MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 06 Agustus 2018 13:14
Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah
PERLU PROSES: Komunitas Borneo Art Enthusiast (Bartiast) menggelar pameran bertajuk metamorfosis. Mereka menyentil penikmat dan pelaku seni rupa agar lebih menghargai proses kreatif dari pembuatan sebuah karya. | Foto: Donny Muslim/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni membutuhkan waktu panjang plus menguras tenaga. Tidak sekonyong-konyong selesai instan, dan dihargai ongkos murah.

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

Pameran ini digagas oleh kumpulan perupa dari komunitas Borneo Art Enthusiast (Bartiast). Dibuka di Kafe Liwi's Bandarmasih dari Sabtu (4/8) hingga 12 Agustus mendatang. Totalnya ada sebelas perupa.
Karya seni mereka ditempel di dinding kafe berlatar putih. Tentu saja pameran menampilkan beragam aliran. Seperti portrait realistic, hyper realistic, surrealistic, botanical, hingga lettering.

Pementasan karya bertajuk Metamorfosis sebenarnya berasal dari persoalan para penikmat seni rupa minim di Kota Banjarmasin, dan minim apresiasi. Utamanya ketika ingin membeli karya seni dari para perupa. Sering kali diminta gratis, atau dihargai dengan harga murah. “Padahal, waktu dan tenaga habis banyak,” ungkap Ketua Bartiast, Tytae Djamal. “Kalau peralatan gambar sebenarnya nggak masalah. Intinya, kami ingin masyarakat lebih menghargai karya seni rupa di sini," tambahnya.

Karya-karya yang ditampilkan otomatis memamerkan perubahan skill dari para perupa dari waktu ke waktu. Ambil contoh, karya milik Tytae yang menggambar tokoh Lord Of The Rings, Legolas dengan aliran portrait realistic. Sosok fiksi karangan J.R.R Tolkien ini digambarnya sejak tahun 2006. "Terus diperbaharui. Sampai terakhir saya gambar tahun 2018 ini. Saya pengin menampilkan proses karya yang baik itu tidak instan," ujarnya.

Pameran ini juga bertujuan untuk memberikan dorongan semangat kepada pelaku seni rupa Kota Banjarmasin. "Kami ingin di sini pelaku seni rupa juga menghargai sebuah proses. Ambil kasus, baru belajar tiga bulan, jangan disama-samain dengan yang sudah bergelut dunia seni rupa selama tujuh tahun," ujarnya.

Menurutnya, kesalahan bukanlah menjadi sesuatu yang buruk jika para perupa memang baru belajar. Intinya ingin ditekankan hargailah sebuah proses kreatif seni rupa yang memerlukan waktu dan tenaga.(dom/at/dye)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*