MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32
Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit
KASIH IBU: Rosila setia menemani Cantika yang menderita penyakit kanker darah, Selasa (31/7) kemarin, sudah 10 hari lamanya.

PROKAL.CO, Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta demi mengobati anakn mereka yang saat ini tergolek di RS Idaman Banjarbaru.

Suparyono dan Rosila adalah warga Desa Batumulya, Kecamatan Penyipatan, kabupaten Tanah Laut. Mereka sedang berjuang untuk mengobati anak mereka, Cantika (13). Siswi SMP itu saat ini telah 10 hari dirawat di Rumah Sakit Idaman, Banjarbaru karena menderita penyakit kanker darah.

“Sekarang dia menjalani perawatan khusus,” ungkap Rosila.

Selama 10 hari merawat anaknya di rumah sakit, Rosila yang sehari-hari berjualan di sekolahan terpaksa tidak berjualan. Dia menjaga Rosila. Sang suami yang hanya pekerja jaga malam di SMA N 1 Panyipatan Pelaihari sendiri harus pontang-panting mencari dana.

Suparyono hanya bergaji Rp1 juta per bulan. Selama perawatan, uang tabungan mereka habis, sedangkan sang suami belum menerima gaji. Malang bagi mereka, pengobatan tidak ter-kaver BPJS Kesehatan. Sementara sehari-hari, mereka juga harus membiayai diri selama berada di RS Idaman Banjarbaru.

“Suami saya akhirnya meminta-minta demi anak,” cerita Rosila yang terus meneteskan airmata. Suparyono, Senin (30/7) kemarin turun ke pasar dan jalan-jalan di Pelaihari untuk minta-minta. Menurut Rosila, suaminya tidak pernah melakukan itu. “Demi Cantika saat minta- minta rasa malunya dia buang jauh-jauh. Suami pasrah, tidak punya dana lagi,” ceritanya

Di Rumah Sakit Idaman, Rosila hanya seorang diri menemani anaknya. Sedangkan suaminya hanya datang pada pagi hari dan pulang ke Pelaihari pada sore hari. “Suami, malam hari masih bekerja jaga malam di SMA 1 Panyipatan Pelaihari, dan pagi hari menyapu di situ. Setiap hari suami, pulang pergi Banjarbaru- Pelaihari,” ujarnya.

Keadaan anaknya yang sedang sakit, dan uang yang sedikit, membuat Rosila juga sudah tak begitu peduli dirinya. Makan tidak teratur, demikian tidur. “ Cuma makan sedikit, itu pun sisa makan anak di rumah sakit,” ujarnya.

Untunglah, ada bantuan yang datang. Dia dan suaminya juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada warga Pelaihari dan Bupati Tanah Laut, serta masyarakat Banjarbaru yang telah menyisihkan uangnya untuk membantu anaknya yang sedang mengalami penyakit kanker darah. “Suami dibawa seorang wartawan bertemu Bupati Tanah Laut,” ceritanya.


“Dana yang terkumpul, sudah bisa untuk membeli obat, yang harganya sekitar Rp300 ribu, dan Rp 206.000,- untuk membayar bulanan BPJS. Serta untuk biaya hidup selama merawat anak di rumah sakit,” ceritanya.

Rosila mengatakan, penyakit anaknya sudah diderita sekitar dua tahun belakangan ini. Hal itu diketahui pertama kali saat Cantika kelas 6 SD. “Dulu dia sakit kepala dan dibawa ke puskesmas terdekat di Panyipatan, sesampai di puskesmas dia mengalami kejang-kejang dan langsung drop," ceritanya.

Cantika kemudian dibawa ke RSUD H Boejasin Pelaihar dan, dirawat selama dua minggu. Lalu kemudian Cantika dirujuk ke RSUD Ulin Banjarbaru, juga dirawat selama dua minggu” ceritanya. Di sanalah baru diketahui Cantika mengidap leukimia atau kanker darah.

 

Suparyono dan istri saat itu sangat terkejut saat mengetahui anaknya menderita penyakit kanker darah. Setelah kejadian itu menurut Suparyono, dia langsung mendaftarkan keluarganya ke BPJS agar bisa berobat setiap bulannya.

Dari pengakuannya, selama dua tahun belakangan ini, Cantika rutin berobat setiap bulannya di RSUD H Boejasin Pelaihari dan RSUD Ulin Banjarbaru. “Dalam satu bulan sekali, Cantika dirawat di rumah sakit selama 3-4 hari. Dia melakukan transfusi darah, bisa menghabiskan 3-4 kantong darah,” ungkapnya

Selama dirawat, Cantika juga harus libur dari sekolah, dia harus menginap di rumah sakit. “Sekolah telah memahami situsi anak kami yang perlu perawatan,” ujarnya.
Menurutnya, saat penyakit anaknya kambuh, Cantika merasa sakit kepala, seluruh tubunya terasa sakit, seperti ditusuk-tusuk. Kulitnya berubah, jadi pucat. Suparyono, juga sempat pusing mencari darah untuk anaknya saat stok di PMI kosong.(mr-152/ay/ran)

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…

Sabtu, 01 Juni 2019 12:25
Perjalanan Dakwah Ketua MUI Tanbu KH Muhammad Fadli Muis

Sempat Jualan Minyak Harum Supaya Bisa Beli Kitab

Lahir dari keluarga sederhana, KH M Fadli Muis harus berjuang…

Kamis, 30 Mei 2019 12:08
MELIHAT FENOMENA PESAN MAKANAN ONLINE DI SIANG BULAN PUASA

SAKADUP? SUDAH KUNO!

Tak semua orang tahu lokasi Warung Sakadup. Sudah tahu pun,…

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan

Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah

Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai,…

Senin, 27 Mei 2019 11:11
Kala Karantina Tahfiz Alquran Mewisuda Ratusan Penghafal Alquran

Hafal 30 Juz Hanya Dalam Satu Bulan

Karantina Tahfiz Al Quran An Nur, Minggu (26/5) kemarin mewisuda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*