MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 21 Juli 2018 15:06
Mengenal Lebih Dekat Syekh Asal bin Yanto, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah

Mau Kerja Dulu, Bangun Rumah, Baru Menikah

Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari

PROKAL.CO, Sudah sepekan ini, Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari, imam  Masjid Birrul Walidain Mekkah ada di  banua. Tiba 4 Juli lalu, sederet agenda  menyambutnya. Baru pada Rabu (18/7) tadi, hafi z quran sejak usia 12 tahun tersebut, sampai di kampung halaman, Kandangan, HSS.

Usia Syekh Asal Banjar kini sudah 21 tahun. Putra pasangan Yanto dan Mariati ini ternyata sudah dua kali pulang ke banua. Ayahnya adalah seorang petugas haji di Arab Saudi. Tiba di tanah air awal Juli tadi, peraih ijazah dengan predikat excellent dari Lembaga Hafalan Alquran di Kota Mekkah ini, terlebih dahulu beristirahat sekitar sepekan di rumah keluarga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Sembari menghadiri beberapa agenda di sejumlah pesantren dan mesjid. Dirasa waktu istirahat sudah cukup, Syekh Asal pun terbang ke Banua. Langsung menghadiri acara di Binuang, Kabupaten Tapin. Dan hari Rabu (18/7) tadi, baru sampai di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Selama di Kandangan, ia menginap di rumah keluarga, di Pulau Nagara, Kecamatan Kandangan, dekat Pasar Kandangan. Di kampung halaman orang tuanya ini pun, sejumlah agenda sudah menanti. Kamis (19/7) malam, langsung menghadiri acara Ponpes Dalam Pagar Kandangan, sekaligus silaturahmi dengan abah angkatnya, KH Ahmad Syairazi, pengasuh ponpes.

Jumat (20/7) pagi, wartawan Radar Banjarmasin pun mendapat kesempatan menemui Syekh Asal di tempatnya menginap. Saat itu pun, beberapa warga sekitar Pulau Nagara, Kandangan, juga datang bertamu. “Ini yang kedua pulang ke banua, pertama tahun 2017 tadi, tapi sekarang rasanya jauh berbeda,”ujarnya. Tahun lalu, sebelum sosoknya menjadi viral, Syekh Asal lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Malah sempat jalan-jalan ke tempat wisata, di Loksado. “Sekarang waktu lebih banyak untuk silaturahmi dan menghadiri undangan acara pengajian dan menjadi imam,” tambahnya. Seperti salat Jumat kemarin, ia diminta menjadi imam di Masjid Darul Khaliq, Desa Tibung Raya, Kecamatan Kandangan.

“Rencananya di banua sampai bulan Muharram nanti,” tuturnya. Bagaimana rasanya menjadi Syekh Asal, ketika di Arab dengan di Banjar? Kalau di Arab ujarnya, masyarakat di sana bertemu dengan orang seperti dirinya biasa saja. Tapi kalau orang Banua lebih menghormati. “Jadi ada ungkapan kalau mau mengambil ilmu di Arab, tapi kalau mengambil adab di Indonesia,” ujarnya.

Soal pribadi, apakah Syekh Asal sudah berencana untuk berumah tangga atau sudah memiliki calon? “Pasti mau (menikah), tapi belum punya pekerjaan. Bekerja dulu biar bisa bangun rumah sendiri. Biar istri nanti tinggal di rumah sendiri,” tuturnya, seraya berpesan, kalau belum mampu menikah lebih baik puasa dulu. Kalau bisa memilih, ingin punya istri orang Banua atau Arab. “Indonesia atau Banua saja biar lebih mudah,” katanya tersenyum.

Lebih lanjut, kepada anak-anak banua, Syekh Asal pun berpesan, agar terus berusaha keras dalam belajar dan menuntut ilmu. Diakuinya, ketika masa belajar, tidak jarang ia dipukul orang tua supaya memberikan semangat lebih untuk belajar. “Ada permintaan orang tua juga, sebelum kawin harus hafal Alquran,” ucapnya.

Selain itu, untuk menyemangati, dia juga memiliki kawan bersaing dalam menghafal Alquran. “Alhamdulillah, waktu itu khatam duluan dan kawan belum,” katanya. Sebagai seorang hafi z, Syekh Asal pun harus memelihara hafalannya. Semasa jadwalnya tidak sepadat sekarang, sehari bisa membaca lima juz, sekarang targetnya minimal satu sampai dua juz.

Terakhir, apa komentar Syekh Asal soal aplikasi Tik Tok yang tengah digemari sekaligus menjadi kontroversi akhir-akhir ini. Ia menyarankan kalau bisa jangan menggunakan. “Kalau tidak ada manfaatnya sebaiknya jangan dilakukan,” tandasnya. Akan Dipertemukan dengan Syekh Syamsul Fajri Diantara agenda Syekh Asal di Banjar adalah acara Seminar Internasional yang akan digelar  Ponpes Rakha Amuntai.

Informasi ini disampaikan oleh Ustaz Nur Hidayatullah, Alumni Rakha yang kini menjadi dosen di UIN Semarang, sekaligus sosok yang memfasilitasi wawancara Radar Banjarmasin dengan Syekh Asal, di bulan Ramadan lalu. “Tanggal 5 Agustus 2018 nanti, kami pertemukan dengan Al- Muqri Syekh Syamsul Fajri Al- Banjari, Imam Masjid Alice Spring Australia, Radar Banjarmasin juga  pernah menulis tentang beliau,”  ujar Nur yang didaulat menjadi moderator dalam seminar tersebut. (shn/mar/yn/bin)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:07

Mengintip Persiapan Paskibraka Banjarmasin Jelang 17 Agustus

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Banjarmasin 2018 tampak sibuk. Kemarin (7/8), 28 pelajar pilihan…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11

Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan…

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32

Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit

Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta…

Rabu, 01 Agustus 2018 15:12

Cerita Adittya Regas, Penulis Muda Asal Banjarmasin

Patah hati tak lantas melarutkan Adittya Regas (23) dalam kesedihan. Sajak-sajak pilu yang tadi berkecamuk…

Selasa, 31 Juli 2018 15:03

Mengenang Jasa Transportasi Getek, Berawal dari Lima Puluh Perak

Jasa transportasi jukung getek dilindas zaman. Hasan memilih jalan sunyi. Bertahan dengan sampan tua,…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .