MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 30 Juli 2018 18:11
Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Resah Melihat Minat Baca Menurun

BERBURU BUKU: Seorang bocah mencari bahan bacaan di Buku Djadoel. Rata-rata pelajar dan mahasiswa memang kerap mengunjungi tempat ini. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga murah. Gempuran e-book serta monopoli toko-toko buku skala besar tak jadi halangan untuk menyemai virus membaca kepada masyarakat.

Donny Muslim, Banjarmasin

Ide jual beli buku dan majalan bekas dicetus oleh Johansyah. Ia menata teras rumah menjadi kios. Lokasi tempat tinggalnya dihimpit bengkel servis sepeda motor di Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan.

Dengan nama Buku Djadoel, lelaki 48 tahun itu sudah menjalani usahanya selama empat tahun terakhir. "Awalnya tidak sengaja juga memakai nama ini. Ada pelanggan yang kasih saya saran. Jadilah dipakai nama Buku Djadoel," cerita Johansyah.

Buku dan majalah bekas dagangannya bermacam-macam. Dari keluaran lawas sampai paling teranyar. Sebagian kondisi fisiknya sudah lapuk. Ada juga yang masih oke.

"Jenis buku paling laris novel dan komik. Sisanya buku-buku ilmu pengetahuan dari SD hingga bangku perkuliahan," ujarnya.

Satu buku bisa dihargai dengan nominal kelewat murah. Sekelas komik dan majalah, Johanysah rata-rata melepas dagangannya seharga Rp5.000. Kalau novel dan buku ilmu pengetahuan dibandrol Rp10 ribu sampai  Rp100 ribu. "Tergantung kondisi. Saya pernah jual ensiklopedia dengan harga Rp100 ribu," tuturnya.

Mematok harga murah bukan tanpa alasan. Ia ingin ada alternatif untuk mengakses bahan bacaan. Lantaran semakin sulit karena buku terlampau mahal. 

Cara Johasyah mendapatkan buku-buku bacaan bukanlah perkara ruwet. Biasanya, ada saja yang menjual buku dan majalah bekas ke kiosnya.

"Biasanya ada orang-orang pindah rumah. Mereka menjual buku ke saya. Ada juga sebagian saya beli di toko-toko buku bekas," bebernya.

Lantaran harus menjual murah, Johansyah jelas tak nekat menawar buku bekas dengan harga tinggi. Itu sama dengan merugikan diri sendiri.  Rata-rata ia membelinya kisaran Rp5.000 sampai Rp20 ribu.

Ditanya omzet, Johansyah tak bisa memastikan. "Yang penting jalan saja usaha saya," timpalnya. Meski demikian, ia mengaku pelanggannya sudah lumayan banyak. "Orang luar kota Banjarmasin sering ke sini juga. Rata-rata pelajar dan mahasiswa," tambahnya.

Tapi menjual buku dan majalah jelas bukan pilihan tepat menjadi kaya. Untuk menambah pundi-pundi uang ia juga berdagang beras dan tanaman hias. Tumpang tindih dengan kios buku. "Ini usaha sambilan saja. Saya juga membuka kelas pembelajaran Bahasa Arab," ceritanya.

Johanstah adalah penggemar HB Jassin dan Goenawan Muhammad, penggagas Majalah Tempo.

Karya-karya HB Jassin seperti Darah Laut, Angkatan 66' hingga kerja dokumentasinya merawat kesusastraan Indonesia terus diikutinya.

Begitu pula dengan karya-karya Goenawan Muhammad. Ini terbukti dengan tumpukan majalah dwi mingguan Tempo yang menumpuk di kiosnya.

"Memang suka majalah ini. Catatan Pinggir Goenawan Muhammad apalagi. Keempat serinya saya lahap habis," katanya.

Dari kecintaannya membaca buku, ia ingin menyemai virus membaca lewat "Buku Djadoel". Johansyah merasa resah. Ia juga prihatin dengan minat baca masyarakat yang kian merosot.

"Makanya juga dijual murah. Akses bahan bacaan itu yang penting di tengah era digital seperti sekarang," terang Johansyah.

Biar tahu saja, sebelum memulai usaha Buku Djadoel, Johansyah hanyalah pedagang nasi goreng selama bertahun-tahun. Beralih profesi, ia mencoba peruntungan lewat bengkel. Namun, tak kunjung sreg.

"Terakhir coba lewat usaha jual beli buku bekas ini. Sejalan dengan kecintaan saya membaca buku-buku bacaan," tuntasnya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .