MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 07 Agustus 2018 10:04
Pilah Sampah Dengan Zero Waste
Dian Kusuma Wardhani membagi ilmunya dalam sesi berbagi di Rumah Anno 1925 Siring Pierre Tendean, kemarin.

PROKAL.CO, Komunitas Ibu Profesional (IP) Kalsel menggelar sesi berbagi tentang Zero Waste, kemarin (6/8). Acara itu berlangsung selama 2,5 jam di Rumah Anno 1925, Banjarmasin.

Dalam sesi tersebut, IP Kalsel mengajak Dian Kusuma Wardhani sebagai pemateri. Perempuan itu dikenal sebagai penggerak di bidang lingkungan. Inovasi dan gerakannya dimulai dari dilingkungan keluarga.

Wardhani juga seorang penulis buku anak, homeschooler, founder Sahabat Alam Cilik dan inisiator kelas #belajarzerowaste.

Bercerita banyak soal eksperimennya dalam meminimalisasi sampah yang dibuang di TPA. Wardhani pun menemukan solusi. Yakni dengan menggunakan komposter, gerabah, drum biru dan bio pori. "Semua dapat dilakukan di rumah, dan dengan biaya yang minim," ucap Wardhani.

Wardhani menjelaskan detail soal praktik pembuatan. Beberapa peralatan yang sukses ia ciptakan diperlihatkan lewat slide materi dan beberapa video.

Menurut Wardhani, persoalan sampah di Indonesia cukup darurat. Terutama di pusat perkotaan. Ia berharap Banjarmasin dapat terbebas dari penumpukan sampah. Sebab, di beberapa kota yang telah ia jelajahi, sampah menggunung di TPA berimbas buruk pada lingkungan dan orang sekitarnya.

"Sebulan yang lalu ada TPA longsor dan memakan jiwa pemulung. Saya harap ini tidak terjadi di Banjarmasin," ujarnya.

Tantangan terbesar bukan pada minimnya pengetahuan. Melainkan pada pola pikir masyarakat. Oleh sebab itu, Wardhani berusaha membenahi dengan menggalakkan zero waste ini.

Sesi berbagi itu berlangsung santai. Dihadiri oleh 30 peserta. Terdiri dari member IP Kalsel dan masyarakat umum.

Meta (25) dari Komunitas PD Salimah Banjarmasin, mengaku terkesan dengan inovasi Wardhani. Terutama soal pembuatan pupuk kompos. Setelah mengetahui langkah-langkahnya, ia berencana bakal mempraktikkannya di rumah. "Penjelasan detail soal layer-layer pupuk kompos tadi bermanfaat sekali," ujarnya.

IP Kalsel sendiri merupakan komunitas yang berdiri sejak 2015 lalu. Beranggotakan 92 orang. Baik dari Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong.

Fokus gerakannya yakni pendidikan ibu dan calon ibu. Untuk menjadi anggota, pendaftar terlebih dahulu mengikuti kuliah online. Tujuan komunitas ini untuk membentuk karakter ibu yang unggul dan patut dibanggakan keluarga. Materi-materi pelajaran dibagikan melalui grup Whatsapp.

Sejak awal 2018, IP Kalsel melakukan kegiatan lapangan. Pelatihan-pelatihan sering dilakukan. Termasuk momen sharing yang kemarin diadakan. "Para anggota juga dibekali ilmu lewat seminar-seminar dan juga pelatihan. Soal pola asuh anak salah satunya," tuntasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .