolos karena sedang keluar mencari makanan.

Wati tercatat sebagai warga Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan suaminya sebelumnya bekerja di Asam Asam, Kabupaten Tanah Laut. Putri pertama pasangan ini berinisial M.

Mengapa sekarang tinggal di kolong jembatan, Wati mengaku dialah yang menuntut. "Saya yang salah. Bersikeras ingin tinggal di Banjarmasin. Memaksa-maksa suami untuk pindah kemari," akunya.

Tanpa rumah kerabat untuk menumpang hidup dan uang untuk mengontrak, akhirnya kolong jembatan lah yang disasar. "Sudah dua bulan tinggal di jembatan," ujarnya lirih.

Ditanya apakah anaknya pernah jatuh sakit selama tinggal di sana, Wati menggelengkan kepala. "Tidak pernah sakit. Paling banter menangis karena kepanasan," ujarnya. Jawaban yang terkesan menggampangkan. Sepintas pandang, M tampak kekurangan gizi.

Lalu, darimana mereka mencari nafkah? Wati malah menggerutu dengan perkataan yang tak jelas. Ada kemungkinan keluarga ini mengemis di sekitaran Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Selama di pangkuannya, M tak berhenti menangis.

Bilik yang dihuni Wati berada persis di oprit jembatan sisi Jalan Lambung Mangkurat. Menurut laporan warga, selain dijadikan tempat tinggal, kolong itu juga kerap menjadi tempat persembunyian bagi anak jalanan yang ngelem.

Selain mengangkut ibu dan anak tersebut, ikut disita barang-barang milik keluarga. Dari kasur, bantal dan guling, tumpukan pakaian, buku-buku agama, hingga sebuah sepeda.

Dari Jembatan Merdeka, Satpol PP melanjutkan penyisiran ke kawasan rumah dinas Gubernur Kalsel. Guna mencari suami dan mertua Wati, tapi hasilnya nihil.

Kembali pada Rizkan, ditambahkannya, kolong itu juga sering dikeluhkan wisatawan. Menjadi pemandangan tak mengenakkan bagi penikmat susur sungai. Karena terlampau berdekatan dengan Pasar Terapung dan terminal kelotok wisata.

Sebelumnya, Satpol PP juga menertibkan penghuni di kolong Jembatan Dewi, Jalan Ahmad Yani kilometer satu. "Pekan ini kami memang disibukkan dengan laporan adanya penghuni kolong jembatan," pungkas Rizkan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:25

Karnaval Kemerdekaan, Kapolres Kotabaru Kayuh Becak

KOTABARU - Warga Kotabaru mendadak heboh. Kepala Polisi di pesisir ujung tenggara Kalsel mengayuh becak,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:21

16 Menit yang Bikin Merinding

  Naskah Demang Lehman ditulis Adjim Arijadi pada tahun 1964 di Yogyakarta. 54 tahun berselang,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:10

Veteran Masih Menumpang di Pasar

BANJARMASIN - Keadaan Legiun Veteran Banjarmasin semakin membaik. Dari APBD 2018, kini disisihkan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:58

Butuh Perda Lindungi Kontraktor Lokal

BANJARMASIN – Kontraktor lokal di Banua berharap Pemprov dan DPRD Kalsel segera menggodok Raperda…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:54

Lomba Berhubungan dengan Ikan

BANJARMASIN – Ada lomba unik yang digelar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya, Banjarmasin…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:40

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Marabahan tampak tak seperti biasa, Jumat…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10
Pemkab Balangan

Momen HUT RI, Pemkab Balangan Terima dan Beri Bantuan

  PARINGIN – Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada puncak Hari Kemerdekaan Republik…

Jumat, 17 Agustus 2018 16:05

Minim Museum, Peninggalan-Peninggalan Sejarah Berdebu di Banua

Memiliki sejarah yang kaya, Kalimantan Selatan tak punya museum untuk menyimpannya. Bahkan jika punya,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:58

Semarak, Tablig Akbar Ustaz Abdul Shomad di Barabai

BARABAI - Ustaz Abdul Shomad menyempurnakan perjalanan tablig akbarnya di banua ke Bumi Murakata Barabai,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

POSBINDU PTM Sumber Sehat Dinilai

BANJARBARU — Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .