MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32
Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit
KASIH IBU: Rosila setia menemani Cantika yang menderita penyakit kanker darah, Selasa (31/7) kemarin, sudah 10 hari lamanya.

PROKAL.CO, Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta demi mengobati anakn mereka yang saat ini tergolek di RS Idaman Banjarbaru.

Suparyono dan Rosila adalah warga Desa Batumulya, Kecamatan Penyipatan, kabupaten Tanah Laut. Mereka sedang berjuang untuk mengobati anak mereka, Cantika (13). Siswi SMP itu saat ini telah 10 hari dirawat di Rumah Sakit Idaman, Banjarbaru karena menderita penyakit kanker darah.

“Sekarang dia menjalani perawatan khusus,” ungkap Rosila.

Selama 10 hari merawat anaknya di rumah sakit, Rosila yang sehari-hari berjualan di sekolahan terpaksa tidak berjualan. Dia menjaga Rosila. Sang suami yang hanya pekerja jaga malam di SMA N 1 Panyipatan Pelaihari sendiri harus pontang-panting mencari dana.

Suparyono hanya bergaji Rp1 juta per bulan. Selama perawatan, uang tabungan mereka habis, sedangkan sang suami belum menerima gaji. Malang bagi mereka, pengobatan tidak ter-kaver BPJS Kesehatan. Sementara sehari-hari, mereka juga harus membiayai diri selama berada di RS Idaman Banjarbaru.

“Suami saya akhirnya meminta-minta demi anak,” cerita Rosila yang terus meneteskan airmata. Suparyono, Senin (30/7) kemarin turun ke pasar dan jalan-jalan di Pelaihari untuk minta-minta. Menurut Rosila, suaminya tidak pernah melakukan itu. “Demi Cantika saat minta- minta rasa malunya dia buang jauh-jauh. Suami pasrah, tidak punya dana lagi,” ceritanya

Di Rumah Sakit Idaman, Rosila hanya seorang diri menemani anaknya. Sedangkan suaminya hanya datang pada pagi hari dan pulang ke Pelaihari pada sore hari. “Suami, malam hari masih bekerja jaga malam di SMA 1 Panyipatan Pelaihari, dan pagi hari menyapu di situ. Setiap hari suami, pulang pergi Banjarbaru- Pelaihari,” ujarnya.

Keadaan anaknya yang sedang sakit, dan uang yang sedikit, membuat Rosila juga sudah tak begitu peduli dirinya. Makan tidak teratur, demikian tidur. “ Cuma makan sedikit, itu pun sisa makan anak di rumah sakit,” ujarnya.

Untunglah, ada bantuan yang datang. Dia dan suaminya juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada warga Pelaihari dan Bupati Tanah Laut, serta masyarakat Banjarbaru yang telah menyisihkan uangnya untuk membantu anaknya yang sedang mengalami penyakit kanker darah. “Suami dibawa seorang wartawan bertemu Bupati Tanah Laut,” ceritanya.


“Dana yang terkumpul, sudah bisa untuk membeli obat, yang harganya sekitar Rp300 ribu, dan Rp 206.000,- untuk membayar bulanan BPJS. Serta untuk biaya hidup selama merawat anak di rumah sakit,” ceritanya.

Rosila mengatakan, penyakit anaknya sudah diderita sekitar dua tahun belakangan ini. Hal itu diketahui pertama kali saat Cantika kelas 6 SD. “Dulu dia sakit kepala dan dibawa ke puskesmas terdekat di Panyipatan, sesampai di puskesmas dia mengalami kejang-kejang dan langsung drop," ceritanya.

Cantika kemudian dibawa ke RSUD H Boejasin Pelaihar dan, dirawat selama dua minggu. Lalu kemudian Cantika dirujuk ke RSUD Ulin Banjarbaru, juga dirawat selama dua minggu” ceritanya. Di sanalah baru diketahui Cantika mengidap leukimia atau kanker darah.

 

Suparyono dan istri saat itu sangat terkejut saat mengetahui anaknya menderita penyakit kanker darah. Setelah kejadian itu menurut Suparyono, dia langsung mendaftarkan keluarganya ke BPJS agar bisa berobat setiap bulannya.

Dari pengakuannya, selama dua tahun belakangan ini, Cantika rutin berobat setiap bulannya di RSUD H Boejasin Pelaihari dan RSUD Ulin Banjarbaru. “Dalam satu bulan sekali, Cantika dirawat di rumah sakit selama 3-4 hari. Dia melakukan transfusi darah, bisa menghabiskan 3-4 kantong darah,” ungkapnya

Selama dirawat, Cantika juga harus libur dari sekolah, dia harus menginap di rumah sakit. “Sekolah telah memahami situsi anak kami yang perlu perawatan,” ujarnya.
Menurutnya, saat penyakit anaknya kambuh, Cantika merasa sakit kepala, seluruh tubunya terasa sakit, seperti ditusuk-tusuk. Kulitnya berubah, jadi pucat. Suparyono, juga sempat pusing mencari darah untuk anaknya saat stok di PMI kosong.(mr-152/ay/ran)

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .