MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 21 Juli 2018 15:06
Mengenal Lebih Dekat Syekh Asal bin Yanto, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah

Mau Kerja Dulu, Bangun Rumah, Baru Menikah

Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari

PROKAL.CO, Sudah sepekan ini, Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari, imam  Masjid Birrul Walidain Mekkah ada di  banua. Tiba 4 Juli lalu, sederet agenda  menyambutnya. Baru pada Rabu (18/7) tadi, hafi z quran sejak usia 12 tahun tersebut, sampai di kampung halaman, Kandangan, HSS.

Usia Syekh Asal Banjar kini sudah 21 tahun. Putra pasangan Yanto dan Mariati ini ternyata sudah dua kali pulang ke banua. Ayahnya adalah seorang petugas haji di Arab Saudi. Tiba di tanah air awal Juli tadi, peraih ijazah dengan predikat excellent dari Lembaga Hafalan Alquran di Kota Mekkah ini, terlebih dahulu beristirahat sekitar sepekan di rumah keluarga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Sembari menghadiri beberapa agenda di sejumlah pesantren dan mesjid. Dirasa waktu istirahat sudah cukup, Syekh Asal pun terbang ke Banua. Langsung menghadiri acara di Binuang, Kabupaten Tapin. Dan hari Rabu (18/7) tadi, baru sampai di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Selama di Kandangan, ia menginap di rumah keluarga, di Pulau Nagara, Kecamatan Kandangan, dekat Pasar Kandangan. Di kampung halaman orang tuanya ini pun, sejumlah agenda sudah menanti. Kamis (19/7) malam, langsung menghadiri acara Ponpes Dalam Pagar Kandangan, sekaligus silaturahmi dengan abah angkatnya, KH Ahmad Syairazi, pengasuh ponpes.

Jumat (20/7) pagi, wartawan Radar Banjarmasin pun mendapat kesempatan menemui Syekh Asal di tempatnya menginap. Saat itu pun, beberapa warga sekitar Pulau Nagara, Kandangan, juga datang bertamu. “Ini yang kedua pulang ke banua, pertama tahun 2017 tadi, tapi sekarang rasanya jauh berbeda,”ujarnya. Tahun lalu, sebelum sosoknya menjadi viral, Syekh Asal lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Malah sempat jalan-jalan ke tempat wisata, di Loksado. “Sekarang waktu lebih banyak untuk silaturahmi dan menghadiri undangan acara pengajian dan menjadi imam,” tambahnya. Seperti salat Jumat kemarin, ia diminta menjadi imam di Masjid Darul Khaliq, Desa Tibung Raya, Kecamatan Kandangan.

“Rencananya di banua sampai bulan Muharram nanti,” tuturnya. Bagaimana rasanya menjadi Syekh Asal, ketika di Arab dengan di Banjar? Kalau di Arab ujarnya, masyarakat di sana bertemu dengan orang seperti dirinya biasa saja. Tapi kalau orang Banua lebih menghormati. “Jadi ada ungkapan kalau mau mengambil ilmu di Arab, tapi kalau mengambil adab di Indonesia,” ujarnya.

Soal pribadi, apakah Syekh Asal sudah berencana untuk berumah tangga atau sudah memiliki calon? “Pasti mau (menikah), tapi belum punya pekerjaan. Bekerja dulu biar bisa bangun rumah sendiri. Biar istri nanti tinggal di rumah sendiri,” tuturnya, seraya berpesan, kalau belum mampu menikah lebih baik puasa dulu. Kalau bisa memilih, ingin punya istri orang Banua atau Arab. “Indonesia atau Banua saja biar lebih mudah,” katanya tersenyum.

Lebih lanjut, kepada anak-anak banua, Syekh Asal pun berpesan, agar terus berusaha keras dalam belajar dan menuntut ilmu. Diakuinya, ketika masa belajar, tidak jarang ia dipukul orang tua supaya memberikan semangat lebih untuk belajar. “Ada permintaan orang tua juga, sebelum kawin harus hafal Alquran,” ucapnya.

Selain itu, untuk menyemangati, dia juga memiliki kawan bersaing dalam menghafal Alquran. “Alhamdulillah, waktu itu khatam duluan dan kawan belum,” katanya. Sebagai seorang hafi z, Syekh Asal pun harus memelihara hafalannya. Semasa jadwalnya tidak sepadat sekarang, sehari bisa membaca lima juz, sekarang targetnya minimal satu sampai dua juz.

Terakhir, apa komentar Syekh Asal soal aplikasi Tik Tok yang tengah digemari sekaligus menjadi kontroversi akhir-akhir ini. Ia menyarankan kalau bisa jangan menggunakan. “Kalau tidak ada manfaatnya sebaiknya jangan dilakukan,” tandasnya. Akan Dipertemukan dengan Syekh Syamsul Fajri Diantara agenda Syekh Asal di Banjar adalah acara Seminar Internasional yang akan digelar  Ponpes Rakha Amuntai.

Informasi ini disampaikan oleh Ustaz Nur Hidayatullah, Alumni Rakha yang kini menjadi dosen di UIN Semarang, sekaligus sosok yang memfasilitasi wawancara Radar Banjarmasin dengan Syekh Asal, di bulan Ramadan lalu. “Tanggal 5 Agustus 2018 nanti, kami pertemukan dengan Al- Muqri Syekh Syamsul Fajri Al- Banjari, Imam Masjid Alice Spring Australia, Radar Banjarmasin juga  pernah menulis tentang beliau,”  ujar Nur yang didaulat menjadi moderator dalam seminar tersebut. (shn/mar/yn/bin)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .