MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 21 Juli 2018 15:20
Menabung Rp10-20 Ribu Sehari, Penjual Nasi Kuning Pergi Haji
Jariah, Calon jemaah haji asal Tapin

PROKAL.CO, Calon jemaah haji (CJH) kloter 02, Jumat (20/7) kemarin telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Para calon jemaah gabungan dari Kabupaten Tapin, Tabalong dan Banjar itu dijadwalkan berangkat ke Madinah hari ini, sekitar pukul 06.35 Wita. 

Ada pula yang memang sudah memiliki banyak uang dari profesinya. Jariah misalnya, nenek berusia 67 tahun ini harus mengumpulkan uang selama 10 tahun lebih untuk bisa melunasi biaya haji. Sebab, penghasilannya sebagai penjual nasi kuning sangat kecil.

“Dalam sehari saya cuma dapat Rp100 ribu. Yang tertabung mungkin hanya Rp10 ribu atau Rp20 ribu,” katanya, saat baru tiba di asrama haji.Dia mengungkapkan, warungnasi kuning miliknya hanya berukuran sekitar tiga meter persegi. Dengan dua meja makan di dalamnya. Sehingga, tak bisa menampung banyak pembeli. “Warungnya saya buka di depan rumah saja,” ungkapnya.

Calon jemaah dari Rantau, Kabupaten Tapin ini mengaku mendaftar haji sembilan tahun yang lalu dengan biaya pendaftaran Rp20 juta. Saat itu, uang yang digunakan miliknya sendiri tanpa adabantuan dari sanak keluarganya. “Uang pendaftaran saya kumpulkan selama lima tahun lebih,” ujarnya. Setelah itu, dia kembali mengumpulkan uang dar i hasi l berjualan nasi kuning guna berjaga- jaga apabila diminta untuk melunasi biaya haji.

“Beberapa tahun kemudian saya bayar lagi Rp10 juta. Lalu, tahun lalu ada panggilan untuk melunasi dengan membayar sisanya Rp8 juta. Kalau dihitung sampai lunas, saya mengumpulkan uang 10 tahun lebih,” ucapnya. Dia mengaku bersyukur bisa melunasi biaya haji tanpa meminta bantuan dari ketiga anaknya.

Meski harus mengumpulkan uang dengan waktu yang cukup panjang. “Semua uang saya sendiri. Alhamdulillah, tidak membebani keluarga,” ungkapnya. Meski masuk kategori lansia, Jariah berangkat sendiri ke tanah suci tanpa didampingi keluarganya. Dia yakin bisa mengikuti semua rangkaian ibadah haji. “Walaupun umur saya 67 tahun, saya masih kuat dan tidak sakitsakitan,” paparnya. Sementara itu, Pembimbing Ibadah Haji Kloter 02 Embarkasi Banjarmasin Rifan Syafrudin mengungkapkan, bahwa memang ada bermacam-macam profesi  yang dimiliki para CJH. Mulai dari pedagang, petani, pengusaha hingga pekerja tambang.

“Semua ada. Apalagi calon jemaah berasal dari tiga kabupaten berbeda,” ungkapnya. Dia menuturkan, CJH kloter 02 berjumlah 320 orang. Dari Kabupaten Tapin 206 orang, Tabalong  82 orang dan Banjar 30 orang. Ditambah dua orang petugas haji daerah. “Jumlahnya lengkap. Sebelumnya ada yang sakit, karena stroke. Tapi, sekarang sudah sembuh,” ujarnya.

Selama di asrama haji, CJH mengikuti berbagai kegiatan untuk mempersiapkan keberangkatan. Mulai dari pemeriksanaan kesehatan, proses penyerahan dokumen serta perekaman biometrik dan sidik jari dari Imigrasi Arab Saudi. (ris/yn/bin)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .