MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 08 Agustus 2018 12:07
Mengintip Persiapan Paskibraka Banjarmasin Jelang 17 Agustus

Minum Dibatasi, Cara pun Makan Diatur

ATUR FORMASI: Paskibraka Banjarmasin sibuk memantapkan gerakan, kemarin. Latihan intens akan dilakukan hingga 17 Agustus. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Banjarmasin 2018 tampak sibuk. Kemarin (7/8), 28 pelajar pilihan itu menjalani pemantapan gerak. Seperti apa latihannya?

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Latihan itu digelar di halaman Balai Kota Banjarmasin. Dimulai sejak pukul 07.00 dan berakhir pukul 17.00 Wita.

Pemantapan gerak itu dilakukan agar formasi tak kacau. Terutama untuk pasukan pembawa nampan bendera. Yang akan menjadi pusat perhatian saat upacara 17 Agustus mendatang.

Pelatih Paskibraka Banjarmasin, Heri Laras menyebut anak didiknya bakal membentuk formasi BJM. Yakni khas pengibar bendera kota ini. Tahun sebelumnya, formasi itu juga diterapkan.

Latihan dimulai sejak 17 Juli lalu. Awalnya rutin digelar di Halaman Gedung Sultan Suriansyah. Dua pekan kemudian, barulah berpindah ke Balai Kota.

Di awal pertemuan, para anggota diberi materi seputar pelatihan fisik. Tujuannya untuk membentuk tubuh agar lebih siap. Tahap ini berlangsung sekitar tiga hari. Setelah itu masuk ke tahap-tahap Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Menggunakan formasi BJM, anggota Paskibraka ini pun terbagi menjadi empat pasukan. Pasukan B berisi 9 orang, J 5 orang, M 9 orang dan pasukan 8 lima orang.

Menyelaraskan gerak dan bentuk barisan memang jadi tantangan utama Heri dan 3 pelatih lainnya. Tak jarang formasi BJM kacau tak berbentuk. Namun dengan latihan intens, anggota paskibraka itu semakin terlatih. "Kami latih terus, biar siap," ucap Banitlantas Polsek KPL Banjarmasin itu.

Latihan ini bakal berlangsung hingga menjelang pengibaran dan penurunan 17 Agustus mendatang. Agar fisik tetap bugar, tim pelatih punya cara jitu. Yakni dengan melakukan binsik, alias bina fisik. Langkah ini dilakukan di sela-sela latihan dan hendak istirahat. Materinya seperti lari-lari kecil, push up, peregangan otot dan sendi.

Tak hanya itu. Untuk mencairkan suasana, latihan juga diselingi sesi permainan. "Kadang pakai musik. Tujuannya biar mereka enjoy," ujar Heri.

Tiga pekan berjalan, Heri melihat perkembangan yang signifikan dari anak didiknya. Pertama soal kesiapan mental. Kemudian kedisiplinan dan yang pasti dari segi gerakan. "Awalnya pecicilan, sudah kami didik bagaimana bersikap sebagai anggota Paskibraka," ujarnya.

Perubahan itu juga dirasakan Normilawati (15). Putri sulung pasangan Ardiansyah dan Halimah. Lewat kesempatan itu, gadis yang akrab disapa Mila ini belajar banyak hal. Terutama untuk menghilangkan kebiasaan buruknya. "Awalnya suka telat, sekarang sudah dibiasakan on time," ucapnya.

Tak hanya itu, cara makan pun diatur. Mereka harus tegap, tak boleh membungkuk. Nasi yang dihidangkan pun tak boleh bersisa. Air minum juga dibatasi hanya 1,5 liter dalam sekali berlatih. "Diminum saat sarapan, makan siang dan snacking sore," sebutnya.

Kesempatan itu jadi pengalaman berharga bagi siswi SMKN 1 Banjarmasin itu. Setelah menembus berbagai tahapan, Mila terpilih menjadi salah satu bagian dalam pengibaran bendera tahun ini.

Ia terinspirasi dari Gloria Natapraja Hamel. Yakni anggota Paskibraka Nasional 2016. Meski batal dilibatkan dalam pengibaran karena masalah kewarganegaraan, Mila tetap terpesona dengan rasa nasionalisme Gloria. "Gloria kembali dilibatkan dalam penurunan bendera kala itu karena semangatnya," tuturnya.

Awalnya ia sempat kaget. Terutama saat diberi materi pembentukan fisik. Mila merasa pegal di sekujur tubuhnya. Perlahan ia mulai terbiasa.

Perempuan kelahiran Kandangan, 28 Agustus 2002 itu tergabung dalam pasukan J. Posisinya berada di ujung lengkungan huruf itu. Untuk melatih keselarasan, Mila menyebut ini rumit. Sebab formasinya tak biasa, seperti yang sudah ia pelajari dalam eksul PBB sekolahnya.

Mila juga dipercaya sebagai Bu Lurah dalam Paskiraka tahun ini. Predikat itu fungsinya seperti ketua kelas. Memimpin pasukannya ketika ada kegiatan atau mencari solusi permasalahan kelompok. "Kalau ada problem di kelompok, saya dan pak lurah bertugas buat bantu mencari solusi," jelasnya.

Untuk menjadi seperti Mila, setidaknya ada beberapa tahapan yang mesti ditaklukkan. Seperti seleksi administrasi, kesehatan, psikotes, uji wawasan, seni budaya dan wawancara. "Seleksi itu kita lakukan mulai Februari lalu," ucap Gusti Fauzi, dari Dispora sekaligus Pembina Pelatihan Paskibraka Kota Banjarmasin.

Pendaftaran diikuti oleh SMA/SMK sederajat se Kota Banjarmasin. Dari 230 peserta, disaring menjadi 40 orang saja. Penjaringan kembali dilakukan hingga mendapatkan 28 pelajar terbaik. "1 orang tembus Paskibraka Nasional, 4 lagi di provinsi dan selebihnya di Kota Madya," pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .