MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 21 Juli 2018 09:00
Mau Digaruk Satpol PP, Perempuan ini Ancam Lempar Bayinya ke Sungai
DITINGGAL KABUR: Wati (32 tahun) coba menenangkan putrinya, M (3,5 bulan) yang terus menangis setelah diangkut Satpol PP ke dalam truk dalmas. Suaminya berhasil kabur dari sergapan petugas.

PROKAL.CO, Satu keluarga yang tinggal di kolong Jembatan Merdeka digaruk Satpol PP, kemarin (20/7). Ironisnya, salah seorang penghuninya adalah bayi perempuan yang baru berusia 3,5 bulan.

Ini bukanlah upaya pertama. Tak mudah bagi Satpol PP untuk mengangkut keluarga penghuni Jembatan Merdeka itu. Lantaran terbilang nekat. Apalagi saat Sungai Martapura sedang arus pasang, bilik tersembunyi tersebut sulit dijangkau.

"Kemarin, kami coba dengan menaiki kelotok. Kami tak berani merapat. Orang tuanya berteriak mengancam akan melempar bayinya ke sungai jika kami mendekat. Khawatir jika mereka benar-benar nekat," kata Komandan Peleton I Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Rizkan Wahyudin.

Kali ini, Satpol PP datang sepagi mungkin. Ketika permukaan sungai masih surut. Menyergap dan mengejutkan penghuni kolong selagi sibuk menyiapkan sarapan.

Ditegaskannya, kolong jembatan jelas bukan tempat tinggal yang layak bagi seorang bayi. "Kasihan si bayi. Setelah diangkut, mereka akan kami serahkan ke Dinas Sosial," imbuhnya.

Namun, yang berhasil diangkut hanya sang ibu dan bayi. "Suami saya berhasil kabur," kata Wati, 32 tahun. Sedangkan ibu mertuanya lolos karena sedang keluar mencari makanan.

Wati tercatat sebagai warga Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan suaminya sebelumnya bekerja di Asam Asam, Kabupaten Tanah Laut. Putri pertama pasangan ini berinisial M.

Mengapa sekarang tinggal di kolong jembatan, Wati mengaku dialah yang menuntut. "Saya yang salah. Bersikeras ingin tinggal di Banjarmasin. Memaksa-maksa suami untuk pindah kemari," akunya.

Tanpa rumah kerabat untuk menumpang hidup dan uang untuk mengontrak, akhirnya kolong jembatan lah yang disasar. "Sudah dua bulan tinggal di jembatan," ujarnya lirih.

Ditanya apakah anaknya pernah jatuh sakit selama tinggal di sana, Wati menggelengkan kepala. "Tidak pernah sakit. Paling banter menangis karena kepanasan," ujarnya. Jawaban yang terkesan menggampangkan. Sepintas pandang, M tampak kekurangan gizi.

Lalu, darimana mereka mencari nafkah? Wati malah menggerutu dengan perkataan yang tak jelas. Ada kemungkinan keluarga ini mengemis di sekitaran Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Selama di pangkuannya, M tak berhenti menangis.

Bilik yang dihuni Wati berada persis di oprit jembatan sisi Jalan Lambung Mangkurat. Menurut laporan warga, selain dijadikan tempat tinggal, kolong itu juga kerap menjadi tempat persembunyian bagi anak jalanan yang ngelem.

Selain mengangkut ibu dan anak tersebut, ikut disita barang-barang milik keluarga. Dari kasur, bantal dan guling, tumpukan pakaian, buku-buku agama, hingga sebuah sepeda.

Dari Jembatan Merdeka, Satpol PP melanjutkan penyisiran ke kawasan rumah dinas Gubernur Kalsel. Guna mencari suami dan mertua Wati, tapi hasilnya nihil.

Kembali pada Rizkan, ditambahkannya, kolong itu juga sering dikeluhkan wisatawan. Menjadi pemandangan tak mengenakkan bagi penikmat susur sungai. Karena terlampau berdekatan dengan Pasar Terapung dan terminal kelotok wisata.

Sebelumnya, Satpol PP juga menertibkan penghuni di kolong Jembatan Dewi, Jalan Ahmad Yani kilometer satu. "Pekan ini kami memang disibukkan dengan laporan adanya penghuni kolong jembatan," pungkas Rizkan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:17

Satpol PP Amankan Belasan Manusia Gerobak

BANJARBARU - Mulai marak mangkal di beberapa jalan utama dan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:09

Belasan Perda Pajak dan Retribusi Cacat Hukum

BANJARBARU – Belasan Perda yang digunakan oleh Pemko Banjarbaru untuk…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Lensa Foto Pemkab Tanah Laut Pekan ke-3 Januari 2019

ADIPURA: Bupati Tanah Laut Sukamta menerima Piala Adipura dari Wakil…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:20

BSF 3 Gandeng Perajin Sasirangan Sungai Jingah

BANJARMASIN - Rangkaian persiapan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 3 terus…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:14

PUPR Kalsel Tuntut Pemko Banjarmasin Lebih Serius

BANJARMASIN – Dinas PUPR Kalsel mengharapkan, pembebasan kawasan Sungai Lulut…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:08

Pengusaha THM Keluhkan Penerapan Pajak Pemko

BANJARMASIN – Pajak hiburan malam yang ditetapkan Pemko Banjarmasin dikeluhan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:02

Walikota dan Wawali Sepakat Menaikan Tunjangan Pasukan Kuning

Piala Adipura yang diraih Banjarmasin membawa berkah bagi petugas kebersihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:52

KPUD Tanbu Bentuk Relawan Demokrasi

BATULICIN - Untuk menyukseskan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan bulan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:48

Tingkatkan Produksi Ikan Melalui Pokdakan

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan pembinaan terhadap kelompok…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:43

Wahh, Tanbu Punya Motif Sasirangan Sendiri

BATULICIN - Kain Sasirangan merupakan kain khas Provinsi Kalimantan Selatan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*