MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11
Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Ratnawati Rela Berbagi Kediaman dengan Relawan

RUMAH POSKO: Dari kiri, Bunda Landu Ratnawati, Ketua Adi Syarwani dan dua anggota Landu, di Posko sekaligus rumah pribadi ketua.

PROKAL.CO, Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru.

Ahmad Mubarak, Banjarbaru

Di Kota Banjarbaru, Barisan Pemadam Kebakaran dan Emergency Landu, eksis sejak 25 Mei 2005. Landu diambil dari kata Landasan Ulin, alamat pertama markas BPK yang dibentuk dan diketuai Adi Syarwani (57) ini.

Syarwani mengaku, membentuk Landu karena saat itu belum ada BPK di wilayah Landasan Ulin dan Liang Anggang. Hanya ada tim Damkar milik Pemko Banjarbaru. Sehingga bila ada api, sulit untuk memadamkan.

"Sering terjadi kebakaran di Liang Anggang, saat tim Damkar Pemko datang, api sudah melahap rumah warga. Dikarenakan jarak yang jauh," kenang saat ditemui Radar Banjarmasin, Senin (30/8) tadi di rumahnya, sekaligus Posko Landu.

Ditambah pengalaman pribadi Adi yang juga pernah menjadi korban kebakaran. “Tempat penyimpanan padi kami dilalap api,” ujarnya.

Akhirnya, Syarwani bersama sekitar 40 orang yang sepemikiran, membentuk BPK Landu. Setelah dibentuk, Landu mendapat bantuan dari Pemko Banjarbaru berupa mesin pompa portabel dan tiga rol selang. Sedangkan mobil operasional, menggunakan pikap milik seorang anggotanya.

"Pertama dibentuk posko kami di Jalan A Yani KM 23 Landasan Ulin, dekat pondok pesantren Al Falah,” ujarnya.

Tidak lama berada di posko itu, Landu pindah ke posko di Jln A Yani KM 19 ke RT 09, RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang. Saat pindah posko itu, Landu juga tidak bisa lagi menggunakan mobil pikap pinjaman anggota.

Sang Ketua Landu yang berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Pal 6 - Landasan Ulin ini, harus merelakan mobil angkotnya untuk mobil operasional, sewaktu-waktu jika terjadi kebakaran. Sembari mengumpulkan sumbangan untuk membeli pikap. "Terkumpul Rp10 juta. Kami berhasil membeli pikap bekas,” ungkapnya.

Seiring kebutuhan di lapangan, Landu memerlukan mobil tangki. Karena jika kemarau, air sulit didapat, sementara kebakaran lahan makin mengancam. Kebetulan ada yang mau menukar mobil pikap Landu dengan mobil tangkinya. “Mobil tangki itu kami namai Bajol. Dia sangat berjasa. Sampai sekarang masih kami gunakan,” ceritanya.

Tahun 2008, seiring dengan perkembangan jumlah personel dan armada, posko di Jln A Yani KM 19 samping SPBU Liang Anggang tersebut dirasa terlalu sempit dan kurang dalam segi pengawasan.

Akhirnya, Syarwani dan istri sepakat memindahkan posko ke rumahnya, sekitar 100 meter masuk ke dalam dari pos sebelumnya. “Inilah, rumah saya sekaligus posko Landu. Tidak terpisah, bahkan dapur juga biasa mereka gunakan,” ujarnya.

Sekarang, Landu sudah memiliki empat buah armada, dua buah mobil tangki untuk pemadam kebakaran dan dua buah mobil ambulans. Salah satu yang dijadikan ambulans adalah mobil Toyota Kijang kuning milik Syarwani. “Sekarang sudah dicat biru, seperti baju Landu Emergency dan Landu BPK,” ungkapnya.

Satu lagi ambulans hasil membeli kredit pada 2008 lalu. Sedangkan tambahan mobil truk tangki, berasal dari hibah warga. “Kami diberi truk tanpa tangki, yang punya meninggal, oleh ahli waris diserahkan supaya tetap bermanfaat,” terangnya.

Bagaimana dengan perlengkapan anggota? Ternyata masih sangat sederhana, mereka baru mempunyai baju khusus pemadam. “Sepatu dan helm belum punya, masih terkendala biaya. Kami jarang meminta sumbangan kepada masyarakat, kecuali ada alat yang rusak saja,” ujar Syarwani.

Mobil ambulans, biasa digunakan tim emergency Landu untuk menangani kejadian kecelakaan. Juga membantu warga yang memerlukan, seperti mengantar orang sakit atau membawa jenazah sampai ke luar daerah. Untuk perjalanan ke luar daerah, Landu tidak pernah mematok tarif. Namun keluarga yang meminta bantuan, biasa mengerti untuk mengganti biaya BBM.

Kiprah Landu selama ini, ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Landasan Ulin dan Liang Anggang. Tapi Landu juga pernah mendapatkan penghargaan dari Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Sahabat Bakantan Indonesia pada tahun 2016.

“Kami dianggap ikut serta dalam pelestarian Bekantan. Karena menyelamatkan Bekantan yang terjebak kebakaran di wilayah Gambut. Saat itu kawanan Bekantan panik menyeberang jalan, hingga ada yang tertabrak mobil,” ungkapnya.

Menurut Syarwani, sekarang intensitas kebakaran di wilayah Banjarbaru sudah berkurang. Berbeda dengan tahun 2010 lalu saat kemarau panjang. “Hampir setiap hari memadamkan api, bahkan saya tidak bisa narik angkot. Saat makan pun kadang-kadang harus berangkat memadamkan api. Apabila ada panggilan bantuan, kami pasti datang,” ujar Syarwani

Selama 13 tahun berkiprah, kini Landu tetap memiliki 40 personel. Sama seperti ketika awal dibentuk. Namun, sebagian anggota sudah berganti dengan personel-personel muda. Anggota yang tetap dari awal sampai sekarang, tersisa sekitar 10 orang, sebagian seumuran Syarwani. Lebih setengah abad.

Ternyata kiprah BPK dan Emergency Landu juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Ratnawati (50) istri Syarwani. Perempuan yang biasa dipanggil bunda oleh relawan Landu ini, tidak hanya rela membagi kehidupannya dengan Landu. Tapi justru dialah yang berinisiatif memindahkan pos Landu ke rumahnya.

“Di rumah saya bisa memantau anggota, mereka sudah saya anggap keluarga dan yang masih muda saya anggap anak,” ujarnya.

Sehari-hari, Ratnawati juga bertugas menjaga radio komunikasi. Semua informasi kebakaran ataupun kecelakaan diterimanya, lalu didistribusi kepada anggota Landu untuk bergerak.  “Pintu rumah tidak pernah dikunci. Kapanpun mereka bisa datang. Tidak jarang mereka tidur disini,” jelas Ratnawati.

Anak dan cucu Ratnawati juga sepertinya sudah terbiasa dengan suasana rumah mereka yang ramai. “Mereka biasa bermain bersama, kami sudah seperti keluarga,” ujar Ratnawati tersenyum. (by/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .